
Hena langsung menyalim tangan Mamah nya Vano.
"Sebaiknya kamu kuliah dulu." ucap Mamah nya Vano.
"Kalau saya kuliah harus mengeluarkan dana yang besar Bu, saya tidak memiliki uang untuk masuk ke universitas." ucap Hena.
"Vano akan membantu kamu." ucap Ibu nya Vano.
"Sebelum nya terimakasih Bu, tapi saya sudah sangat banyak merepotkan Vano, saya ingin berdiri di kaki saya sendiri, saya sudah memutuskan untuk bekerja." ucap Hena.
Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana, Hena berusaha untuk biasa saja namun dia sangat gugup sekali.
Vano merasa Hena Sudah tidak nyaman dan juga sudah sangat lama mereka di sana akhirnya dia meminta ijin untuk pulang saja.
"Kami sebaik nya pulang yah mah, Pah. Aku juga harus ketemu teman-teman ku." ucap Gerwyn.
"Apa kamu lebih mementingkan teman-teman kamu dari pada mamah?" tanya Mamah nya. "Bukan seperti itu mah. Tapi aku sudah janji." ucap Gerwyn.
"Ya udah deh kalau begitu, tapi mamah ingin kamu lebih sering datang ke sini." ucap Mamah nya. "Iyah mah, kalau aku libur Aku pasti datang." ucap Mamah nya.
Vano mengangguk.
Hena hanya diam saja. Dia tidak berbicara sama sekali kalau tidak di tanya atau di ajak berbicara.
"Terimakasih Bu sudah mengijinkan aku datang ke sini." ucap Hena. "Lain Kali datang dan main lah. Kalau Vano tidak bisa kamu bisa datang sendiri." ucap Mamah nya Vano.
Hena tersenyum. "Baik Bu." ucap Hena. Mereka bersalaman dan setelah itu pulang.
"Vano apa papah bisa berbicara sebentar?" tanya Om Davit.
"Ada apa Pah?" tanya Vano.
"Aku masuk duluan ke dalam mobil yah." ucap Hena. Vano menganguk.
Setelah itu dia pun mengikuti papah nya ke tempat duduk.
"Apa yang mau Papah bicarakan?" tanya Vano.
"Papah ingin berbaikan dengan Mamah kamu, namun Mamah kamu tetap marah kepada papah." ucap Om Davit.
"Apa yang harus Papah lakukan?" tanya Om Davit. Vano terdiam sejenak.
"Berikan papah saran. Papah Sudah melakukan apapun yang membuat mamah kamu percaya lagi sama papah, namun dia tidak mau memaafkan papah." ucap Om Davit lagi.
"Mungkin hanya menunggu waktu yang tepat saja Pah. Aku yakin suatu saat nanti mamah pasti akan mau memaafkan papah." ucap Vano.
"Papah kurang yakin." ucap Om Davit.
"Papah harus yakin. Karena mamah adalah orang yang baik, dia mempunyai hati yang lembut dan cepat luluh." ucap Vano.
"Kalau begitu papah harus tetap sabar di abaikan dan tidak di perduli kan oleh Mamah kamu?" tanya Om Davit.
__ADS_1
"Iyah Pah. Karena selama ini Mamah sudah cukup sabar kepada Papah." ucap Vano. Om Davit langsung terdiam.
"Mereka membicarakan apa sih? Kenapa kelihatan nya sangat serius sekali?" ucap Hena di dalam mobil.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu yah pah," ucap Vano.
"Lebih sering lah membawa Hena ke sini." ucap Om Davit. Vano menganguk.
Dia masuk ke dalam mobil.
"Sudah selesai ngobrol nya?" tanya Hena. Vano mengangguk
Vano menatap wajah Hena.
"Kamu kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Hena.
"Wajah kamu sekarang dengan yang di depan orang tua ku sangat berbeda sekali." ucap Vano.
"Huff aku sangat gugup sekali." ucap Hena. Vano tersenyum dia mengelus kepala Hena.
"Kamu tidak perlu gugup." ucap Vano.
"Bagaimana tidak gugup, mamah kamu memandang ku seperti tatapan aneh." ucap Hena.
Vano tertawa.
"Mungkin karena pertama kali jadi wajar saja. Lain kali kamu harus lebih sering agar tidak canggung, mamah juga pasti senang kalau kamu datang berkunjung." ucap Vano.
Dua Minggu kemudian...
"Mas bangun mas." Sophia membangun kan Suami nya subuh-subuh.
"Humm ada apa?" tanya Gerwyn dengan suara serak.
"Ayo bangun mas." ucap Sophia.
"Kenapa? Apa kamu sakit perut lagi?" tanya Gerwyn.
"Bukan mas. Ini adalah hari ulang tahun Mamah." ucap Sophia. Gerwyn langsung membuka mata nya.
Dia langsung membuka handphone nya.
"Ini masih jam lima pagi." ucap Gerwyn.
"Nah justru itu mas, kita bisa memasukkan semua barang-barang yang kita pesan untuk merayakan nya. Mereka sudah menunggu di luar." ucap Sophia.
Gerwyn Bangun.
"Baik-baiklah." ucap Gerwyn sambil mencium bibir Sophia tiba-tiba.
Sophia hanya bis senyum-senyum saja.
__ADS_1
"Kamu tidak ingin membalas ciuman saya?" tanya Gerwyn.
"Huff jangan membahas itu lagi Mas, ayo buruan bangun." ucap Sophia.
"Kamu pagi-pagi seperti ini udah cantik dan rapi. Kamu seperti nya menggoda saya." ucap Gerwyn.
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mungkin merayakan ulang tahun Mamah dengan wajah pucat Mas. Aku juga harus mengambil foto." ucap Sophia.
Gerwyn menarik tangan istrinya. Dia tidak melepaskan Sophia sampai dia bisa menghilangkan lipstik Sophia.
Mereka berciuman cukup lama.
"Yah mas Gerwyn jahat banget sih, aku sudah memilih warna bibir yang cantik, sekarang sudah pucat lagi." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum menatap wajah cemberut istri nya.
"Kamu lebih cantik seperti ini." ucap Gerwyn. Sophia cemberut.
"Udah buruan bangun mas." ucap Sophia. "Aku sudah memilih baju untuk kamu." ucap Sophia.
Gerwyn mengangguk. Makasih banyak yah." ucap Gerwyn.
Tidak beberapa lama mereka memasuk kan banyak sekali hadiah dan juga hiasan serta kue ulang tahun yang di hias seperti kesukaan Bu Linda.
Tidak beberapa lama semua nya selesai. Tepat jam tujuh pagi Bu Linda bangun.
"Kenapa sangat gelap sekali? Kenapa gorden Belum di buka? Lampu juga belum di hidup kan." ucap Bu Linda.
Dia menghidupkan lampu namun bukan Lampu biasa yang hidup, melainkan lampu kelap-kelip. Bu Linda heran. Dan perlahan instrumen lagu happy birthday terdengar.
Bu Linda mulai bingung. Dia mencari asal suara itu namun tidak menemukan nya.
Dan tiba-tiba lampu sedikit lebih terang.
"Happy birthday mamah... Happy birthday mamah..
Mereka bernyanyi sangat ramai. Gerwyn membantu mendorong roda kue sementara Sophia membawa barang-barang di tangan nya.
Bu Linda kaget. Namun dia langsung tersenyum dia juga sangat terharu sekali.
Sophia memakai kan topi pada Bu Linda dan memberikan balon yang ada wajah Bu Linda. Semua itu terlihat sangat lucu sekali sehingga membuat Bu Linda suka.
Waktu nya tiup lilin, namun sebelum meniup lilin berdoa terlebih dahulu. Setelah selesai akhir nya lilin kue itu mati lampu tiba-tiba hidup semua.
Dan semua pekerja yang ada di rumah itu sudah berkumpul di sana.
Bu Linda sangat terharu sekali. "Selamat ulang tahun yah mah, semoga mamah panjang umur sehat selalu, lebih Sabar menghadapi apapun yang terjadi." ucap Sophia.
Bu Linda mengangguk dia memeluk Sophia dan Gerwyn.
__ADS_1