Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Masih dengan kebucinan bapak Gerwyn


__ADS_3

Setelah Suami dan Adek nya pergi dia langsung masuk.


"Bik kalau ada Tamu bilang saya tidak ada yah." ucap Sophia dan berlari ke atas masuk ke kamar Ano.


"Huff aku harus menyelesaikan ini dengan cepat." batin Sophia. Namun sebelum memulai nya dia terlebih dahulu menukar pakaian nya yang longgar.


Tidak beberapa lama dia hampir menyelesaikan nya. Satu jam kemudian akhirnya selesai juga tidak terasa sudah tengah hari.


"Alhamdulillah akhirnya selesai juga." ucap Sophia dia membuka nya.


"Wahh cantik banget, Mamah nya kak Frans memang sudah cantik dari sana." ucap Sophia. Dia melihat lukisan Ano tidak kalah bagus nya namun milik nya lebih kecil dari pada lukisan nya.


Dia mengambil gambar dan mengirim nya pada Frans.


"Aku lupa membeli bingkai nya, aku akan membelinya sendiri." ucap Sophia.


Frans yang baru keluar dari ruangan nya melihat pesan dari sophia tersenyum dia sangat suka dengan lukisan Sophia.


Dia mau menemani Sophia namun dia ada Meeting setelah habis istirahat, akhirnya dia mempercayakan Sophia untuk membelinya.


Sophia segera siap-siap mau berangkat namun Ano sudah pulang. Dia mau kasih tau Ano tapi takut Ano kasih tau sama Suami nya.


Akhirnya dia mengatakan saja kalau hanya polos saja tidak bagus lukisan mereka. Jadi dia memutuskan untuk mencari bingkai. Ano pun mau mencari bingkai, dia pun ikut dengan mbak nya.


Mereka mencari ke toko yang biasa Gerwyn membawa Ano membeli alat melukis. "Kok kamu bisa tau disini ada No?" tanya Sophia.


"Karena kak Gerwyn selai membeli di sini mbak." ucap Ano. Mereka pun masuk ke dalam untuk memilih yang sesuai dengan lukisan masing-masing.


Setelah mendapat kan nya. Mereka membayar dan pulang.


"Mbak besok aku ada kegiatan di sekolah, orang tua harus Hadir." ucap Ano.


"Kegiatan apa?" tanya Sophia.


"Seperti biasa mbak, lomba menyanyi, membaca, berbahasa dan juga mengaji bagi orang yang islam." ucap Ano.


"Oohh, besok yah? Mbak harus nganterin lukisan kita kita ke kantor kak Frans." ucap Sophia. "Kan ulang tahun nya bukan Besok mbak, jadi mbak bisa nganterin nya sore." ucap Ano.


"Humm kamu benar juga." ucap Sophia.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Mereka menghias lukisan nya.


"Wahh lukisan mbak cantik banget." ucap Ano.

__ADS_1


Sophia tersenyum.


"Aku juga pengen di lukis dong sama mbak." ucap Ano.


Mbak sudah Bosan melukis wajah kamu, tanpa melihat foto atau melihat kamu saja mbak sudah bisa melukis nya." ucap Sophia. Ano terkekeh.


"Ya udah kamu tidur siang gih, mbak juga mau tidur." ucap Sophia. Sophia pun meninggalkan Adik nya dan kembali ke kamar nya.


Di tempat lain Suami nya baru saja selesai Makan Bekal nya sampai habis. "Huff ini sangat enak sekali." batin Gerwyn.


Seketika dia tersenyum mengingat istri nya.


"Vano! Apa saja jadwal saya berikutnya?" tanya Gerwyn.


"Jadwal bapak masih sangat banyak pak, mungkin tidak bisa di selesaikan hari ini sekaligus." ucap Vano sambil memberi kan catatan jadwal.


Membaca jadwal tersebut membuat Gerwyn Menghela nafas panjang. "Huff.."


"Bapak sudah sangat lama tidak datang ke kantor sehingga membuat padat seperti ini." ucap Vano. Gerwyn hanya diam


Dia hanya berfikir kalau tidak bisa pulang dengan cepat bertemu dengan istri nya.


Tidak terasa sudah larut malam, Sophia dan Ano Sedang menonton televisi di ruang tamu.


"Mungkin masih bekerja, nanti juga pulang." ucap Sophia.


"Kan Besok hari libur Mbak, kenapa kak Gerwyn masih bekerja sampai larut malam." ucap Ano. Sophia bingung mau menjawab apa.


"kakak sudah di sini." ucap Gerwyn. Ano melihat Gerwyn dia langsung melompat kesenangan.


"Kakak dari mana? Kenapa sangat lama?" tanya Ano.


"Sangat banyak pekerjaan di kantor, kakak sangat lelah." ucap Gerwyn.


"Yahh padahal aku mau ngajakin kakak main." ucap Ano.


"Besok aja yah. Kan Besok libur." ucap Gerwyn.


"Yahh tapi besok aku ke sekolah karena ada kegiatan di sekolah kak." ucap Ano.


", Kegiatan apa?" tanya Gerwyn.


"Lomba-lomba gitu kak." ucap Ano. "Ya udah sekalian saja Besok setelah pulang dari sekolah." ucap Gerwyn.

__ADS_1


Akhirnya Ano pun mau. "Ya udah sekarang kakak ke kamar dulu yah mau mandi." ucap Gerwyn. Ano mengangguk. Gerwyn menatap Istrinya seperti mengode ke kamar.


"Mbak mau kemana?" tanya Ano. "Mbak mau ke kamar sebentar ngambil ponsel." ucap Sophia.."Tapi film nya sudah mau di mulai mbak." ucap Ano.


"Bentar aja kok." ucap Sophia, akhirnya Ano mengijinkan, Sophia langsung ke kamar. Dia membuka pintu namun tidak ada Gerwyn di tempat tidur. Namun tiba-tiba pintu tertutup, Gerwyn memeluk Sophia dari belakang membuat Sophia terkejut dia langsung menendang adik Gerwyn.


"Aaarggghh!!!" Gerwyn berteriak sampai berlutut di lantai memegang milik nya.


"Maaf mas , maaf mas aku terkejut sehingga langsung refleks." ucap Sophia. Wajah Gerwyn langsung merah.


"Ya ampun kenapa kamu memukul nya dengan kuat Sophia? Saya tidak tau dia berfungsi atau tidak sekarang." ucap Gerwyn, Sophia tertawa.


"Lagian mas sih pakai ngejutin segala." ucap Sophia.


Gerwyn langsung memeluk Sophia dan terjatuh ke kasur..


"Penyambutan seperti apa yang kamu lakukan pada saya? Kamu harus di hukum." ucap Gerwyn. Sophia langsung menutup mulut nya.


Gerwyn tersenyum.


"Huff aku sangat merindukan kamu Beby." ucap Gerwyn dengan suara berat sambil meletakkan kepalanya di bahu Sophia dan hembuskan nafas nya terkena di leher Sophia.


Sekarang Sophia merinding ketika mendengar suara serak Gerwyn.


"Kita baru saja bertemu pagi tadi." ucap Sophia.


"Tapi saya tidak bisa melupakan kamu sedetik pun." ucap Gerwyn, Sophia tersenyum.


"Apa mas benar-benar mencintai ku?" tanya Sophia. "Jangan bertanya lagi." ucap Gerwyn. Gerwyn tiba-tiba mencium leher Sophia sehingga membuat Sophia menjadi kegelian dan mendorong Gerwyn jauh dari nya.


"Kenapa?" tanya Gerwyn.


"Geli banget." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Huff aku lupa kalau istri ku masih kecil dan sangat polos." ucap Gerwyn. Sophia menarik tangan Gerwyn.


"Lebih baik mas mandi, aku akan menyiapkan pakaian." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Apa kamu tidak mau ikut?" tanya Gerwyn, Sophia membulat kan mata nya terkejut dengan ajakan Gerwyn. Dia langsung Menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah mandi." ucap Sophia mendorong Suami nya berjalan ke arah kamar mandi, Gerwyn pun masuk ke dalam kamar mandi.


Sophia tersenyum salting karena kelakuan suaminya. Dia memegang Leher nya. "Huff aku sangat takut ketika di sentuh oleh nya, tapi itu sangat nyaman sekali." ucap nya. Dia pun segera memilih pakaian tidur untuk suami nya.

__ADS_1


__ADS_2