Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 284


__ADS_3

"Aku tidak butuh doa jelek Ayah,baku hanya doa dan restu ayah dan sebentar lagi Ayah akan menjadi Kakek." ucap Sophia. Pak putra menggeleng kan kepala nya.


"Saya bukan kakek nya, saya tidak akan pernah bersedia merestui hubungan kalian!" ucap pak putra.


"Kenapa ayah begitu jahat sekali? kenapa sangat tidak mempunyai hati?!" ucap Sophia.


"Ayah tidak suka kepada keluarga itu dari dulu." ucap pak putra dengan tatapan penuh benci.


"Kenapa Ayah? Mereka sudah banyak membantu ayah, bahkan membantu anak Ayah." ucap Sophia.


pak putra Menggeleng kan kepala nya.


"Mereka bukan lah orang baik!" ucap pak Putra.


"Ayah sudah terpengaruh oleh Orang lain. Ayah yang aku kenal bukan lah seperti ini." ucap Sophia.


"Kamu yang sudah terpengaruh oleh mereka. Ayah mau kamu meninggal Gerwyn secepatnya, Ayah gak mau kamu sama dia." ucap Pak putra.


"Maafin aku Ayah, aku sangat mencintai mas Gerwyn, aku juga sudah mengandung anaknya, aku tidak ingin menyia-nyiakan Pria yang tulus mencintai ku. Bukan seperti Ayah ku sendiri." ucap Sophia.


Pak Putra yang sedang makan tiba-tiba marah dan melempar kan semua makanan dan berserakan ke lantai.. Sophia sangat terkejut dia langsung berdiri.


"Ayah.." ucap Sophia.


"Jangan pernah membanding-bandingkan Ayah dengan pria itu. Ayah adalah yang mengurus kamu dari kecil." ucap Pak putra.


"Iyah mungkin Ayah yang mengurus ku. Ayah yang menjaga ku namun sampai di titik ini kalau bukan karena mas Gerwyn mungkin aku dengan Ano sudah mati kelaparan." ucap Sophia.


"Anak Ayah hanyalah Kak Liam, bukan aku dengan Ano. Sudah sangat lama ayah meninggal kan aku dengan Ano.. bahkan tidak satu pun yang perduli kepada kami." ucap Sophia.


"Pergi kamu dari sini! Pergi!" ucap pak putra. Polisi langsung membawa pak putra kembali ke dalam. Sophia menangis. Dia tidak tau kalau Ayah seperti nya udah keganggu jiwanya karena setau nya ayah nya adalah orang yang lembut, berbicara begitu baik bahkan tidak pernah marah kepada anak-anak nya.


Namun sekarang dia sangat kecewa kepada ayah nya sendiri.


Dia keluar dari sana dan ternyata Adit menunggunya di depan.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Adit memeriksa fisik Sophia. Karena dia melihat pak putra marah.

__ADS_1


Kaki Sophia sedikit terluka karena kena sendok garpu.


"Aku baik-baik saja kok, ini luka ringan." ucap Sophia. Adit merasa lega. "Aku sudah berfikir akan terjadi seperti ini itu sebabnya aku datang ke sini." ucap Adit.


Sophia tiba-tiba menangis. "Tidak ada lagi yang bisa melindungi ku, ayah ku sudah masuk ke penjara." ucap Sophia.


"Ssstt... Jangan berbicara seperti itu, aku akan selalu ada dia ini untuk melindungi kamu. Saat kamu butuh aku akan datang membantu." ucap Adit.


Sophia menatap Adit.


"Terimakasih." ucap Sophia langsung memeluk Adit dengan begitu erat.


"Kamu jangan takut." ucap Adit. Adit menghapus air mata Sophia.


"Sudah jangan menangis. Kamu mau langsung pulang? Aku akan mengantarkan kamu." ucap Adit. Sophia Menggeleng kan kepala nya.


"Aku harus datang mengunjungi kak Liam, aku juga sudah membawa Bekal untuk dia." ucap Sophia.


"Apa kamu yakin mau pergi ke sana?" tanya Adit. Sophia menganguk.


"Ya udah kalau begitu aku akan mengantarmu." ucap Adit. Sophia menganguk. Tidak beberapa lama akhirnya sampai karena kantor polisi yang berbeda.


Sophia melihat kaki Liam yang terluka karena tembakan dari senjata polisi karena berontak.


"Kenapa kau ke sini?" tanya Liam.


"Ini untuk kakak, aku membawa nya untuk kakak. Aku tau makanan di sini kurang enak. Aku akan datang membawakan makanan Ke sini." ucap Sophia.


"Kakak tidak perlu Makanan ini, sekarang minta suami mu mengeluarkan kakak dari sini!" ucap Liam.


"Maafin aku Kak, aku gak bisa." ucap Sophia.


"Kenapa? Apa kau tega membiarkan kamu di sini?" ucap Liam.


"Ini semua karena perbuatan kakak!" ucap Sophia.


"Kamu sangat tega membiarkan kakak di dalam penjara seperti ini." ucap Liam.

__ADS_1


"Kakak setidaknya masih memiliki tempat tinggal, kakak masih di berikan makanan, kakak di sini tidak akan lelah. Sementara dulu kakak begitu tega mengusir ku, membiarkan aku tidak makan dan mengambil hasil kerja keras ku." ucap Sophia.


"Di mana hati nurani kakak? Apa kakak tidak mengingat betapa jahatnya kakak dulu kepada ku? apa aku perlu mengingatkan nya lagi?" tanya Sophia.


"Itu semua karena kamu tidak bisa di bilangin, kamu melawan semua perintah kakak." ucap Liam.


"Aku melawan karena tidak memberi kan kakak uang? Karena aku pergi tanpa ijin dari kakak, apa karena aku pergi dengan Adit?" ucap Sophia.


Liam terdiam.


"Karena Sangat banyak luka yang kakak berikan kepada ku aku tidak bisa mengingat lebih banyak." ucap Sophia.


"Kakak sudah berhasil membuat ku menjadi adik yang menderita, adik yang merasakan sakit yang sangat sakit." ucap Sophia.


"Dan juga Aku minta maaf selama ini banyak bersalah ke pada kakak. Kakak tetap lah kakak ku." ucap Sophia.


"Kalau kakak tidak mau memakan ini aku akan membawa nya pulang, banyak orang yang belum makan di luar sana. Aku tidak ingin kakak membuang makanan ini seperti yang ayah lakukan." ucap Sophia.


"Ibu pasti akan sangat sedih melihat kamu tega membiarkan Ayah dan kakak kamu di sini." ucap Liam. "Justru ibu senang karena aku terbebas dari orang yang selalu membuat luka pada putri kecilnya ini." ucap Sophia.


"Aku akan meminta maaf dan bersujud kepada Ibu kalau aku benar-benar salah melakukan ini kepada kakak dan ayah." ucap Sophia.


"Kamu menikah tanpa restu dari kakak mau pun dari Ayah, dan kamu juga Masih sekolah. Kakak akan melaporkan ini." ucap kak Liam.


"Maafin aku Kak Tapi aku tidak takut lagi. Terserah kakak mau melakukan apapun yang mau kakak lakukan." ucap Sophia.


"Sebaiknya kau segera pergi dari sini! Dan jangan pernah kembali lagi!" ucap Liam.


Sophia Menghela nafas panjang, dia menghapus air mata nya. "Maafin aku kak Tidak bisa melakukan apapun. Aku minta maaf." ucap Sophia.


Dia pun segera pergi membawa bekal yang dia susun rapi. Adit mengikuti nya keluar.


"Sophia.. Sophia.." Adit menahan Sophia yang berjalan begitu cepat. Sophia berhenti.


"Aku mau pulang." ucap Sophia. "Aku anterin yah, aku juga mau jemput Ano." ucap Adit.


Sophia menganguk. Adit melihat bekal yang di tangan Sophia.

__ADS_1


"kamu mau membuat ini kemana?" tanya Adit. "Aku akan memberikan nya kepada Bapak yang ada di jalanan." ucap Sophia.


"Sini untuk ku Saja, sudah lama aku tidak merasakan masakan kamu." ucap Adit. Akhirnya dia menghabis kan makanan Sophia.


__ADS_2