Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 289


__ADS_3

"Loh kok bisa? Buruan ganti gih." ucap Bu Linda.


"Tadi dia mual-mual mah." ucap Gerwyn. "Ya ampun.. sama seperti mamah dulu setiap hari mual, kepala pusing, badan lemas." ucap Bu Linda.


Gerwyn diam. "Dulu waktu Ngandung kamu Mamah selalu menangis ketika permintaan Mamah gak di turutin sama papah kamu." ucap Bu Linda.


Gerwyn tersenyum. "Tapi papah kamu sangat Sabar menghadapi sifat Mamah. Dulu Mamah sangat takut kalau pingsan tiba-tiba, itu sebab nya mamah mau papah selalu di samping Mamah gak boleh kemana-mana." ucap Bu Linda.


"Itu adalah pengalaman Mamah pertama kali mengandung." ucap Bu Linda. Gerwyn menatap Mamah nya.


"Apakah Mamah tidak ingin bertanya pada Pak Putra di mana Adik ku?" tanya Gerwyn. Bu Linda Menggeleng kan kepala nya.


"Mamah tidak ingin mengungkit itu lagi." ucap Bu Linda.


"Mah dia adalah anak Mamah, lahir dari rahim Mamah. Bagaimana bisa mamah membiarkan anak Mamah begitu saja?" ucap Gerwyn.


"Itu sudah pilihan dia. Mamah sudah bilang kalau dia membutuhkan mamah dan mencari Mamah Mamah akan selalu menunggu dan menerima dia." ucap Bu Linda.


Gerwyn terdiam.


Sebenarnya Gerwyn memiliki Adik perempuan yang beda hanya dua tahun dengan Gerwyn.


Namun dia sangat berbeda dengan Gerwyn. Dia terlalu bebas sehingga tidak pernah perduli dengan apa kata orang tua nya. Sebelum Papah nya meninggal dia memilih untuk keluar dari rumah karena merasa dia tertekan dia selalu di larang Kemana pun.


Orang tua nya sudah beberapa kali melarang bahkan menjemput nya dan mencari namun dia tidak ingin pulang dia ingin hidup di luar seperti teman-teman nya.


Orang tua nya sudah menyerah mereka tidak bisa membawa anak perempuan nya itu kembali lagi. Karena itu Bu Linda sangat membenci perempuan liar, perempuan malam. Karena rata-rata teman anak perempuan nya seperti itu.


Dan sangkut pautnya adalah waktu itu anak perempuan nya sangat dekat dengan Pak putra. Bahkan Bu Linda yakin kalau pak putra yang membantu Putri nya untuk pergi.


"Jangan menangis mah." ucap Gerwyn. Bu Linda menghapus air mata nya.


"Loh kok Mamah Nangis?" tanya Sophia. Bu Linda langsung menghapus air mata nya dengan cepat.


"Enggak kok nak. Mamah hanya rindu dengan almarhum papah." ucap Bu Linda. Gerwyn hanya bisa diam.

__ADS_1


"Nih Mamah bawain untuk kamu, kata nya ini bagus untuk nya kesehatan kamu." ucap Bu Linda memberikan jus kepada Sophia.


"Mamah kok repot-repot sih. Makasih banyak yah mah." ucap Sophia. Bu Linda menganguk.


"Tadi pagi Ano di jemput oleh Adit. Dan pulang nanti mereka akan ke sini." ucap u Linda. Sophia hanya tersenyum. Sementara Gerwyn yang mendengar nama Adit membuat nya terdiam.


Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana. Membahas kesehatan Sophia dan Gerwyn.


Di tempat lain..


"Paman akhirnya datang. Aku mohon bantu aku lepas dari sini." ucap Liam kepada Pamannya.


"Maafin paman, Paman tidak bisa melakukan itu Liam." ucap Paman nya. "Kenapa semua orang sangat tega sih? kenapa semua orang begitu jahat." ucap Liam.


"Justru ini semua salah kamu, kalau kamu tidak datang membawa senjata dan mau membunuh Gerwyn ini tidak akan terjadi, kamu pasti masih bisa. bebas berkeliaran di luar sana." ucap Paman nya.


"Aku mohon paman, aku tidak bisa di sini lama-lama, kekasih ku pasti menunggu ku." ucap liam. "Sekarang bukan saatnya memikirkan itu Liam!" ucap Paman nya.


"Paman aku ingin keluar." ucap Liam Terus memohon.


"Apa yang harus paman lakukan? Paham tidak bisa berbuat apa-apa." ucap Paman nya..


"Paman sudah sangat malu bertemu dengan Sophia Liam, paman dan juga Bibik mu sudah banyak membuat kesalahan kepada nya dan Ano. seharusnya kamu sadari itu!" ucap Paman nya.


Liam tertawa. "Paman sungguh penjilat, setelah Sophia kaya raya Paman baru sungkan pada nya, dulu paman menindas nya." ucap Liam.


"Jaga mulut kamu! Kamu yang sangat kejam kepada Sophia. kamu sendiri yang mengatakan pada Paman agar tidak perlu perduli pada Sophia." ucap Paman nya.


Liam terdiam. "Tapi walaupun seperti itu Paman tidak bisa bertemu dengan Sophia lagi, paman sudah sangat malu." ucap Paman nya.


"Apa yang membuat paman malu? Justru paman harus senang karena keponakan Paman menikah dengan orang kaya, paman bisa memanfaatkan nya." ucap Liam.


Paman nya menggeleng kan kepala nya. "Paman sudah salah selama ini, sekarang paman mendapatkan karma nya."


Liam menghela nafas panjang. "Baiklah kalau paman tidak ingin memanfaatkan nya, tapi aku mohon untuk meminta Sophia melepaskan aku. Aku mohon paman." ucap Liam.

__ADS_1


Paman nya yang melihat keponakan nya tidak tega. Dia sangat menyanyangi Liam.


"baiklah kalau begitu paman akan mencoba melakukan nya." ucap Paman nya.


"Terimakasih paman aku sangat sayang paman," ucap Liam.


Setelah itu paman nya keluar dari sana.


"Apa kalian semua lihat-lihat?" tanya Liam pada teman satu sel nya.


"Tidak mungkin kakak yang sangat licik seperti mu bisa keluar dari sini." ucap teman nya.


"Kita lihat saja nanti, justru kalian semua yang akan menekam lama di sini." ucap Liam.


"Semua kesalahan yang kita lakukan harus kita tebus dengan hukuman yang pantas." ucap Teman nya. Tiba-tiba Liam marah dia menghajar wajah orang yang berbicara itu.


"Saya tidak melakukan kesalahan-kesalahan apa pun, Adik saya dan suami nya yang sangat keterlaluan." ucap Liam.


"Heh! Heh! ada apa ini ribut-ribut?" tanya penjaga. Mereka langsung di pisah kan.


"Kamu selalu saja membuat ribut, apa kau mau Lama di sini?" tanya penjaga pada Liam.


"Mereka yang memulai duluan." ucap liam kesal.


Sementara di tempat lain Pak putra Duduk terdiam di sudut sel itu. Dia sendirian tidak ada yang menemani dia di sana.


Dia mengingat almarhum istri nya yang bernama Rida.


"Lihat lah Rida, putri ku sendiri membuat aku di dalam penjara." ucap pak putra.


Tiba-tiba seperti melihat bayangan yang membuat nya terkejut.


"Kau yang sudah membuat diri mu sendiri masuk penjara. Sophia dan Ano tidak memiliki salah kepada kamu, dia sangat menyanyangi mu dengan Liam namun kalian tidak pernah menyanyangi dia."


"Ini adalah hukuman yang pantas untuk mu dengan Liam."

__ADS_1


Pak putra berteriak dia sangat takut dan badan nya gemetar.


"Kenapa Pak? Apa di sini sangat sejuk? Apa di sini begitu nyaman untuk bersembunyi?" tanya Bibi yang baru saja datang dan melihat pak putra seperti orang kesurupan dan ketakutan.


__ADS_2