
"Huff dasar tuh anak paling gak bisa melihat saya keluar dari rumah." ucap Tante Linda kesal.
"Gerwyn hanya khawatir, tidak ada niat mengganggu kesenangan Tante." ucap Sophia. Buk Linda hanya diam saja. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
Gerwyn melihat Sophia yang sedang membantu Ibu nya turun dia cepat-cepat langsung mengambil alih.
Sophia tetap diam walaupun Gerwyn mengawas kan tangan nya dengan kasar.
"Mamah dari mana saja sih? Kenapa Mamah pergi-pergi Tampa bilang sama aku?" "Mamah mau nganterin Ano cari SMP yang di suka, Mamah bosan di rumah sendirian." ucap buk Linda.
"Ya sudah kalau begitu Sophia siapin makan siang." ucap Gerwyn. Sophia seketika bingung.
"Loh kenapa aku? Kan ada Bibi." ucap Sophia.
"Sebagai menantu di rumah ini kamu harus menyiapkan makan untuk mertua dan suami kamu, bukan hanya mengandalkan Pembantu." ucap Gerwyn.
Sophia berjalan ke dapur dia pun menata semua nya di Meja. mereka Makan bersama.
"Kamu mau kemana? Duduk dan makan di sini!" ucap Gerwyn pada Sophia.
Buk Linda menatap Gerwyn.
"Sebenarnya ada apa sih dengan kalian? kalau kalian lagi marahan jangan di depan Mamah seperti ini,":
Sophia dan Gerwyn diam.
"Udah buruan makan, setelah ini kamu masih ada kerjaan kan." ucap buk Linda pada Gerwyn. Sophia melirik ke arah Gerwyn yang seperti nya sedang marah.
"Apa salah ku? Kenapa dia terlihat sangat marah pada ku?" batin Sophia. Setelah selesai makan Sophia menyimpan piring sementara Gerwyn mengantarkan Ibu nya untuk istirahat.
Sophia mencucii piring di dapur.
"Heh sini kamu!" ucap Gerwyn menarik lengan Sophia dengan sangat kuat menarik nya ke kamar.
"Ada apa pak! Lepas kan aku." Gerwyn mendorong Sophia ke kasur.
Saat di lemparkan ke kasur Sophia menarik tangan Gerwyn sampai mereka jatuh berdua di kasur Gerwyn menindih tubuh Sophia wajah mereka sangat dekat sampai bisaa mendengar detai jantung masing-masing.
"Apa yang bapak marah kan pada saya?" ucap Sophia. Gerwyn langsung berdiri.
"Saya tau kamu tidak suka pada ibu saya, tapi jangan coba-coba berniat jahat pada nya." ucap Gerwyn.
Sophia menghela nafas panjang, "Aku tidak melakukan apapun pada nya."
"Saya tidak akan pernah percaya sama kamu." Gerwyn mendorong kepala Sophia dengan jari nya.
__ADS_1
"Dan ingat yah tugas kamu bukan hanya jadi istri bohongan di sini tapi jadi budak. Kamu harus mengambil alih semua pekerjaan pembantu di sini." ucap Gerwyn.
Sophia yang tidak bisa mengatakan apapun memilih untuk diam saja.
"Setelah ini bersihkan kamar Mamah, bersihkan pakaian nya dan masak serta membersihkan rumah." ucap Gerwyn.
"Tapi saya harus pergi magang Pak."
"Saya tidak perduli, setelah saya pulang nanti saya harus melihat semua nya sudah bersih karena mulai dari sekarang Bibik atau pembantu di rumah ini tidak akan datang." ucap Gerwyn dan pergi.
"Aarrhhhh!!!!! Sangat menyebalkan sekali." ucap Sophia kesal.
"Kenapa dia harus menikahi ku kalau mau di jadikan pembantu seperti ini." ucap Sophia kesal.
Namun setelah Gerwyn pergi bekerja dia juga berangkat magang.
Gerwyn sampai di kantor nya.
"Permisi Pak, ini ada Jobs pemotretan untuk sebuah brand baru, apa bapak akan ambil?" tanya asisten nya.
"Untuk sekarang jangan menerima pekerjaan dari luar dulu, saya belum sembuh total."
"Baik pak. Kalau begitu saya permisi."
"Huff sayang sekali ini di tolak padahal ini lagi sangat hangat-hangat nya, hanya pak Gerwyn saja yang cocok dengan brand ini."
Namun Gerwyn kaget karena Ano tidur dengan Mamah nya, karena Gerwyn Takut Ano mengganggu kenyamanan Ibu nya dia mau memindahkan nya.
"Mau kamu bawa kemana nak? Jangan di pindahkan dia yang nemanin Mamah, Mamah habis mimpi buruk."
Gerwyn terdiam, dia tidak jadi memindahkan dia membenarkan selimut mereka dan mencium kening Ibu nya.
"Tidur yang nyenyak yah buk."
"Kamu dari mana kenapa pulang selarut ini?" tanya buk Linda.
"Ada banyak kerjaan yang tidak bisa di tinggal Buk."
"Oohh ya udah kamu istirahat yah. Jangan lupa makan tadi Istri kamu masak nasi goreng."
Gerwyn hanya mengangguk karena dia sudah Makan dari luar.
Gerwyn kembali ke kamar. Dia melihat Sophia sudah tidur di sofa.
Dia memerhatikan Sophia yang tidur.
__ADS_1
namun dia hanya menghela nafas panjang sambil memikirkan sesuatu.
"Jangan kak! jangan. Jangan di ambil." Sophia mengigau, Gerwyn menahan agar Sophia tidak jatuh ke lantai.
"Jangan ambil uang nya kak, itu untuk membayar sekolah Ano." ucap Sophia sambil menangis.
Sophia terisak-isak, dia tidak bisa tenang sampai Gerwyn duduk di pinggir sofa, Sophia langsung memeluk pinggang nya, pelukan itu membuat Gerwyn sangat terkejut.
"Aku mohon jangan kak." Sophia masih mengigau.
Gerwyn melepaskan tangan Sophia dari pinggang nya tapi ada yang janggal karena tangan Sophia hangat, dia langsung memeriksa kening Sophia.
Dia membandingkan dengan suhu tubuh nya dan ternyata Sophia demam.
"Loh kok bisa demann gini sih?" ucap Gerwyn. Dia pun berdiri lama dia menatap Sophia.
Dia sedang berfikir antara peduliin atau tidak. Namun melihat Sophia seperti nya kesakitan dia juga tidak tega dia memindahkan Sophia ke kasur nya.
Dia membawa kain untuk mengurangi suhu badan istri nya.
Setelah selesai dia pun membersihkan tubuh nya ke kamar mandi. Namun setelah keluar dari kamar mandi dia melihat Sophia Membuka selimut dia dengan cepat memperbaiki nya.
Gerwyn mengompres lagi tubuh Sophia agar lebih mendingan.
Setelah itu dia membuka laptop dan bekerja di meja dekat kasur.
Dia melihat beberapa kali Sophia Membuka selimut membuat nya greget dan akhirnya dia duduk di samping kasur menahan selimut agar tidak di lepas oleh Sophia.
Keesokan Gerwyn bangun. Dia langsung memeriksa suhu tubuh Sophia.
"Bagus lah sudah berkurang." Gerwyn meninggalkan Kasur dia siap-siap ke kantor.
Sudah siap namun Sophia belum juga bangun.
Gerwyn membenarkan selimut Sophia menutup kembali gorden dan keluar.
"Loh Sophia belum bangun?" tanya buk Linda yang sedang memberikan makan burung peliharaan nya.
"Dia demam Mah, hari ini Mamah sama Ano makan-makanan yang dari restoran aja yah, Mamah jangan coba-coba untuk masak sendiri." ucap Gerwyn.
"Kok bisa demann? kemarin sehat-sehat saja." Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Ya udah kalau begitu aku berangkat yah Mah."
"Ano kakak berangkat yah, jagain Ibu, nanti kamu akan dapat uang jajan." ucap Gerwyn, Ano tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
"Humm bahkan senyuman mereka sangat Mirip." ucap Gerwyn jadi ikut tersenyum.