
Sophia menoleh ke arah Gerwyn dengan mulut penuh.
"Aku mau ikut." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum melihat Sophia berbicara dengan mulut penuh nya.
"Maaf Pak." Sophia menelan nya dengan cepat dan membersihkan mulut nya.
"Sebelum nya aku mau mengucapkan terimakasih atas bantuan bapak tentang sekolah Ano. Kalau aku mempunyai uang aku akan mengganti semua uang bapak." ucap Sophia.
"Kamu tidak perlu membayar itu semua, karena uang segitu kamu mau cari dari mana? Mau jual diri lagi?" ucap Gerwyn, Sophia langsung diam.
"Bapak bisa memotong gaji ku setiap kali mendapat pekerjaan dari bapak sesuai perjanjian." ucap Sophia.
"Huff baik lah, terserah kamu saja," ucap Gerwyn mengambil tas dan juga ponsel nya beranjak dari tempat duduk meninggalkan Sophia dengan Ano.
Keesokan harinya Sophia dengan Ano sudah siap-siap untuk berangkat ke sekolah baru Ano. Namun Gerwyn dari kamar tak kunjung bangun.
Sophia mengetuk pintu kamar dan kebetulan juga Gerwyn baru mau membuka pintu Sophia sedikit kaget.
"Kami dari tadi nungguin bapak, kami sudah siap Ano juga sudah tidak sabar Pak." ucap Sophia.
Gerwyn melihat Arloji di tangan nya.
"Saya hari ini ada meeting penting jam sembilan sementara ini sudah jam delapan lewat, saya telat." ucap Gerwyn melewati Sophia begitu saja.
Sophia melihat Gerwyn pergi dengan sangat buru-buru.
"Kak Gerwyn gak mau yah Mbak?" tanya Ano.
"Kata nya ada pekerjaan mendadak, kan masih bisa besok jangan sedih yah." ucap Sophia mengelus kepala Ano.
"Kita pergi sama Kak Adit aja Mbak." ucap Ano.
"Kak Adit sedang bekerja jangan kita ganggu, lebih baik menunggu kak Gerwyn saja yah." ucap Sophia.
Mereka berdua duduk di ruang tamu sambil. Sophia membuka laptop nya dia membalas beberapa pesan dari teman nya karena ponsel nya sampai sekarang belum juga bagus.
"Mbak sebenarnya Mbak itu istri nya kak Gerwyn gak sih? Kenapa aku melihat kak Gerwyn sangat membenci mbak, dia selalu marah dan selalu bersifat cuek dan dingin pada Mbak." ucap Ano.
"Loh kok Ano ngomong seperti itu?"
"Pelajaran kami mbak, kalau suami istri harus saling menyayangi, melindungi dan juga harus selalu akur." ucap Ano.
"Mbak akur kok sama Kak Gerwyn, kamu jangan terlalu berfikir seperti nya itu, mungkin kamu berbicara seperti itu karena melihat Kak Gerwyn cuek kan? Aslinya tidak seperti itu kok, dia sangat baik."
__ADS_1
"Dan kenapa Pernikahan mbak di sembunyikan dari keluarga kita?" tanya Ano.
"Kamu tau keluarga dari ibu ataupun ayah tidak ada yang perduli pada kita, untuk apa mereka tau." ucap Sophia.
"Dan tentang hubungan mbak dengan kak Adit? Sampai sekarang mbak belum memutuskan kak Adit." ucap Ano.
Sophia tidak bisa menjawab lagi.
"Inti nya mbak mempunyai alasan sendiri melakukan semua ini, mbak hanya minta agar kamu selesai sekolah dengan nilai yang bagus. Dan mendapatkan pekerjaan yang bagus." ucap Sophia.
Ano memeluk Sophia.
"Kalau mbak mau cerita sesuatu, mbak bisa cerita sama Aku." ucap Ano. Sophia tidak tahan membendung air mata nya namun setelah keluar dia langsung menghapus agar Ano tidak melihat nya.
"Permisi." Buk Linda datang. Sophia dan Ano melihat ke arah Buk Linda.
"Silahkan duduk Tante." ucap Sophia. Buk Linda mengangguk dia langsung duduk di depan mereka berdua.
"Kenapa kamu dan Ano tidak pergi dengan Gerwyn memeriksa sekolah baru itu?" tanya Buk Linda.
"Humm Gerwyn tiba-tiba ada pekerjaan Tante, jadi di undur undur besok saja." ucap Sophia.
"Oohh." ucap buk Linda.
Buk Linda menoleh ke arah Ano yang di gandeng terus oleh Sophia.
Sophia sadar kalau buk Linda sedang memerhatikan Ano.
"Mau jemput Ano yah Tante? Tapi saya pikir mulai dari sekarang Ano tinggal dengan saya saja di sini," ucap Sophia.
Buk Linda terlihat sangat Sedih.
"Sebenarnya tujuan Tante ke sini bukan hanya itu saja, Tante mau kamu kembali ke rumah Tante. Tante di sana hanya sendiri dan sangat sepi." ucap buk Linda.
Sophia terdiam.
Justru tinggal di sana membuat Sophia merasa semakin terkekang.
"Apa kamu tidak kasihan pada Ano dan suami kamu harus jauh berangkat sekolah dan bekerja kalau dari sini?" ucap buk Linda.
"Tapi buk, kami berdua sudah setuju untuk tinggal di sini."
"Gerwyn sangat tidak mungkin bisa tahan lama di sini, bagaimana kalau dia memilih untuk tidur di hotel dan tidak pulang ke rumah? Itu akan merusak hubungan kalian." ucap buk Linda.
__ADS_1
Sophia terdiam dia menghela nafas panjang.
"Apa yang harus ku katakan."
"Ayo lah tinggal di sana mbak, di sana jauh lebih enak semua nya ada, sementara di sini. Kita harus membayar uang kontrakan." ucap Ano.
"Tuh Ano saja mau, Tante Hanya ingin kamu, suami Kamu dan adik kamu nyaman." ucap buk Linda. Sophia Menatap Wajah polos Ano seperti nya juga ingin sekali Sophia tinggal di sana.
"Aku akan coba berbicara lagi dengan Gerwyn Tante." ucap Sophia. Buk Linda tersenyum.
Di malam hari nya Gerwyn baru saja pulang. Dia melihat Sophia yang ketiduran di Sofa sendiri.
"Kenapa dia tidur di sini?" gumam Gerwyn.
Gerwyn mendekati nya. Namun Sophia langsung bergeliat melihat Gerwyn sudah pulang dia langsung bangun.
"Ini sudah jam berapa pak?" tanya Sophia seperti kaget. Gerwyn menunjuk ke arah jam dinding.
"Huff tidak mungkin kita berangkat sekarang." ucap Sophia sambil melihat koper besar yang sudah penuh dengan pakaian milik nya.
"Kamu mau kemana?" tanya Gerwyn.
"Aku sudah memutuskan untuk tinggal kembali di rumah Orang tua bapak. Tadi dia datang meminta kita kembali ke sana, aku tau bapak tidak nyaman di sini dan berangkat kerja serta Ano Sekolah sangat jauh." ucap Sophia.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Bagus lah kalau begitu." ucap Gerwyn.
"Bapak dari mana baru pulang jam satu malam seperti ini?" tanya Sophia.
"Bukan urusan kamu!" ucap Gerwyn.
Sophia Seketika langsung diam.
Sophia memerhatikan penampilan Gerwyn yang sudah berantakan dan banyak bekas merah di Kemeja nya yang putih.
"Bapak dari Club yah?" tanya Sophia.
"Bukan urusan kamu yah jangan di tanya lagi." ucap Gerwyn meninggalkan Sophia.
Sophia melihat Gerwyn masuk ke kamar dia duduk diam di sofa.
"Ya Allah kenapa sifat Pak Gerwyn hampir sama seperti sifat kak Liam? Ketika aku bertanya dia selalu bilang itu bukan urusan luar, aku hanya khawatir." ucap Sophia.
__ADS_1
Di kamar Gerwyn langsung tidur. Badan nya sudah sangat letih, dia menghabiskan banyak tenaga malam ini di Club baru yang tentunya wanita-wanita nya baru.