Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia Baper


__ADS_3

Sophia diam sambil melihat semua nya kotor.


Dia juga tidak berani memaksakan Gerwyn untuk makan. Akhirnya dia membersihkan lantai itu.


Gerwyn mencari ponsel nya.


"Di mana Ponsel saya?" tanya Gerwyn. Sophia langsung mengambil ponsel Gerwyn di atas meja. Gerwyn membuka handphone dan menelpon Vano asisten nya.


Entah apa yang mereka bicarakan Sophia tidak ingin tau.


Karena sudah jam enam pagi, Sophia harus berangkat magang.


"Pak aku magang sebentar, setelah itu aku akan kembali ke sini." ucap Sophia.


"Tidak perlu kembali ke sini! Saya tidak mau melihat wajah kamu." ucap Gerwyn. Sophia tidak bisa mengatakan apapun dia mengambil tas nya.


"Sebagai seorang istri aku harus berpamitan kemana pun aku pergi. Dan sudah tugas ku untuk menjaga suami ku di saat sakit." ucap Sophia dan setelah itu pergi.


Gerwyn menghela nafas panjang.


Tidak beberapa lama orang tua Gerwyn datang.


"Gerwyn! Apa yang terjadi?" tanya Buk Linda.


"Mamah! Kenapa mamah ada di sini?" tanya Gerwyn kaget.


"Justru mamah yang nanya kenapa kamu di sini? Apa orang jahat itu mencelakai kamu? Apa dia tidak puas?" ucap Buk Linda.


"Bukan Mah, Mamah tenang dulu jangan sampai sakit mamah kambuh lagi. Aku hanya kecelakaan saat di perjalanan, sekarang aku baik-baik saja." ucap Gerwyn.


"Syukur lah kalau begitu." ucap buk Linda.


"Mamah tau dari mana aku di sini?" tanya Gerwyn.


"Dari Bibi."


"Kamu janji Setelah menikah kamu akan tinggal dengan ibu, namun kamu bohong, Ibu semakin kesepian di rumah karena waktu kamu hanya untuk istri kamu dan kerja saja." ucap Buk Linda.


"Dan sekarang Istri kamu tidak ada di saat kamu di rumah sakit seperti ini." ucap Buk Linda lagi.


Gerwyn mengingat sudah beberapa hari dia tidak bertemu dengan Sophia, namun setelah sadar yang pertama di lihat nya adalah istri nya.


"Mamah gak mau tau pokok nya kamu harus pulang ke rumah dan menetap di sana." ucap buk Linda.


"Iyah Mah, setelah aku keluar dari rumah sakit aku akan tinggal di rumah."


"Sekarang bagaimana keadaan kamu? Mana yang sakit?"

__ADS_1


"Semua badan ku sangat sakit Mah, aku Bosan di sini."


"Sebentar lagi pasti pulang kok, kamu harus rajin minum obat dan makan yang banyak." ucap buk Linda. Gerwyn mengangguk.


"Istri kamu mana? Kenapa dia tidak ada di sini?"


"Humm dia.." "Mana mungkin aku bilang kalau Sophia magang, Ibu pasti akan marah aku menikah dengan anak yang masih sekolah." batin Gerwyn.


"Dia ada kerjaan Mah di luar, nanti juga dia ke sini kok. Mamah lebih baik pulang dan istirahat karena mamah belum boleh kecapean " ucap Gerwyn.


"Mamah masih ingin di sini."


Gerwyn pun mengangguk.


"Kenapa kamu gak bilang kalau Istri kamu punya Adik yang sangat ganteng dan baik." Gerwyn terkejut dengan kata-kata Mamah nya.


"Mamah ingin dia tinggal sama kita di rumah ibu. Dia juga sudah tamat SD, dia bisa sekolah SMP yang dekat rumah." ucap buk Linda.


"Itu tergantung Sophia Mah, aku tidak bisa mengatakan apa-apa." ucap Gerwyn.


"Kamu bujuk dia agar kasih ijin adik nya tinggal sama Ibu."


Gerwyn hanya mengangguk saja.


Cukup lama Buk Linda di sana, dia mulai bosan karena Gerwyn tidur akhirnya dia pun pamit untuk pulang.


"Kemana dia? kenapa dia sangat lama datang? dia bilang hanya sebentar saja." ucap Gerwyn sambil melihat ke arah pintu.


Sudah menunggu sampai jam empat sore Sophia tak kunjung datang akhirnya Gerwyn menghubungi nya.


Sophia yang kebetulan lagi mengerjakan tugas di rumah teman nya melihat suaminya menelpon dia langsung pamit untuk pulang.


"Berani-beraninya dia tidak menjawab telepon ku!" Gerwyn kesal namun tiba-tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu.


"Maafkan aku pak lambat datang nya karena aku harus mengerjakan tugas dulu." ucap Sophia sudah sangat khawatir.


Gerwyn melihat Sophia yang terlihat ngos-ngosan dan memegang buku di tangan nya membuat nya percaya.


"Saya tidak mau kamu mengulangi hal yang sama." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.


"Saya lapar tapi tidak mau makan itu." ucap Gerwyn.


Sophia melihat menu makanan sama seperti pagi tadi.


"Tapi bapak Belum boleh makan makanan yang keras dan pedas." ucap Sophia.


"Lebih baik kamu segera beli makanan di restoran terdekat karena saya sangat lapar." ucap Gerwyn. Sophia melihat Gerwyn pucat akhirnya dia pun mengangguk dia pun keluar namun tiba-tiba masuk lagi.

__ADS_1


"Apa lagi?" tanya Gerwyn.


"Humm aku tidak memiliki uang." Gerwyn menghela nafas panjang dia pun mengirim kan uang ke rekening Sophia melalui Handphone nya.


Tidak beberapa lama Sophia kembali dengan makanan yang sangat banyak. Kali ini Gerwyn mencoba untuk makan sendiri menggunakan tangan kiri nya.


"Aaarggghh!!" dia kesal dan meletakkan sendok dengan kasar karena tangan nya terasa sangat sakit.


"Biar saya bantu." ucap Sophia dia mencuci tangan nya dan menyuapi Gerwyn.


Awalnya Gerwyn tidak mau namun wajah Sophia seperti membujuk anak kecil makan senyuman di bibir dan juga tatapan yang tulus.


Gerwyn seketika mengingat waktu diri nya kecil.


Akhirnya dia pun mau makan di suapin oleh Sophia.


"Auhhhh!!" Sophia menjerit.


Gerwyn kebingungan.


"Bapak menggigit jari saya!" Gerwyn langsung paham.


"Ada sendok kenapa kamu harus mengunakan tangan kamu, tangan kamu sama sekali tidak bersih dan pasti banyak kotoran nya." ucap Gerwyn.


Sophia meniup jari telunjuk nya tidak memperdulikan Gerwyn. Gerwyn menarik tangan Sophia agar dia bisa melihat jari yang mana yang sakit.


Tidak luka namun mungkin perih karena langsung tulang-tulang, Gerwyn meniup nya.


"Saya sangat lapar sehingga tidak sadar." ucap Gerwyn.


Sophia gugup ketika Gerwyn memegang pergelangan nya dengan lembut dan meniup jari nya.


"Sudah tidak sakit lagi kok pak, lanjut makan saja." ucap Sophia Malah menyuapi Gerwyn dengan tangan nya yang sakit.


"Yakin tidak apa-apa?" Sophia mengangguk sambil tersenyum.


"Walaupun bapak galak tapi Asli nya perduli banget yah." ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.


Dia langsung melahap makanan yang di tangan Sophia.


"Saya tidak bisa makan kalau tangan kamu sakit, bukan ke geeran dan berfikir saya perduli pada kamu." ucap Gerwyn dengan ketus. Sophia tersenyum.


Karena pakai tangan mulut Gerwyn sedikit berantakan, Sophia membersihkan nya dengan tisu, Gerwyn terkejut memegang tangan Sophia.


Mata mereka bertemu.


"Auh sakit pak." ucap Sophia karena Gerwyn menggenggam tangan nya sangat kuat.

__ADS_1


"Gak usah sok perduli pada saya! saya bisa membersihkan nya sendiri." ucap Gerwyn mengambil tisu dan membersihkan Bibir nya.


__ADS_2