
Boy terdiam.
"Percaya lah kamu pasti bisa." ucap Gerwyn.
"Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya Boy.
"Supir saya akan datang sebentar lagi, kamu bisa membantu Elis." ucap Gerwyn. Boy akhirnya mau dia memutar balik dan menyusul Elis ke pasar besar itu.
Gerwyn tersenyum. Dia merasa senang ketika bisa membantu sesama nya untuk memperjuangkan hubungan mereka yang sudah hancur sebelum nya.
Delapan hari sudah Gerwyn di desa itu. Dia tidak mendapatkan informasi apapun dari Kakek Setyo karena dia seperti nya menutup rapat-rapat kejadian itu.
Gerwyn tidak boleh terlihat mencurigakan dia harus mengatur ulang bagaimana rencana mereka selanjutnya.
Tapi dengan bertemu kakek Setyo dia yakin kalau pembunuh nya adalah pak Agus Ayah nya Sophia.
Karena Pak Setyo mempunyai foto saat bersama pria itu. Dia juga banyak tau tempat-tempat.
Karena sudah Merindukan istri nya dia memutuskan untuk pulang esok pagi. Sekarang dia sedang duduk bersama Boy di pinggir sungai sambil membakar-bakar ikan.
"Kamu yakin mau pulang besok?" tanya Boy.
"Humm. Aku sudah sangat merindukan keluarga ku terutama istri ku." ucap Gerwyn.
"Terimakasih banyak yah bro sudah banyak membantu ku, terimakasih sudah menjaga rahasia saya dengan baik." ucap Gerwyn.
"Justru Aku yang harus berterima kasih sama kamu, kamu sangat banyak membantu kamu, sebagai balasan nya aku akan menyimpan rahasia ini dengan baik, dan ketika kamu membutuhkan sesuatu hubungi saja aku.' ucap Boy.
Gerwyn mengangguk tersenyum.
"Saya percaya sama kamu. Bahagiakan Eliss jangan pernah sakitin Hati nya lagi. Gunakan kesempatan kedua ini dengan baik. Dan kamu harus segera membicarakan hubungan kalian segera dengan keluarga." ucap Gerwyn.
Boy mengangguk.
"Kang Gerwyn. Mas Boy." Elis datang bersama Ponakan nya.
"Neng kok ada di sini?" tanya Boy berdiri.
"Tadi Mbok bilang pulang untuk makan malam." ucap Elis.
"Oohh pas banget nih kami bakar ikam cukup banyak, kamu bantu bawain pulang untuk Mbok yah." ucap Boy. Elis mengangguk.
__ADS_1
Mereka pun Pergi meninggalkan sungai itu, tidak lupa untuk mematikan Api nya.
Sesampainya di rumah Mbok mereka makan bersama.
"Nak Gerwyn malam ini Masih tidur di penginapan nak Gerwyn?" tanya Mbok.
"Iyah Mbok. Saya harus mengantarkan Gerwyn keluar Besok pagi." ucap Boy. "Loh nak Gerwyn mau kemana?" tanya Mbok.
"Pekerjaan saya di sini sudah selesai Mbok, waktu nya saya kembali ke kota, saya sudah sangat merindukan istri saya." ucap Gerwyn.
"Kenapa sangat cepat nak?" tanya Mbok.
"Nanti kalau ada kesempatan lagi saya akan datang ke sini. Kalau mbok mau ke kota kabarin saya saja." ucap Gerwyn.
"Mbok pasti sangat merindukan kamu nak." ucap Mbok. Gerwyn tersenyum. "Terimakasih banyak yah mbok sudah mau mengurus saya selama di sini, mengijinkan saya tinggal menyanyangi saya." ucap Gerwyn.
"Besok nak Gerwyn di jalan hati-hati yah. Mbok Mendokan yang terbaik untuk nak Gerwyn." ucap Mbok.
"Amin. Mbok di sini harus Jaga kesehatan selalu." ucap Gerwyn. Setelah selesai Makan mereka pun kembali ke penginapan nya.
Gerwyn berbaring dia sungguh tidak sabar ingin bertemu istri nya besok.
Dia bahkan tidak bisa tidur karena kefikiran terus. Dia sengaja tidak mengabari istri nya agar jadi kejutan pada istri nya.
"Boy ayo bangun. Kamu harus mengantar kan saya keluar." ucap Gerwyn. Boy bergeliat. "Tunggu sebentar lagi." ucap Boy.
Gerwyn menghela nafas panjang. Dia merapikan semua barang-barang nya ke dalam koper.
"Tok!! Tok!!" bunyi ketukan pintu. Gerwyn membuka nya..
"Elis, pagi-pagi seperti ini kamu cepat banget datang nya." ucap Gerwyn.
"Aku mau bantuin kang Gerwyn beres-beres boleh kan?" ucap Elis. "Tapi barang-barang saya hanya sedikit saja, saya sudah selesai merapikan semua nya." ucap Gerwyn.
"Humm membantu membersihkan kamar atau ruang tamu saja." ucap Elis. "Oke baiklah, ayo masuk." ucap Gerwyn.
Elis melihat boy tertidur membuat nya menggeleng kan kepala nya.
"Mas! Ayo bangun." ucap Elis, tiba-tiba boy bangun dia kaget melihat ada Elis dia langsung bangun.
Gerwyn melihat itu seketika senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Udah kok, neng kok bisa di sini?" tanya Boy.
"Mau bantu-bantu kang Gerwyn berdehem, eh mas malah enak tidur." ucap Elis.
Boy tersenyum tipis karena malu. Elis pun membantu Gerwyn. "Kamu kenapa tidak membangun kan saya? Kan saya jadi malu." ucap Boy menyalah kan Gerwyn.
"Kamu dari tadi sudah saya bangun kan, namun kamu selalu bilang tunggu sebentar." ucap Gerwyn.
Mereka lanjut beres-beres. setelah selesai mereka duduk bersama dulu dengan Mbok di depan.
"Terimakasih yah Mbak, Elis sudah bantuin saya." ucap Gerwyn. Elis dan Mbok tersenyum. "Oh iya Mbok ini ada uang untuk Mbok berobat agar tidak sering sakit-sakitan lagi." ucap Gerwyn.
Mbok menerima nya sementara uang sewa dan Makan sudah di bayar dari kemarin.
"Oh iya, bawa ini untuk istri kamu. Anggap saja ini oleh-oleh dari Mbok." ucap Mbok. "Aduh repot-repot sekali mbok. Terimakasih banyak Mbok. Kalau begitu kami berangkat." ucap Gerwyn menyalim tangan Mbok.
Namun tiba-tiba kepala desa datang warga yang lain nya, mereka mengantar kan Gerwyn untuk pulang.
Kakek Setyo juga. datang. Gerwyn hanya bisa tersenyum sambil melambaikan tangan nya. dia pun meninggalkan kampung itu.
"Humm baru beberapa hari kamu disini sudah di sukai banyak warga desa yah." ucap boy. Gerwyn tersenyum.
Dia tidak lagi perduli dengan boy dia melihat foto istri nya sambil senyum-senyum.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di jalan besar di keramaian.
"Ayo Makan dulu." ucap Gerwyn. Akhirnya mereka makan di rumah makan sambil menunggu Supir Gerwyn.
"Nah itu dia mobil nya." ucap Gerwyn. Boy teranga melihat mobil keren milik Gerwyn.
"Wahh Mobil kamu bagus sekali, pasti Harganya gak main-main." ucap Boy. "Kamu sangat berlebihan." ucap Gerwyn.
"Maklumlah orang desa melihat mobil seperti itu dia ini membuat terheran-heran." ucap Boy. Gerwyn tersenyum.
"Kalau kamu butuh sesuatu datang lah kerumah saya, jika kamu ingin pekerjaan kamu bisa datang kepada saya." ucap Gerwyn.
Boy tersenyum sambil mengangguk.
Dia memegang kartu nama Gerwyn.
"Ternyata kamu adalah pengusaha kaya. Aku sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan orang seperti mu, walaupun sudah sukses kamu sungguh rendah hati." ucap Boy.
__ADS_1
Gerwyn tersenyum. "Bayaran kamu ini, semua kebaikan kamu tidak bisa saya bayar, saya sangat berterimakasih. Saya permisi dan sampai bertemu kembali." ucap Gerwyn.
Mereka berpelukan. Gerwyn masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Desa itu. Ke arah kota dari sana Masih sangat jauh sekali, butuh waktu beberapa jam meninggalkan Desa.