Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Masih Ragu


__ADS_3

Dia menatap wajah suaminya. Tidak lupa juga memeriksa suhu badan Gerwyn. Namun ternyata badan Gerwyn masih hangat.


Dia bangun namun di tahan oleh tangan Gerwyn.


"Mas sudah bangun?" Tanya Sophia. Gerwyn membuka mata nya dia menatap wajah istri nya cukup lama.


"Humm." jawab Gerwyn.


"Mau sarapan apa? aku akan membuat nya." ucap Sophia namun Gerwyn menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak lapar." ucap Gerwyn.


"Tapi harus tetap sarapan agar cepat sembuh." ucap Sophia.


Gerwyn menggeleng kan kepala nya. Sophia turun dari kasur.


"Kalau begitu aku akan Masak apa saja yang penting mas harus Makan." ucap Sophia, Gerwyn hanya diam saja.


Sophia terlebih dahulu ke kamar mandi setelah itu baru keluar. "Om Gerwyn sakit yah?" tanya wanita yang berdiri di depan pintu kamar membuat Sophia terkejut.


Sophia menoleh ke arah dalam.


"Kamu Sophia kan?" tanya perempuan itu. Sophia Mengangguk.


"Enjel Kamu dari mana saja kemarin?" tanya Gerwyn. Enjel langsung masuk.


"Maafin aku, aku tadi malam nginap di tempat Teman aku, om kok bisa seperti ini?" tanya Enjel sangat khawatir langsung memeluk Gerwyn.


Sophia yang melihat itu seketika kaget.


"Apa mungkin ini adalah keponakan yang di bilang oke mas Gerwyn pada ku? Dia terlihat sangat cantik dan bahkan dia lebih tua dari ku." batin Sophia.


Dia pun keluar. "Selamat pagi Sophia," Sapa Bibik, paman dan juga ibu mertua nya.


"Pagi juga, maaf kan saya sudah bangun kesiangan." ucap Sophia merasa tidak enak hati.


"Sudah tidak apa-apa, kamu juga pasti tidak tidur mengurus Gerwyn sepanjang malam. Lihat saja Ano sampai sekarang belum bangun." ucap Buk Linda.


Sophia tersenyum tipis.


"Kamu sarapan dulu gih, setelah itu baru anterin Makanan pada suami kamu." ucap buk Linda, Sophia mengangguk. Sophia sarapan sedikit setelah itu dia membawa makanan yang udah ada ke atas.


Sampai di kamar Sophia sangat kaget melihat momen Gerwyn bersama Keponakan nya itu. Ponakannya itu terlihat sangat dekat pada Gerwyn.


"Wahh sarapan nya sudah datang, biar aku saja yang menyuapi nya." ucap Enjel mengambil makanan dari tangan Sophia.

__ADS_1


"Kalau om sakit seperti ini, membuat ku khawatir saja, pokoknya om harus cepat sembuh." ucap Enjel.


Gerwyn merapikan rambut Enjel menyelip kan ke belakang telinga nya.


"Kamu selalu cerewet kalau saya sakit." ucap Gerwyn. Enjel Menghela nafas panjang.


"Om itu harus sehat, Om harus kuat, karena om mempunyai tanggung jawab yang besar, belum lagi aku yang tidak bisa melihat om sedih, sakit dan juga kesusahan." ucap Enjel.


Gerwyn tersenyum. "Iyah cantik, Iyah." ucap Gerwyn. Sophia yang mendengar percakapan mereka membuat dia sedih karena Gerwyn berbicara dengan Enjel sangat lembut, bahkan apa saja yang di katakan oleh Enjel dia menuruti nya.


"Aku akan mengambil obat mas Gerwyn." ucap Sophia.


"Tidak perlu, aku sudah membawa nya ke sini. Kamu istirahat lah, biar aku yang merawat Om Gerwyn.'' ucap Enjel.


Sophia terdiam. Dia akhirnya pasrah dan mengangguk walaupun sebenarnya dia ingin merawat Gerwyn.


Dia keluar dari kamar itu. Gerwyn melirik Sophia namun Enjel berusaha mengambil perhatian Gerwyn.


Sophia mencari tempat yang sepi agar bisa menyendiri.


"Kenapa aku sangat cemburu pada Enjel? Apa benar aku mencintai mas Gerwyn?" batin Sophia.


"Mbak kenapa di sini?" tanya Ano.


"Mbak lagi sedih? Bertengkar lagi dengan kak Gerwyn? Apa Kak Gerwyn sakit parah?" tanya Ano. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok, mbak hanya ingin duduk disini saja." ucap Sophia. Ano ikut duduk di sana.


"Kapan kita pulang ke Jakarta mbak? Hari Senin aku sudah sekolah." ucap Ano.


"Mungkin besok sore," ucap Sophia. Ano mengerti.


"Lebih baik kamu mandi Habis itu makan." ucap Sophia. Ano mengangguk dia pun pergi ke kamar untuk mandi.


"Aku pikir istri Om lebih tua dari aku, ternyata dia masih sangat muda yah, aku yakin dia pasti tidak mengerti Om." ucap Enjel. Gerwyn hanya diam saja.


"Ya udah kalau begitu Om tidur yah, aku ada kerjaan siang ini." ucap Enjel. Gerwyn mengangguk. kebetulan juga Sophia masuk ke dalam.


Enjel tersenyum pada Sophia dan keluar.


"Kamu dari mana saja? Kenapa kamu malah meninggalkan saya di sini?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


Dia membuka koper nya dan mengambil baju ganti.

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi Cuek seperti itu? Saya salah apa?" tanya Gerwyn.


Sophia menatap Gerwyn. "Mas cukup dekat yah dengan keponakan kamu, Mas bahkan sangat sayang pada nya. Dia juga memperlakukan Mas seperti kekasih nya sendiri." ucap Sophia.


"Kenapa kamu membahas itu?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa iri saja pada nya." ucap Sophia. "Dia bisa di perlakukan baik oleh mas, sementara aku selalu saja salah." ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Kamu berbicara apa Sophia? Jangan pernah berbicara seperti itu!" ucap Gerwyn.


"Besok kami Akan pulang, aku rasa dia sudah bisa merawat mas di sini." ucap Sophia dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Gerwyn Menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama akhirnya Sophia Keluar dari kamar mandi.


"Sophia." panggil Gerwyn. Sophia menoleh ke arah Gerwyn.


"Kenapa kamu marah pada saya? Akhir-akhir ini kamu marah tidak jelas. Apa yang kamu rasakan?" tanya Gerwyn.


Sophia terdiam sejenak. "Apa kamu cemburu dengan Enjel?" tanya Gerwyn. "Aku cemburu pada nya karena mas bisa memperlakukan nya dengan baik." ucap Sophia.


"Kamu yakin hanya karena itu?" tanya Gerwyn.


"Iyah aku yakin." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum tipis.


"Apa karena kamu sudah mencintai saya?" tanya Gerwyn. Sophia langsung menatap Gerwyn.


"Jangan merasa kepedean yah," ucap Sophia.


"Kamu cemburu ketika wanita lain perhatian pada saya, namun kamu sendiri tidak bisa seperti mereka." ucap Gerwyn.


"Aku tidak bisa seperti apa wanita yang mas impikan, aku akan jadi diri sendiri, kalau mas suka Bagus, kalau tidak kita tinggal berpisah." ucap Sophia.


Gerwyn langsung menarik tangan Sophia.


"Jangan pernah membohongi diri kamu sendiri, kamu mencintai saya kan?" tanya Gerwyn.


Sophia diam. "Kenapa begitu sulit untuk Jujur, aku sadar kalau aku mencintai mas Gerwyn, namun aku harus sadar diri aku siapa dan juga aku belum siap untuk menerima resikonya nanti." ucap Sophia.


"Aku sudah Menghianati diri ku sendiri, aku pernah mengatakan kalau aku tidak Akan pernah mencintai nya, namun nyatanya aku mencintai pria yang sangat aku benci dan yang paling jahat pada ku." batin Sophia.


Tiba-tiba Gerwyn memeluk Sophia dari belakang.

__ADS_1


"Saya tidak akan pernah menyerah untuk membuat kamu mengakui perasaan kamu yang sekarang." ucap Gerwyn.


__ADS_2