Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Hena tidak mau mendengar kan Teman nya


__ADS_3

"Mau bahas apa sih Sophia? Seperti nya serius banget." ucap Hena. "Kemarin.." baru saja mau ngomong namun ponsel Hena tiba-tiba berdering.


"Tunggu bentar yah." ucap Hena. Hena menelpon satu jam lama nya membuat Sophia jenuh. "Maaf yah Sophia. Ini pacar aku. Dia ngambekan kalau tidak di temanin sama tidur." ucap Hena.


"Pacar baru lagi?" tanya Sophia, Hena menggeleng kan kepala nya. "Masih Pria tua itu? Kenapa dia kekanak-kanakan." ucap Sophia. "Sudah lah jangan di bahas nama nya juga sudah Bucin." ucap Hena seketika Sophia jadi geli.


"Oh iya lanjutin apa yang mau kamu sampai kan." ucap Hena. "Aku langsung saja yah." ucap Sophia mau berbicara namun lagi-lagi ada gangguan.


"Ting nong!!" bunyi bel rumah. Sophia Menghela nafas panjang. Cukup lama juga Sophia menunggu tamu Hena baru pergi.


"Hena aku pamit aja yah." ucap Sophia. "Tunggu dulu, aku mau nanya kamu kenapa bisa luka-luka seperti ini?" tanya Hena.


"Ya ampun Hena z sudah tiga jam aku di sini kamu baru bertanya?" ucap Sophia kesal, Hena tertawa.


"Aku serius sekarang nih, kamu mau ngomongin apa tadi?" tanya Hena.


"Kemarin Vano sekertaris Mas Gerwyn datang ke rumah nganterin berkas-berkas, sekalian dia juga membahas." "Soal papah nya kan? Soak Om Davit kan?" ucap Hena.


Sophia mengangguk.


"Dasar pengadu banget, dia mau menjelekkan aku pasti sama sahabat ku sendiri." ucap Hena.


"Aku mau kamu meninggalkan Om-om itu, dia mempunyai Anak, dia mempunyai istri, kamu sangat tega." ucap Sophia.


"Jangan ikut campur deh sama urusan pribadi aku Sophia, lebih baik kamu urus urusan kamu sendiri." ucap Hena.


"Tapi Hena, itu tidak baik, kamu tau itu sangat Tidak baik." ucap Sophia.


"Sudah lah aku malas membahas nya." ucap Hena. Sophia Menghela nafas panjang. "Pokok nya aku gak mau tau kamu harus meninggalkan Om itu, kalau tidak kamu akan berurusan dengan Vano langsung, dan kalau Mas Gerwyn tau aku yang Akan kena imbasnya Hena." ucap Sophia


Hena diam saja, dia bingung mau ngomong apa lagi karena dia tidak mau menuruti perintah teman nya itu.


"Aku pulang dulu, sebentar lagi Ano pulang." ucap Sophia.


"Kok buru-buru sih?" tanya Hena.


"Aku tidak bisa lama-lama di sini melihat kamu, kamu sangat keras kepala." ucap Sophia. Hena terdiam.

__ADS_1


"Ya aku minta maaf, cuman aku sudah nyaman." ucap Hena.


"Aku juga bingung mau ngomong apa Sophia, urus saja urusan kamu kalau begitu, aku hanya mengingatkan kamu sekali saja." ucap Sophia laku pergi begitu saja meninggalkan Hena.


"Huff dasar pria bermulut ember, awas saja kamu yah." ucap Hena.


Sophia sudah sampai di Sekolah Ano. Dia masuk ke dalam karena dia terlalu cepat datang nya. Namun saat dia masuk ke sekolah dan melihat ke dalam kelas Ano. Dia akhirnya bisa melihat anak perempuan yang membuat nya penasaran.


"Wahh ternyata dia cantik." batin Sophia. Saat murid sudah keluar anak perempuan itu tidak sengaja menabrak Sophia.


"Maaf mbak, Maaf aku tidak sengaja." ucap Anak itu.


"Gak apa-apa kok, kamu sendiri gak apa-apa kan?" tanya Sophia. Dia menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum tipis.


"Oh iya kenalin nama Tante Sophia, nama kamu Siapa?" tanya Sophia. "Nama aku Enjel Tante."


"Nama yang Bagus. Tante sudah lama ingin ketemu sama kamu, Tante sangat suka melihat lukisan kamu." ucap Sophia.


Enjel tersenyum.


"Loh kok kamu ngobrol sama Mbak aku?" ucap Ano.


"Aku tidak sengaja menabrak Tante Sophia, aku minta maaf dan kenalan saja." ucap Enjel dengan suara mungil nya.


"Maka nya kalau jalan itu lihat jalanan ke depan bukan ke bawah Terus!" ucap Ano. Sophia kaget dengan Adek nya yang sangat judes pada Enjel.


"Heh Ano kenapa seperti itu kamu berbicara?" tanya Sophia.


"Aku permisi dulu yah Tante." ucap Enjel. Sophia mau menahan namun Enjel langsung berlari.


"Dia jadi takut kan." ucap Sophia. Ano hanya diam saja.


"Kamu ke mobil duluan aja, mbak mau ketemu guru kamu sebentar." ucap Sophia. Ano mengangguk.


"Mbak Sophia di sini juga? Pak Gerwyn gak ikut?" tanya Buk Ena. Sophia seketika langsung memasang wajah datar..


"Maaf mbak Kalau saya lancang bertanya." ucap buk Ena.

__ADS_1


"Saya mau nanya soal anak perempuan yang putih duduk di paling belakang itu." ucap Sophia.


"Mbak kenal sama Enjel?" tanya buk Ena. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Dia emang anak nya seperti itu yah buk?" tanya Sophia.


"Enjel adalah anak satu-satunya dari keluarga nya, ibu nya sudah meninggal Dunia. Dia anak yang sangat pendiam, dan terkadang dia tidak mau sekolah karena Ano selalu menjahili dia." ucap buk Ena.


"Ano Buk?" ucap Sophia. Buk Ena mengantuk.


"Ano bukan sengaja untuk menjahili nya namun dia tidak suka karena Enjel pendiam, Ano selalu mendekati nya namun Enjel tidak mau, itu sebabnya Ano terkadang hilang kesabaran." ucap buk Ena.


"Kenapa tidak di tegur saja Buk?" ucap Sophia.


"Sudah di tegur buk, namun sepertinya Ano menyukai Enjel, diam-diam Ano juga memerhatikan Enjel." ucap buk Ena.


Sophia terdiam dia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Ya sudah terima kasih kalau begitu buk, saya permisi." ucap Sophia. Sampai di mobil Sophia menatap adiknya.


"Kenapa mbak menatap ku seperti itu?" tanya Ano.


"Mbak mau tanya deh sama kamu, sebenarnya kamu yang buat Enjel gak mau masuk sekolah kan? Enjel menjadi sangat takut sama kamu." ucap Sophia.


"iihh enggak lah mbak, aku saja dengan dia kurang dekat." ucap Ano. "Jangan bohong deh." ucap Sophia.


"Mbak aneh deh. Oh iya nih lukisan yang mbak minta.' ucap Ano memberikan lukisan itu.


"Wahh Bagus banget, Enjel cantik banget di sini, seandainya dia tau kalau ada seseorang yang melukis nya diam-diam, bagaimana yah?" ucap Sophia.


"Ih mbak jangan di kasih tau, nanti dia marah." ucap Ano.


"Kamu takut dia marah, tapi kamu sangat jahat pada nya." ucap Sophia. "Mbak sudah tau dari guru kelas kamu." ucap Sophia. Ano pun diam.


"Kamu tidak baik seperti itu pada perempuan dek, kalau kamu suka ya udah di ungkapin saja, jangan mengganggu dia, dia pasti sangat tidak nyaman." ucap Sophia.


"Aku tidak menjahili nya mbak, aku hanya ingin berteman tapi dia malah tidak mau, dia tidak suka pada ku karena berteman Sama anak kelas lain yang suka membuly dia." ucap Ano.

__ADS_1


__ADS_2