Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Mandi bersama


__ADS_3

Keesokan harinya Sophia dan Gerwyn perjalanan ke rumah buk Linda.


"Bapak tidak mau turun dulu? Pasti Tante Linda menunggu bapak." ucap Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Saya akan berangkat kerja," ucap Gerwyn. Sophia keluar dari mobil, supir mengeluarkan koper nya dan setelah itu Mobil itu pun pergi.


"Loh Kok suami kamu gak ikut turun? padahal Bibi hari ini masak sarapan kesukaan dia." ucap Buk Linda melihat Sophia masuk menarik Koper nya.


"Kata nya ada kerjaan Tante," ucap Sophia.


"Oohhh ya udah deh, ayo buruan masuk, kamu pasti belum sarapan ayok sarapan." ajak Buk Linda.


Setelah selesai sarapan Sophia di antar ke kamar Gerwyn yang sebelumnya juga sudah tempat mereka tidur.


Sophia duduk di sofa.


"Huff kapan yah aku bisa kembali magang, sebentar lagi akan Ujian." batin Sophia.


Dia melihat rambut nya yang sudah sangat kusut.


"Sudah sangat lama aku tidak membasuh rambut ku, ini pasti sangat bau, tapi aku tidak bisa sendiri." ucap Sophia.


Mau minta tolong pada Bibik di luar dia juga tidak enak.


Sophia keluar dari kamar.


Dia melihat Ano yang sedang asyik bermain.


"Mbak Sophia kenapa? Mbak Sophia ada masalah yah?" tanya Ano melihat Sophia duduk di samping nya.


"enggak kok, mbak hanya ingin melihat Ano di sini main." ucap Sophia.


"Aku senang Ano bisa merasakan Hidup seperti nya ni, di sayang sama Tante Linda. Tapi di sisi lain aku tidak bisa jadi diri ku sendiri, aku sangat kesepian bahkan semakin ke sini aku tidak tau tujuan hidup ku selain hanya untuk Ano." batin Sophia.


Di malam hari mereka makan malam bersama.


"Ayo di tambah jangan malu-malu." ucap buk Linda pada Sophia.


Sophia tersenyum sambil mengangguk.


"Tante! Saya minta maaf sebelumnya saya sudah kurang ajar dan tidak sopan pada Tante." ucap Sophia.


"Sudah lah jangan di ingat lagi, Lagian Tante yang memulai duluan."


"Tapi sekarang Tante ingin kamu sama Gerwyn baik-baik saja, Tante sangat senang karena Gerwyn bisa move on dari Okta dan menikah dengan kamu. Tante tau kamu pasti wanita baik-baik, Tante tidak perduli apapun lagi sekarang Tante hanya ingin kamu, Ano dan Gerwyn tinggal bersama Tante di sini." ucap buk Linda.

__ADS_1


Sudah larut malam Namun Gerwyn tak juga pulang.


"Non Sophia lebih baik istirahat, Tuan Gerwyn mungkin tidak pulang hari ini," ucap Bibik karena kasihan Sophia sampai ketiduran di sofa.


"Gak Apa-apa bik, tadi dia bilang pulang kok." Ucap Sophia.


"Mustahil kalau Pak Gerwyn cepat pulang Non, bisa jadi shubuh nanti dia baru pulang." ucap Bibik, Sophia Terdiam dia melihat ke arah luar seperti tidak ada tanda-tanda Gerwyn pulang dia pun masuk ke kamar.


Di pagi hari nya.


"Hay Mah," Gerwyn baru saja pulang.


"Ya ampun Nak, kamu dari mana saja, istri kamu semalaman nungguin kamu gak pulang-pulang!" ucap buk Linda.


"Biasa mah, kerjaan di kantor sangat padat aku baru bisa pulang sekarang." ucap Gerwyn.


Sophia baru keluar dari dapur membawa sarapan.


Melihat Gerwyn Sophia hanya diam saja.


"Ya udah Mah, Mamah lanjut sarapan yah, aku mau istirahat dulu." ucap Gerwyn.


"Loh gak sarapan dulu?" tanya buk Linda, "Aku sudah sarapan kok Mah." Gerwyn langsung masuk ke dalam kamar.


Sophia menyusul nya.


Gerwyn menatap Sophia.


"Kamu lupa yah sama perjanjian yang kamu Buat sendiri? Di antara kita tidak ada yang boleh ikut campur dengan urusan pribadi, dan kamu tidak ada hak untuk melarang saya kemana pun dan kapan pun saya mau pergi." ucap Gerwyn.


"Maksud saya tidak mengikut campuri adalah urusan yang benar-benar pribadi, bukan seperti ini! Aku istri Bapak namun Bapak Malah tidur dengan wanita di luar sana." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum.


"Saya tidak Sudi tidur dengan wanita sakit seperti kamu! Bau, kotor, kusam." ucap Gerwyn. Sophia terdiam.


Gerwyn membuka jas dan juga membuka kancing tangan kemeja nya.


"Aku minta maaf kalau aku sudah membuat bapak kesal, tapi aku minta tolong." ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.


"Kenapa? Soal uang?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah sangat lama tidak keramas bahkan rambut ku sudah sangat lepek dan bau, saya tidak bisa sendiri." ucap Sophia.


Gerwyn berdiri dia menatap Sophia dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Punya Tangan kan? Jangan mencoba merepotkan saya." ucap Gerwyn.


Sophia terdiam.


"Saya mau istirahat jangan ganggu saya." ucap Gerwyn sambil berbaring.


Sophia tidak bisa melakukan apapun akhirnya dia bernekat untuk membasuh kepala nya sendiri karena dia sudah tidak nyaman lagi.


"Huff aku pasti bisa, aku harus hati-hati." ucap Sophia membasuh kepala nya dengan air perlahan-lahan.


"Aaaaa!!" pekik Sophia dari kamar mandi.


Gerwyn kaget yang sudah mulai tidur terbangun gara-gara Sophia.


"Aaarggghh apa yang dia lakukan lagi? Merepotkan saja." ucap Gerwyn langsung berjalan ke arah kamar mandi.


Dia masuk. Namun ternyata Sophia telanjang. Sophia juga kaget segera mengambil handuk untuk menutupi badan nya.


"Apa yang kamu lakukan? Kamu mengganggu istirahat ku saja!" ucap Gerwyn.


Sophia sudah sangat menahan perih. Gerwyn langsung paham apa yang terjadi pada Sophia. Dia akhirnya membantu membasuh kepala Sophia.


"Aku tidak sengaja memegang bekas operasi nya dan terasa sangat sakit dan pusing." ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang sambil terus menyabuni rambut Sophia yang lumayan panjang.


Gerwyn melihat kulit putih bersih milik Sophia membuat nya menelan Saliva nya.


Gerwyn hilang kefokusan nya sehingga tidak sengaja menyiram di bagian operasi Sophia.


"Ssstt!! Sakit Pak." ucap Sophia memegang pinggang Gerwyn dengan kedua tangan nya, sambil Air pun mengenai Gerwyn.


"Saya tidak sengaja." ucap Gerwyn


Setelah selesai membasuh kepala Sophia, Gerwyn tampa ada rasa malu dia langsung membuka baju dan celana nya di kamar mandi dia juga ikut mandi.


Sementara Sophia berdiri terdiam membelakangi Gerwyn.


"Apa yang kamu lakukan? Segera lah mandi, saya akan mengering kan rambut kamu, kalau tidak segera di keringkan akan berdampak buruk." ucap Gerwyn.


"Lebih baik bapak memasang handuk duluan." ucap Sophia memberikan handuk yang kering pada Gerwyn.


"Kenapa ku menghindari pemandangan yang bagus seperti ini? Kamu juga pasti sudah terbiasa melihat Hal seperti ini dulu, dengan kekasih mu atau pelanggan mu." ucap Gerwyn.


Sophia tetap diam dan sangat panik.

__ADS_1


Gerwyn tersenyum tipis dan segera keluar.


Tidak beberapa lama Sophia juga keluar dari kamar mandi, dia melihat Gerwyn sudah menunggu nya di depan meja rias sambil memegang hair dryer.


__ADS_2