
"Aku juga ingin mendapatkan inspirasi di luar mas, boleh yah aku mohon. Di sana juga ada Hena kok." ucap Sophia.
"Baiklah kalau begitu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Terimakasih mas." ucap Sophia.
"Hari ini saya juga tidak Akan di rumah, saya akan makan siang dengan Bibi." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.
Sudah malam Gerwyn masih bersama Bibi.
"Tumben banget kamu mau ke Cafe seperti ini Gerwyn? Biasanya ini tempat tongkrongan anak-anak kuliahan dan Anak SMA." ucap Bibi karena Gerwyn mengajaknya ke sana.
"Sudah ikut saja." ucap Gerwyn. Setelah masuk Bibi Melihat Ternyata Ada Sophia di sana dan juga ada RIki.
"Kalian ada di sini." ucap Sophia sebagai basa-basi.
Bibi tersenyum. Bibi juga hanya tersenyum tipis saja ketika Sophia menoleh ke arah nya.
Riki juga menyambut mereka dengan tersenyum.
Bibi mau duduk di depan mereka namun tangan nya langsung di tarik ke meja yang di belakang Sophia.
"Kenapa kita duduk di sini? Bukan kah kamu datang ke sini untuk menyusul Sophia?" tanya Bibi.
"Memang iya tapi aku sudah janji. Aku boleh datang ke sini namun tidak bisa menganggu nya karena mereka lagi mengejar kan tugas." ucap Gerwyn.
"Humm sungguh pria Bucin." ucap Bibi. Sophia menoleh ke belakang. Gerwyn juga menoleh ke arah Sophia mereka senyum dan Sophia kembali fokus ke laptop nya.
Tidak beberapa lama di sana.
"Kami sudah selesai belajar. Apa kalian di sini juga akan Lama?" tanya Sophia menyusul ke meja belakang nya.
"Kami juga mau pulang kok." ucap Gerwyn menutup laptop nya.
"Kalian boleh pulang duluan. Aku mau mengantar kan teman ku ke depan, ada sesuatu yang harus kami beli untuk melengkapi tugas kami." ucap Sophia.
Gerwyn hanya bisa menginyakan dan setelah itu Sophia pun pergi meninggalkan mereka.
Gerwyn pulang terlebih dahulu ke rumah.
"Sudah malam kenapa kamu baru saja pulang nak? Mana Sophia?" tanya Bu Linda yang sudah menunggu mereka dari tadi.
"Sophia lagi di perjalanan pulang ke sini mau." ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Ya udah kalau begitu kamu mandi gih." ucap Bu Linda. Gerwyn Mengangguk dia pun langsung ke kamar.
Bu Linda pun ke kamar Ano.
"Ano lagi ngapain?" tanya Bu Linda Duduk di pinggir kasur.
"Aku lagi lihatin lukisan wajah almarhum Ibu." ucap Ano.
"Coba ibu lihat," ucap Bu Linda. Ano memberikan nya.
"Ternyata ibu kamu cantik juga yah, sama seperti mbak Sophia." ucap Bu Linda. Ano tersenyum.
"Aku sangat merindukan Ibu. Dia sangat cepat sekali meninggalkan aku." ucap Ano.
"Bahkan aku hanya bisa membayangkan wajah nya karena foto nya saja sudah tidak ada. Kata orang-orang dia sangat mirip dengan mbak Sophia." ucap Ano.
Bu Linda mengelus kepala Ano.
"Yang sabar yah nak." ucap Bu Linda memeluk Ano.
"Tapi sekarang aku gak sedih lagi Bu." ucap Ano. "Kenapa begitu? Apa kamu sudah tidak Rindu dengan ibu kamu?" tanya Bu Linda.
"Bukan Bu, karena aku ketemu sama Ibu. Ibu sangat baik pada aku dengan mbak Sophia. Aku sangat beruntung sekali." ucap Ano.
Bu Linda tersenyum.
Sophia baru saja pulang dia melihat rumah sudah sepi.
"Ini baru saja jam sembilan Malam Kemana semua orang? Kenapa sangat sepi?" ucap Sophia.
Di naik ke atas. Dia membuka pintu kamar dia kaget karena lampu mati dia menghidupkan lampu dan ternyata Gerwyn sudah tidur.
"Dia tidur begitu cepat." ucap Sophia dia meletakkan Tas, jaket dan juga semua barang-barang nya di Atas sofa.
Dia mendekati Gerwyn mencium pipi nya.
"Dia pasti ketiduran menunggu ku." ucap Sophia setelah itu dia pun ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Tidak beberapa lama dia keluar, dia mematikan lampu kamar mandi dan menutup pintu namun dia terkejut melihat Gerwyn sudah duduk di pinggir kasur memasang wajah yang sangat datar sehingga membuat Sophia terkejut.
"Mas.. Kamu kenapa bangun? Apa aku membangun kan kamu?" tanya Sophia. "Justru aku tidak bisa tidur karena kamu." ucap Gerwyn. Sophia diam dia menaikkan alisnya karena bingung.
"Kenapa kamu sangat lama hanya mengantar kan dia pulang tadi?" tanya Gerwyn. Sophia mendekati Gerwyn. Gerwyn berdiri sambil menatap Wajah Sophia dengan tatapan cemberut.
__ADS_1
"Aku lupa ternyata beberapa proposal kami belum selesai kami harus segera menyelesaikan nya tadi." ucap Sophia. Gerwyn tambah cemberut.
"Ini menyangkut nilai kami, jadi aku tidak bisa meninggalkan nya." ucap Sophia. Gerwyn diam.
"Aku minta maaf." ucap Sophia memeluk pinggang suami nya.
"Ayolah mas jangan memasang wajah cemberut seperti itu karena kamu terlihat sangat imut." ucap Sophia mencubit pipi Gerwyn.
"Kamu tidak perduli pada saya hari ini kamu lebih fokus pada teman pria kamu itu." ucap Gerwyn.
"Bukan seperti itu mas, aku hanya fokus pada pelajaran agar segera selesai dan aku bisa kembali cepat dan menghabis waktu dengan kamu." ucap Sophia.
"Kamu serius?" tanya Gerwyn, Sophia mengangguk.
Sophia melingkar kan tangan nya di leher Gerwyn.
Dia mencium bibir Gerwyn. Dan Gerwyn mengendong Sophia karena terlalu pendek.
"Jangan cemburu lagi mas." ucap Sophia. Gerwyn Tersenyum.
Dia langsung membaringkan Sophia ke kasur. "Kamu harus menerima hukuman yang telah kamu lakukan." ucap Gerwyn.
"Aaauhhh geli Mas." ucap Sophia. Sophia tertawa karena Gerwyn tak kunjung berhenti menggelitik nya.
Namun saat asik bercanda tiba-tiba ponsel Sophia Berdering. "Bentar Mas." ucap Sophia menahan Gerwyn dan melihat ponsel nya.
"Ini dari Riki, aku menjawab nya sebentar." ucap Sophia.
"Iyah Halo Ki, ada apa?" tanya Sophia.
"Soal tugas tadi kamu jemput ke rumah aku yah, aku sudah menyelesaikan semua nya." ucap Riki.
"Baiklah kalau begitu." ucap ucap Sophia.
"Oh iya Sophia, Hena di mana yah? Kenapa dia belum menjawab telpon ku, dia juga tadi tidak datang." ucap Riki.
"Aku juga tidak tau Ki, Besok kalau aku sudah ketemu dia aku pasti mengabari kamu." ucap Sophia.. Namun tiba-tiba Gerwyn mencium Sophia menganggu nya.
"Aku mau membicarakan sesuatu hal yang penting tentang pelajaran kita pada nya." ucap Riki.
"Kenapa tidak coba kamu cari ke rumah nya saja?" tanya Sophia.
"Aku Sudah ke sana namun kata nya dia sudah pindah." ucap Riki. "Pindah." ucap Sophia kaget.
__ADS_1
Dia tidak bisa membiarkan suami nya Terus mengganggu dia menutup lauspeker ponsel nya.
"Tunggu dulu mas." ucap Sophia. Gerwyn hanya bisa memasang wajah sok polos nya, namun setelah Sophia kembali menelpon dia mengganggu lagi.