
"Kenapa mi? Kenapa mami sangat tega menjual ku pada pria itu." ucap Sophia.
"Mami tau ini sangat menguntungkan untuk kamu, dia hanya ingin kamu istri pura-pura nya dan hidup dengan nya." ucap Mami.
"Tapi aku tidak ingin Mi." ucap Sophia.."Kamu juga sudah setuju kan? Bahkan pak Gerwyn sudah memberikan setengah gaji kamu." ucap Mami.
Sophia menghela nafas panjang.
Percuma saja dia mengadu meminta tolong pada Mami, malah justru Mami nya sekarang menjual nya demi keuntungan usaha nya.
"Ya udah kalau begitu aku ke sana dulu yah Mi." ucap Sophia, Mami pun mengangguk sambil tersenyum.
Sophia duduk di samping Tamu pria yang sudah Tua.
"Ayo kita minum." ajak pria itu sambil mengangkat gelas nya. Sophia juga mengangkat gelas nya.
Biasanya dia hanya pura-pura minum namun sekarang dia menelan Tampa ragu, bahkan dia terlihat sangat genit pada Pria tua itu.
Sophia melihat ke seluruh sudut Club itu.
"Biasanya jam segini Pria cabul itu sudah mabuk, alat sekarang dia tidak datang?" batin Sophia.
"Kamu lagi mikirin apa sayang? Ayo kita lanjut minum." ajak pria itu kembali mengangkatnya gelas nya.
Sudah jam Tiga malam Sophia baru saja selesai bekerja dan juga sudah menukar pakaian seksi nya.
"Huff seperti nya aku terlalu banyak minum, aku sudah minum obat namun tidak mengaruh sama sekali." ucap Sophia melihat pantulan Wajah nya yang basah di cermin wastafel.
"Sophia! Kamu kenapa?" tanya Hena.
Sophia menoleh ke arah Hena.
"Seperti nya aku mabuk, kepala ku pusing dan badan ku sangat Lemas mata ku juga sudah sangat sulit melihat jelas."
"Kamu kenapa minum sangat banyak?"
"Bawa aku pulang, aku mohon."
"Aku belum bisa pulang, aku masih ada tamu."
"Aku mohon." Sophia tidak lagi berdaya.
"Pak security! Tolong cariin teman saya tumpangan atau minta supir mengantar kan ke rumah nya."
"Maaf mbak supir sedang mengantarkan yang lain nya pulang."
"Ya udah bapak tolong cariin dia tumpangan."
Security itu langsung mengangguk.
"Bapak mau bawa saya kemana lagi? Saya benci bapak! Menjauh lah dari saya!"
__ADS_1
"Saya tidak akan menikah dengan bapak, saya tidak mau mempunyai suami dan mertua yang tidak suka pada saya."
"Aduh mbak sudah sangat mabuk, mana mungkin saya menikah dengan mbak." ucap security.
Tidak beberapa lama Mobil lewat, security sembarangan memberhentikan nya namun mobil itu ternyata berhenti.
"Maaf pak sebelum nya bapak mau kemana? Saya boleh minta tolong anterin wanita ini pulang?"
Keesokan harinya...
Di pagi hari Sophia terbangun karena alarm ponsel nya yang sangat kuat.
Dia mematikan alarm dan mengusap-usap matanya yang sangat berat namun dia harus bangun untuk sekolah.
Dia membuka mata nya seketika dia kaget melihat dia bangun di tempat asing.
"Aku di mana ini?" Sophia langsung menutup tubuh nya yang tidak memakai baju sama sekali.
Seketika jantung nya berdetak dengan sangat cepat.
Dia mendengar suara Air dari kamar mandi seperti nya orang yang sedang mandi.
"Ya Allah siapa itu?" Dia langsung memasang baju nya dan pelan-pelan berusaha menyelinap keluar.
"Aku yakin itu pasti pak Gerwyn, siapa lagi yang bisa menyewa hotel mewah ini." batin Sophia.
Namun setelah menurunkan engsel pintu, dia seketika panik karena tidak bisa di buka karena terkunci.
"Pak Gerwyn!" Sophia kaget sehingga sepatu yang di pegang nya tadi jatuh.
"Mau kemana kamu?" tanya Gerwyn.
"Saya mau ke sekolah Pak, saya mohon lepas kan saya." ucap Sophia.
"Kita perlu bicara."
"Tidak sekarang pak, saya harus ke sekolah. Setelah pulang dari sekolah saya akan menemui Bapak."
"Baiklah kalau begitu. Supir saya yang akan mengantarkan kamu." ucap Gerwyn.
Sophia tidak ada pilihan lain selain menginyakan nya.
"Baiklah lah Pak, terimakasih." ucap Sophia.
"Kalau kamu tidak menepati janji kamu dan berusaha kabur, saya tidak segan-segan untuk menyiksa kamu!"
"Baik pak," Sophia dengan sangat takut menjawab nya.
Gerwyn membuka kan pintu.
Sophia Langsung keluar, sebelum ke sekolah dia ke rumah dulu, namun tidak sengaja Tetangga nya melihat Sophia di anterin oleh supir yang bisa di katakan masih muda dan keren.
__ADS_1
"Ya ampun neng Sophia dari mana sih sampai pulang pagi-pagi seperti ini? Dan pria yang membawa mobil itu siapa? Seperti nya mobil nya tidak asing, sebelum nya pernah mengantarkan neng Sophia deh." ucap Ibu itu.
Di kamar Sophia buru-buru mengenakan baju sekolah nya kebetulan hari Jum'at pakai baju muslim.
Saat mau memasang jilbab dia kaget melihat tanda-tanda di leher nya yang sangat banyak dan juga sangat merah karena kulit nya sangat putih.
"Pria cabul dasar pria tidak pernah puas!" umpat Sophia sambil melap leher nya berharap bisa hilang, dia terlihat sangat jijik.
Namun untungnya dia hari ini pakai jilbab jadi nya tertutup.
Di sekolah dia kaget melihat Hena sudah ada di kelas duluan.
"Hena! Kamu sangat pagi sekali." ucap Sophia.
"aku tidur disekolah."
seketika Sophia kaget.
"Ya ampun Hena."
"Oh iya tadi shubuh maafin aku gak bisa nganterin kamu pulang yah, soal nya aku masih ada tamu, tapi kamu pulang dengan Taksi kok."
"Taksi apa? Pak security itu memberikan aku pada pak Gerwyn, dia memang pria berengsek. Dia memanfaatkan aku waktu mabuk." ucap Sophia.
"Sudah lah, kamu juga sudah mau menikah dengan dia." ucap Hena.
"Tamu apa yang kalian bicarakan? Menikah! Kamu mau menikah? Hamil di luar nikah yah?" tiba-tiba putri datang.
Kedua nya langsung gugup.
"Ngomong apa an sih! Dasar tukang nguping." ucap Hena dengan Judes.
"Cihhh aku curiga deh sama Kalian berdua, akhir-akhir ini kalian sangat banyak uang, Atau jangan-jangan kalian adalah simpanan om-om?" ucap Putri.
"Jangan ngada-ngada yah mulut kamu! Kami adukan ke guru kamu menuduh kami yang tidak-tidak baru tau rasa!" ancam Sophia.
"Huhh santai aja kali kalau gak ada apa-apa, semakin curiga saja aku!"
"Terserah kamu saja deh, tapi kami akan tetap lapor ke guru." ucap Hena lagi.
"Ya elah cuman bercanda doang, apa-apa mau di laporin! Gak tau apa gw udah dua kali masuk ke ruangan BK Minggu ini." gumam Putri.
Hena mengelus punggung Sophia agar lebih sabar dan tenang.
"Ya udah aku minta maaf, gak usah di laporin juga!" ucap Putri.
Setelah selesai sekolah, Sophia naik ke dalam mobil.
Tidak beberapa lama sampai di apartemen Gerwyn.
"Wahhh aku baru tau ternyata dia tinggal di apartemen ini? Selama ini aku dari sini malam dan tidak sadar. Sekarang aku baru bisa melihat jelas." batin Sophia.
__ADS_1