
Adit juga meninggal kan beberapa Lembar uang untuk mereka karena kelihatan tidak mempunyai uang.
"Tidak mungkin Sophia seperti itu." batin Adit. Namun saat mau pulang Liam baru saja pulang.
Dia menatap Adit.
"Loh bukannya kamu melanjutkan kuliah di luar negeri? Kenapa kamu begitu cepat kembali?" tanya Liam. Adit menyalim tangan Liam dengan sopan walaupun Liam dulu sangat jahat kepada nya.
"Aku mendapat kan libur yang panjang kak." ucap Liam. "Oohh begitu." ucap Liam sambil melihat penampilan Adit dan juga mobil mewah yang dia bawa.
"Kamu ke Sini mau mencari Sophia?" tanya Liam. "Iyah Kak." jawab Adit. "Dia sudah tidak tinggal di sini lagi. Kakak juga tidak tau dia ada di mana." ucap Liam.
"Apa dia tidak pernah kembali lagi ke sini kak?" tanya Adit. "Dia tidak memberi tahu dia kemana? Awalnya kakak berfikir kalau dia tinggal bersama kamu." ucap Liam.
"Beberapa bulan lalu aku harus pindah ke Luar negeri melanjutkan kuliah ku kak. Dan aku juga putus dengan nya." ucap Liam.
Liam terdiam. "Baiklah kalau begitu aku pamit yah kak." ucap Adit. "Tunggu dulu!" Liam menahan tangan Adit.
"Iyah kak ada apa?" tanya Adit.
"Kalau kamu menemukan nya kakak mohon beri tahu dia tinggal di mana, katakan kalau kakak sangat merindukan mereka." ucap Liam.
Adit hanya mengangguk dan setelah itu dia langsung keluar.
"Seandainya kalau kak Liam merindukan Sophia dengan Ano dia pasti mencari kemana pun." ucap Adit.
Dia memutuskan untuk kesekolah Ano sebelum nya mencari tau kemana Ano melanjutkan sekolah. Kebetulan sekolah itu tau kalau Ano masuk ke sekolah terbaik di kota itu.
Adit kaget Ano kenapa bisa masuk ke sana, namun Adit langsung ke sana.
Tidak beberapa lama sampai di sekolah Ano. "Bagaimana bisa Ano sekolah di sini? atau jangan-jangan orang itu salah informasi." batin Adit.
"Tidak mungkin Ano di sini, sebaik nya aku mencari lagi." ucap Adit mau pergi namun tiba-tiba ada yang memanggil nya.
"Permisi pak, mencari Siapa yah?" tanya Bu guru yang kebetulan lewat dari sana.
"Perkenalkan Bu Nama saya Adit. Saya ke sini ingin bertanya apa benar anak yang bernama Ano sekolah di sini?" tanya Adit.
"Yang bernama Ano banyak di sini Pak. Ano yang mana?" tanya guru itu. Adit memberi tahu anak yang sekolah di sekolah SD Ano sebelum nya.
" kalau begitu saya akan memanggil guru yang di kelas tujuh." ucap guru itu. Tidak beberapa lama Bu Ena datang menghampiri Adit.
__ADS_1
"Ada apa yah pak?" tanya Bu Ena. "Saya mencari anak yang bernama Ano. Apa benar dia sekolah di sini?" tanya Adit.
"Ano?" ucap Bu Ena. Bu Ena membawa Adit masuk ke dalam. "Kak Adit!!" Ucap Ano berteriak langsung memeluk Adit.
Mereka berpelukan. "Bagaimana bisa kakak ada di sini? Aku sangat merindukan kakak." ucap Ano.
"Kakak juga sangat merindukan kamu dek." ucap Adit mencium pipi Ano.
"Kenapa kakak tau aku di sini?" tanya Ano.
"Ano.. Lagi jam belajar. Ayo kembali belajar." ucap Bu Ena.
"Berapa menit lagi Bu?" tanya Adit. "Sekitar 15 menit lagi, bapak bisa menunggu di depan." ucap Bu Ena.
"Oohh baiklah kalau begitu." ucap Adit.
"Aku lanjut belajar dulu yah kak, kakak jangan pergi dulu, aku masih sangat merindukan kakak." ucap Ano. Adit menganguk.
Adit keluar. Ano tidak berhenti melihat ke depan karena takut Adit akan pergi meninggalkan dia.
Tidak beberapa lama Ano keluar. Dia langsung menyusul Adit.
"Kamu pasti haus, nih minuman untuk kamu." Adit.
Adit tersenyum.
"Kakak sangat tampan Sekarang. Kakak juga memiliki kulit yang sangat putih dan terlihat sangat keren, pasti kakak sudah mempunyai pacar baru kan?" ucap Ano.
Adit tertawa kecil. "Kamu bisa saja." ucap Adit. "Pasti kakak sudah melupakan mbak Sophia kan?" ucap Ano.
"Enggak kok. Kakak tidak memiliki wanita lain. Kakak masih sangat mencintai mbak Sophia." ucap Adit.
Ano tersenyum. "Kakak sangat bingung bagaimana bisa kamu sekolah di sini?" tanya Adit. Ano diam.
"Baiklah kakak tidak akan bertanya tentang itu, tapi sekarang bagaimana dengan keadaan mbak Sophia?" tanya Adit.
"Sangat baik kak." ucap Ano. "Sekarang Ano tinggal di mana? Kakak ke rumah Ano sebelum nya namun kata kak Liam kalian tidak pernah kembali ke sana lagi." ucap Adit.
"Panjang ceritanya kak. Sekarang kami tinggal jauh dari rumah kami sebelumnya." ucap Ano.
"Kakak mengerti kok, kakak tidak Akan membahas itu, tapi apa kakak boleh bertemu dengan mbak Sophia?" tanya Adit.
__ADS_1
"Boleh kak, pasti mbak Sophia senang kakak datang." ucap Ano. Adit tersenyum.
Adit harus menunggu Ano pulang sekolah. Setelah pulang sekolah mereka Menuju ke rumah Gerwyn.
"Loh mbak Sophia Masih bekerja di sini?" tanya Adit karena sebelumnya dia pernah menjemput Ano dan Sophia di rumah Gerwyn.
Adit berhenti di depan rumah Gerwyn.
"Bukan hanya bekerja saja Kak, tapi kamu sudah menetap di sini, aku bisa melanjutkan sekolah karena bantuan kak Gerwyn juga." ucap Ano.
"Kak Gerwyn? Bos nya mbak Sophia?" ucap Adit. Ano bingung harus menjelaskan nya bagaimana.
"Lebih baik ayo turun kak." ucap Ano.
Mereka turun.
"Loh kok kamu pulang lebih awal? Supir baru saja mau berangkat." ucap Gerwyn pada Ano.
Adit melihat Gerwyn langsung terdiam. Begitu juga dengan Gerwyn yang melihat Adit.
"Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Gerwyn. Adit mengingat kalau yang membuat hubungan nya di ketahui oleh orang tua nya karena Gerwyn.
"Saya ingin bertemu dengan Sophia." ucap Adit. "Dia sedang tidak ada." ucap Gerwyn.
"Saya ingin bertemu dengan Sophia! Kenapa Bapak menghalangi saya?" ucap Adit.
"Saya mempunyai hak karena pria seperti anda hanya bisa menyakiti dia." ucap Gerwyn.
"Justru semua ini karena Bapak!" ucap Adit.
"Kamu yang meninggal kan dia! Kamu sama sekali tidak memperjuangkan dia!" ucap Gerwyn.
"Kenapa sangat berisik sekali?" ucap Sophia yang baru saja datang. Dia melihat Adit sangat terkejut. Baru saja dia melupakan Adit agar tidak membuat kepala nya pusing namun orang yang dia benci sudah ada di depan nya.
"Ngapain kamu ada di sini?" tanya Sophia.
"Sophia aku sangat merindukan kamu, aku kembali." ucap Adit pada Sophia. Namun Gerwyn tiba-tiba berdiri di depan Sophia.
"Pergi dari rumah saya!" ucap Gerwyn.
"Bapak jangan ikut campur! Jangan menghalangi saya dengan Sophia." ucap Adit.
__ADS_1
"Saya harus ikut campur karena Sophia adalah istri saya, dia sedang mengandung anak saya!" ucap Gerwyn, kata-kata Gerwyn Membuat seluruh tubuh Adit lemas.