Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sangat egois


__ADS_3

Gerwyn tidak menyetujui keputusan Sophia.


"Aku tidak perduli dengan tanggapan bapak, intinya aku ingin tetap berpisah." ucap Sophia.


"Baiklah kalau kamu tetap ingin berpisah, kamu akan tanggung sendiri resiko nya, hidup kamu akan jauh lebih berantakan dari sebelumnya. Dan Ano akan jadi tumbal dengan keputusan kamu ini." ucap Gerwyn.


"Jangan pernah membawa-bawa Ano ke masalah kita." ucap Sophia. Gerwyn tertawa.


"Kamu tidak mempunyai hak untuk melarang apa yang saya lakukan. Ingat yah kamu tidak akan jadi siapa-siapa kalau bukan karena saya! Jadi jangan berharap untuk membuat keputusan sendiri." ucap Gerwyn.


Sophia diam. Gerwyn mendekati Sophia.


"Kalau kamu tidak ingin saya dekat dengan wanita mana pun saya akan melakukan nya asalkan kamu bisa membuat saya betah di rumah dan ternyata tidak mencari wanita di luar sana." ucap Gerwyn memegang rahang Sophia.


"Kalau kamu benar-benar mencintai saya, buktikan kata-kata kamu. Karena tidak hanya kamu saja yang mencintai saya." ucap Gerwyn. Gerwyn melepaskan rahang Sophia dan pergi.


"Apa yang aku katakan? Aku mengatakan aku mencintai nya Tampa berfikir panjang." batin Sophia.


"Apa benar aku menyukai dia? Kenapa aku bisa berbicara seperti itu?" Dia saja heran kenapa berbicara seperti itu.


"Mbak Sophia kenapa belum siap-siap? Kita kan mau pergi sama kak Adit." ucap Ano. Gerwyn mendengar ucapan Ano Gerwyn menatap Sophia.


"Iyah dek, tunggu sebentar yah, mbak bersih-bersih dulu." ucap Sophia. Ano mengangguk.


Setelah selesai bersih-bersih di luar Sophia mau siap-siap.


"Pak saya hari ini ijin keluar." ucap Sophia. Gerwyn yang sedang duduk menonton TV menoleh ke arah Sophia.


"Kamu tidak lihat kamar ini sangat berantakan? Kamu tidak bisa pergi sebelum kerjaan kamu selesai." ucap Gerwyn. Sophia melihat kamar yang tiba-tiba jadi sangat berantakan sementara pagi tadi dia bersihkan.


Sophia pun membersihkan nya tanpa berfikir panjang, dia buru-buru agar Adit tidak terlalu lama menunggu nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Namun tiba-tiba Gerwyn merasa badan nya gatal.


"Saya rasa sprei ini sudah kotor, kulit saya tiba-tiba gatal setelah berbaring, cepat ganti!" ucap Gerwyn.


"Tapi aku baru menukar nya semalam pak, bahkan belum di tidurin oleh bapak!" ucap Tasya.


"Tidak ada bantahan cepat kerjakan apa yang saya suruh!" ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas dia pun membuka sprei yang masih sangat bersih.

__ADS_1


"Lain kali menyuci pakaian yang bersih! Bahkan kaus yang saya pakai sangat bau." ucap Gerwyn membuka kaus nya melemparkan pada Sophia.


Sophia menangkap.


"Kaus ini sama sekali tidak bau Pak." ucap Sophia.


"Seperti nya hidung kamu tersumbat." ucap Gerwyn mengambil ponsel dan laptop nya dari atas kasur.


Dia melihat Sophia yang mau mengambil sprei dari atas lemari. Namun tangan nya tidak sampai dia mencoba memakai kursi namun tetap saja tidak sampai dia hampir Saja jatuh namun langsung cepat di tahan oleh Gerwyn.


Sophia sudah sangat takut jatuh sehingga dia menutup mata nya, namun perlahan dia membuka nya.


"Terimakasih Pak." ucap Sophia berdiri dari pelukan Gerwyn.


"Lain kali kalau butuh bantuan bilang." ucap Gerwyn. Sophia hanya diam.


Gerwyn melihat Sophia membawa sprei ke kasur.


Setelah selesai Sophia mau ke kamar mandi namun tiba-tiba Gerwyn memanggil nya.


"Baju saya sudah banyak yang kotor, cuci dulu!" suruh Gerwyn. "Kan bisa nanti sore Pak, saya ada janji dengan teman saya." ucap Sophia.


"Tidak bisa! Harus sekarang." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang. Dia mendengar suara klakson motor dari luar.


Gerwyn langsung keluar dan turun menyusul Adit, sementara Sophia langsung mengirim kan pesan pada Adit.


"Seperti nya aku tidak bisa pergi hari ini, besok saja yah." ucap Sophia. Adit membaca pesan Sophia.


"Heh! Ngapain kamu di sini?" tanya Gerwyn yang baru saja keluar dari rumah.


"Saya mencari Sophia Paman." ucap Adit.


"Dia tidak bisa keluar hari ini, lebih baik kamu pergi." ucap Gerwyn.


"Kak Adit.." Ano keluar.


Adit langsung memeluk Ano.


"Mbak Sophia belum selesai siap-siap kak, kakak tunggu sebentar Yah." ucap Ano.

__ADS_1


"Kamu pergi sama Ano aja yah, soal nya kerjaan aku di sini belum selesai, setelah selesai aku mengabari kamu." ucap a


Sophia.


"Oohh gak apa-apa kok, kamu jangan terlalu kecapean yah." Adit pun pergi bersama Ano.


"Dia pacar kamu kan?" tanya Gerwyn pada Sophia yang mau pergi masuk ke dalam.


"Hanya teman!" ucap Sophia.


"Jangan berbohong! Saya sudah lama tau hubungan kalian!" ucap Gerwyn. "Bapak tidak perlu betahnya lagi kalau bapak sudah tau!" ucap Sophia. Gerwyn diam.


"Saya mau kamu putus kan dia! Karena kamu adalah istri saya, kamu sudah mempunyai suami." ucap Gerwyn.


Sophia Menatap pak Gerwyn.


"Perjanjian kita dari awal adalah untuk tidak mengikut campuri urusan masing-masing, cukup urus diri sendiri." ucap Sophia. Gerwyn Menatap Sophia.


"Itu hanya sebuah kata-kata, sekarang situasi nya berbeda!" ucap Gerwyn. "Aku tidak akan pernah meninggalkan nya karena aku bahagia dengan dia." ucap Sophia.


"Untuk apa kamu bersama dia sementara kamu mencintai saya?" "Bapak jangan salah, aku bisa mencintai dua pria sekaligus dengan satu hati." ucap Sophia setelah itu dia pergi masuk ke dalam.


"Ternyata dia hanya main-main saja dengan perkataan nya." batin Gerwyn. Dia mengingat kata-kata pengakuan Sophia tadi pada nya.


Dia duduk di ruang tamu sambil mengingat wajah Sophia yang mulai berani kembali melawan nya.


Namun tiba-tiba dia mengejar Sophia ke atas. Dia masuk ke kamar menarik tangan Sophia yang sedang mengumpulkan pakaian kotor Gerwyn yang tergantung dan melemparnya ke kasur.


Sophia terkejut.


"Apa yang Bapak lakukan? Lepaskan aku!" Sophia berontak. Gerwyn langsung mencium bibir Tasya. Namun tiba-tiba Tasya menampar pipi Gerwyn.


"Jangan samakan aku dengan wanita yang bapak bayar di luar sana!" ucap Sophia mendorong Gerwyn dan membawa pakaian ke kamar mandi.


Gerwyn berbaring dia memegang pipi nya yang terasa sangat sakit setelah di tampar oleh Sophia.


"Kenapa aku tidak bisa mengontrol diri ku sendiri? Kenapa aku begitu marah saat Sophia mengatakan dia bisa mencintai dua pria sekaligus." batin Gerwyn.


Tidak terasa sudah jam satu siang, Gerwyn terbangun karena sangat lapar. Ternyata dia ketiduran setelah di tampar oleh Sophia tadi.

__ADS_1


Dia bangun. Gerwyn melihat Sophia yang juga ketiduran di sofa. Dia mendekati nya tidak mau menyerah dia mencium bibir Sophia dengan lembut agar Sophia tidak bangun.


Namun mungkin Sophia kelelahan dia tidak merasa kan apapun, Gerwyn tidak tahan dia semakin memperdalam ciuman nya.


__ADS_2