
"Ini memang kesalahan kamu dengan Ayah kamu. Mamah sangat membenci Kalian." ucap Bu Linda.
Dia sudah sangat marah sekali. Sophia hanya bisa diam.
Liam dan juga Pak putra di tahan langsung. Paman dan Bibi nya mendengar berita itu mereka langsung datang, kaget mengetahui informasi itu karena sebelumnya mereka tidak tau apa-apa.
Ternyata liam selama ini menyembunyikan hal itu dari mereka.
Mereka melihat keadaan Liam dan juga Pak putra.
Tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka hanya bisa menyesali perbuatan mereka kepada Sophia dan Ano.
Sementara Liam dan juga Pak putra tidak menyesal sama sekali sekali. Mereka justru senang bisa menyakit Gerwyn.
Sophia menunggu terus di depan ruangan Gerwyn di rawat.
"Mas Gerwyn aku mohon sadar lah." batin Sophia.
"Sophia sebaiknya kamu pulang saja, keadaan kamu tidak lah stabil. Biar ibu dan juga Bibi di sini." ucap Bu Linda.
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Gak bisa mah, aku tidak bisa meninggal kan mas Gerwyn." ucap Sophia.
"Jangan Keras kepala Sophia!" ucap bibi.
Sophia terdiam. Sophia tetap tidak mau pulang sebelum memastikan suami nya akan baik-baik saja.
Tidak beberapa lama Vano dan juga Hena datang. Hena memeluk Sophia langsung.
"Bagaimana dengan keadaan Pak Gerwyn?" tanya Vano.
"Belum tau nak Vano. Dokter belum keluar." ucap Bu Linda.
"Bibik yang sabar yah, Bibik harus banyak berdoa agar Pak Gerwyn baik-baik saja di berikan keselamatan." ucap Vano.
Bu Linda memeluk Vano sambil menangis.
"Kenapa Harus orang yang sama mau membunuh suami dan anak ku? Kenapa orang itu begitu jahat sekali." ucap Bu Linda.
Vano hanya diam sambil mengelus punggung Bibik nya. Dia terlihat sangat sedih sekali. Trauma nya kembali lagi. Vano tau jelas perjuangan Bu Linda untuk menghadapi trauma nya namun sekarang jauh lebih menyedihkan.
Hena membawa Sophia Pulang ke rumah. sementara di rumah sakit banyak yang menemani Gerwyn.
__ADS_1
Sophia menangis di dalam kamar nya. Tiba-tiba Ano datang.
"Kak Gerwyn kok belum pulang sih Mbak?" tanya Ano. Sophia dengan cepat langsung menghapus air mata nya.
"Loh mbak Sophia nangis? kenapa mbak nangis?" tanya Ano. "Mbak kenapa nangis?" tanya Ano mendekati Sophia.
Tangis Sophia langsung pecah ketika Ano menatap nya. Ano kebingungan namun dia naik ke kasur dan memeluk saudara perempuan nya itu.
"Mbak sedih karena apa? Mbak ribut sama kak Gerwyn lagi?" tanya Ano. Sophia Menggeleng kan kepala nya.
"Kak Gerwyn masuk rumah sakit karena di tembak oleh Ayah." ucap Sophia. Ano terdiam sejenak memikirkan perkataan mbak nya Sampai dia benar-benar paham.
Sophia langsung memeluk Ano. "Aku tidak tau cerita nya seperti apa Mbak. Tapi mbak gak boleh sedih berlarut-larut seperti ini." ucap Ano.
"Mbak merasa sangat bersalah Ano, mbak yang meminta mas Gerwyn melepaskan Ayah dari penjara namun ternyata mbak membuat suami mbak sendiri dalam bahaya." ucap Sophia.
Ano membalas pelukan Sophia.
"Mbak jangan sedih lagi, mbak sedang hamil. Kata kak Adit kalau sedang hamil tidak boleh banyak fikiran." ucap Ano.
Sophia menghapus air mata nya. "Kalau mbak sedih aku juga ikut sedih." ucap Ano.
"Ibu juga tau kalau mbak adalah orang yang kuat dan baik, kalau mbak Sedih seperti ini ibu pasti akan sangat sedih." ucap Ano.
Sophia tersenyum.
"Mbak jangan sedih lagi yah. Malam ini aku tidur di sini nemenin mbak boleh kan? Karena kalau kita lagi ada Masalah dan juga sedih tidak boleh sendiri. Takut kefikiran terus." ucap Ano.
"Iyah." ucap Sophia. Ano tidur di pangkuan Sophia, Ano sambil curhat tentang sekolah nya hari ini.
Keesokan harinya..
"Ano..." panggil Adit. "Iyah kak bentar." ucap Ano yang sedang memasang Sepatu.
Hari ini Adit mau mengajak Ano jalan-jalan karena hari libur.
"aku sudah siap kak." ucap Ano.
Adit melihat Sophia di belakang Ano.
"Kamu mau kemana?" tanya Adit.
"Suami ku di rumah sakit, aku harus melihat nya." ucap Sophia.
__ADS_1
"Di rumah sakit? Kenapa bisa?" tanya Adit. "Ayah ku menembak kan pistol pada nya di kantor polisi." ucap Sophia. Adit kaget mendengar itu.
"Ayah ku sudah membunuh mertua ku. Dan dia mau membunuh suami ku juga." ucap Sophia. Adit benar-benar syok mendengar itu.
"Kamu berangkat sama siapa? Aku antar aja yah." ucap Adit. Sophia menggeleng kan kepala nya. "Terimakasih Adit, tapi aku bisa di antar Supir. Lagian kamu mau pergi sama Ano." ucap Sophia.
"Ano kita tunda dulu yah, sekarang kita Mengantarkan mbak Sophia dulu." ucap Adit.
"Iyah mbak gak apa-apa biar kak Adit nganterin mbak ke rumah sakit, aku juga mau melihat keadaan kak Gerwyn." ucap Ano.
Akhirnya mereka pun berangkat bertiga. Tidak beberapa lama mereka sampai di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan mas Gerwyn mah?" tanya Sophia.
Bu Linda hanya menoleh saja. wajah nya masih terlihat sangat sedih.
Sophia melihat Bibi baru datang.
"Bagaimana keadaan mas Gerwyn?" tanya Sophia. "Belum sadar sampai sekarang." ucap Bibi.
"Apa aku boleh masuk melihat nya?" tanya Sophia. Bibi menganguk. Sophia masuk ke ruangan ICU.
Sophia melihat suaminya yang terbaring Pucat di tempat tidur rumah sakit dan ruangan yang sangat dingin.
"Mas..." Sophia memegang tangan suami nya. "Aku minta maaf mas, aku mohon kamu untuk bangun." ucap Sophia menangis.
"Mas tidak mungkin kamu pergi meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini, aku yang salah aku minta maaf. Apa kamu tidak merindukan aku?" ucap Sophia.
"Aku adalah istri yang sangat bodoh, aku begitu bodoh." ucap Sophia. "Sekarang aku hanya memiliki kamu, aku mohon untuk bangun." ucap Sophia.
Dia memeluk Badan Suami nya sampai Air mata nya membasahi mata Gerwyn. Mungkin karena air yang menyentuh kulit nya dia mulai sadar.
Suster yang menunggu di dalam ruangan itu melihat kemajuan dari alat medis.
"Mbak ada kemajuan dengan pak Gerwyn." ucap suster. Sophia merasa sangat senang melihat itu.
dokter datang Memeriksa Gerwyn. Tidak beberapa lama Gerwyn membuka mata nya. Sophia melihat suaminya sadar dia sangat senang sekali.
"Mas! Kamu sudah sadar?" ucap Sophia. Gerwyn tersenyum melihat wajah Sophia. Dia mengangguk. Dia memegang tangan Sophia begitu erat.
"Saya berfikir kalau tidak akan melihat wajah kamu yang cantik ini, namun nyatanya saya masih di berikan ijin untuk melihat nya." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum. Dia memeluk suaminya sambil menangis.
__ADS_1
Dokter keluar dari ruangan itu.
"Pak Gerwyn sudah sadar Bu. Pak." ucap dokter. mereka semua mengucapkan alhamdulilah.