
Hena berusaha menenangkan Sophia.
"Yang sabar yah Sophia." ucap Hena.
Sophia terus menangis di pelukan Hena. Karena sudah malam dia harus segera pergi dari sana karena Hena juga harus berangkat bekerja.
Dia pulang kerumah. "Dari mana kamu?" tanya Gerwyn. Sophia menatap Gerwyn.
"Bapak tidak perlu tau!" ucap Sophia. "Jawab! Kamu dari rumah pria itu kan?" tanya Gerwyn.
"Bapak sekarang sudah puas kan menghancurkan hubungan ku dengan Adit? Bapak membuat semua nya hancur." ucap Sophia meninggikan suara nya.
Gerwyn diam. "Kenapa bapak melakukan ini? Kenapa?" ucap Sophia menangis.
"Bapak tidak cukup sudah menghancurkan hidup ku? Apa Bapak perlu menghancurkan hidup Orang yang aku cintai?" tanya Sophia. Gerwyn diam.
Sophia memukul Dada Gerwyn.
"Bapak sangat jahat. Bapak jahat, aku tidak mau melihat bapak lagi." ucap Sophia.
Gerwyn menahan tangan Sophia yang memukul Dada nya.
"Aku sudah tidak mempunyai tujuan hidup lagi, bapak menghancurkan semua nya." ucap Sophia.
Tiba-tiba Sophia pingsang, Gerwyn panik.
"Sophia bangun! Sophia." Gerwyn membawa ke kamar.
Ano yang ikut menangis di Balik pintu kamar nya mendengar mbak nya menangis.
Mendengar Sophia pingsang dia jadi ikut panik dan keluar dari kamar.
"Sophia. Sophia bangun." ucap Gerwyn menepuk-nepuk wajah Sophia. Mereka menunggu sampai Sophia bangun namun sudah lama Sophia tak kunjung bangun.
"Kak bagaimana kalau Mbak Sophia belum juga bangun?" tanya Ano.
"Ano jangan kasih tau sama ibu yah, mbak Sophia pasti bangun kok, dia hanya kecapean saja, Ano istirahat di kamar." ucap Gerwyn.
Ano mengangguk dia meninggal Gerwyn di kamar menjaga Sophia.
Gerwyn duduk di samping kasur. Dia memegang tangan Sophia.
"Maafkan aku yang sudah sangat egois melakukan ini, Tapi aku benar-benar tidak tahan melihat kamu bersama nya, aku cemburu." ucap Gerwyn.
"Dengan seperti ini aku tidak akan melihat kalian bersama lagi." ucap Gerwyn. Sophia mulai bangun Gerwyn langsung berdiri.
"Adit.. aku minta maaf aku bisa jelasin." ucap Tiara.
__ADS_1
"Aku mohon jangan pergi, aku mencintai kamu." Tiara tiba-tiba bangun.
Dia melihat Gerwyn memegang yang nya, tiba-tiba melepaskan nya. "Kamu mengigau. Apa sekarang kamu sudah baikan?" tanya Gerwyn.
Sophia diam. "Saya mengakui itu adalah perbuatan saya, saya sudah mengantakan kalau saya tidak main-main dengan kata-kata saya." ucap Gerwyn.
"Sekarang bapak puas sudah menghancurkan hidup ku? Menghancurkan hubungan ku?" tanya Sophia.
"Sebelum kamu mencintai saya dan melupakan pria itu Saya tidak Akan pernah puas." ucap Sophia.
"Baiklah kalau begitu, saya akan membuat kamu jatuh cinta pada saya." ucap Gerwyn. "Saya tidak Akan pernah jatuh dengan orang seperti bapak." ucap Sophia.
Gerwyn diam.
"Lebih baik kamu istirahat." ucap Gerwyn.
Keesokan harinya Gerwyn bangun lebih awal.
"Pagi Kak." sapa Ano pada Gerwyn yang duduk di ruang tamu sambil memegang Tablet nya.
"Pagi juga Ano."
"Besok Ano sudah sekolah kak. Ano gak sabar deh." ucap Ano. "Oh iya yah, kakak gak ingat. Bagaimana dengan pakaian kamu sudah lengkap semua kan? Alat tulis nya?"
"Sudah kok kak." ucap Ano.
Sophia baru saja bangun dia langsung ke dapur.
"Apa yang bisa saya bantu non?" tanya Bibik.
"Tidak perlu Bik, aku hanya ingin makan mie instan saja." ucap Sophia.
Gerwyn dan Ano hanya diam di ruang tamu.
Tidak beberapa lama akhirnya Sophia Selesai makan.
"Mau kemana kamu? Ini hari libur jangan beralasan untuk magang." ucap Gerwyn.
"Mbak mau kemana? Kan mbak masih kurang sehat." ucap Ano. Gerwyn berdiri di depan Sophia.
"Aku ada urusan. Ayo ikut sama mbak Ano." ucap Sophia.
"Tidak bisa! Kamu harus di rumah dan jangan bawa Ano kemanapun, dia harus banyak istirahat karena besok dia sudah sekolah." ucap Gerwyn.
"Bapak tidak ada hak untuk melarang saya membawa adik saya." ucap Sophia.
"Jangan keras kepala Sophia, kamu adalah istri saya, Ano adalah adik ipar saya, kalian berdua tanggung jawab Saya." ucap Gerwyn.
__ADS_1
Sophia melepaskan tangan Ano.
"Bapak tidak berhak melarang saya, karena tidak ada suami yang menghancurkan kehidupan istri nya dan bersifat kasar menjadikan istri nya budak, dan selalu menyalah kan istri nya." ucap Sophia berlalu begitu saja.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Mbak Sophia mau kemana Kak?" tanya Ano.
"Ano jangan khawatir yah." ucap Gerwyn.
"Kejar mbak Sophia kak, nanti terjadi apa-apa pada mbak Sophia." ucap Ano.
Akhirnya mereka pun mengikuti Sophia. Perjalanan Sophia ke Bandara. Tidak beberapa lama berhenti. Di dalam mobil Gerwyn dan Ano melihat Sophia menghampiri Adit.
"Adit kamu mau kemana?" tanya Sophia.
"Aku jadi berangkat ke Kanada, aku mau memberikan ini pada kamu." ucap Adit memberikan kotak besar pada Sophia.
"Kamu meninggalkan aku?" tanya Sophia.
"Bukan kah ini yang kamu mau? Aku menuruti keinginan orang tua ku?" ucap Adit.
"Aku tidak siap berpisah dengan kamu, aku tidak siap." ucap Sophia.
"Maaf Sophia, tapi ini adalah jalan yang terbaik untuk kita berdua. Mulai dari sekarang aku tidak akan pernah menghubungi kamu lagi, aku tidak akan pernah bertemu dengan kamu lagi, lupakan semua kenangan kita, hubungan kita sampai di sini saja, semoga kamu bahagia dengan suami kamu." ucap Adit.
Sophia menangis.
"Aku mohon jangan putus kan aku Adit, aku sangat mencintai kamu." ucap Sophia. Adit menghapus air mata Sophia.
"Karena aku mencintai kamu, aku melepaskan kamu, semoga kamu bahagia tanpa aku. Semoga pria pilihan kamu bisa memberikan lebih dari apa yang aku berikan sebelum nya." ucap Adit.
"Aku tidak mau berpisah, aku tidak mau." ucap Sophia semakin menangis. "Aku tidak tau harus melakukan apa kalau tidak bersama kamu, aku tidak bisa jauh dari kamu." ucap Sophia.
Adit memeluk Sophia, dia juga ikut menangis namun berusaha menyembunyikan nya.
"Jaga Ano yah, aku yakin kamu adalah wanita yang kuat." ucap Adit. Sophia memeluk erat Adit.
"Kak Adit." Ano berlari menghampiri mereka dan Adit langsung memeluk Ano. Mereka bertiga berpelukan.
"Kak Adit mau kemana?" tanya Ano.
"Kakak mau melanjutkan kuliah kakak di Kanada, kita tidak Akan bertemu lagi, ini kenang-kenangan untuk Ano." ucap Adit memberikan jam Tangan nya.
"Kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Adit mengelus rambut Sophia dan berjalan menarik koper nya. Tiba-tiba Sophia mengejar nya, Sophia memeluk nya dari belakang.
"Aku mohon jangan tinggalin aku." ucap Sophia.
__ADS_1
Namun Adit langsung melepaskan tangan Sophia dari perut nya, Tampa melihat ke belakang dia Terus berjalan menarik koper besar nya, walaupun Air mata nya keluar begitu deras, hati yang sangat sakit mendengar tangisan Sophia yang pertama kali. Sophia menangis tersedu-sedu karena dia.