Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Lisa mengancam Gerwyn


__ADS_3

Namun dia langsung membaringkan istri nya di tempat tidur.


"Saya sebenarnya tidak ingin melakukan nya malam ini karena saya Masih sangat merindukan kamu. Namun saya hanya bisa mengobati rasa rindu saya dengan cepat cara seperti ini. Kamu tidak akan bisa berjalan dan Tidak akan meninggalkan kasur." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum.


"Lakukan saja apa yang mas mau lakukan." ucap Sophia berbisik di telinga suami nya.


Gerwyn tidak bisa menahan diri lagi akhirnya dia pun melakukan nya dengan Sophia.


Keesokan harinya...


"Good morning sayang.." sapa Gerwyn di telinga Sophia. Sophia bergeliat dia membalikkan badannya. "Morning mas." ucap Sophia dengan suara yang begitu berat karena dia masih sangat mengantuk.


"Aku Masih sangat mengantuk. Aku minta maaf tidak bisa menyiapkan sarapan dan juga Menyiapkan baju untuk mas." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum. "Apa saya terlalu kasar tadi malam?" Gerwyn. "Enggak kok. Aku juga puas kok, dari mana mas mendapatkan energi yang sangat kuat seperti itu." ucap Sophia.


Gerwyn tertawa kecil.


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat lah, saya akan berangkat kerja. kalau sudah bangun jangan lupa mandi lepas tu jangan lupa juga Makan karena tenaga kamu pasti sudah habis." ucap Gerwyn.


"Pergi bekerja? Ini sudah jam berapa?" tanya Sophia.


"Ini sudah hampir Jam sepuluh pagi." ucap Gerwyn. Sophia membuka mata nya dia ternyata suami nya sudah rapi.


Dia duduk.


"Hati-hati yah Mas." ucap Sophia menyalim tangan Gerwyn. Gerwyn memeluk istrinya mencium kening nya dan pergi.


"Selamat pagi Pak." sapa Staf-staf yang menunggu nya. mereka menyambut kedatangan pak Gerwyn dengan wajah yang tegang sekali.


Mereka sangat tegang karena Gerwyn masuk ke kantor tiba-tiba. Gerwyn masuk ke ruangan nya. Dia memeriksa semua proposal dan seperti dugaan nya tidak ada yang becus sama sekali. dia marah-marah pada semua staf yang di percaya kan mengurus proposal penting itu.


"Apa yang Kalian lakukan di sini Selama saya tidak ada? Kalian semua tidak becus." ucap Gerwyn marah.


"Maaf kan kami pak. Kami kurang teliti."


"Saya rugi banyak karena Kalian. Gaji tiga bulan Kalian saya potong!" ucap Gerwyn. Semua nya langsung terdiam.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Nona Lisa datang.


"Kalian semua keluar, jangan lupa untuk memperbaiki nya. Hal-hal seperti ini jangan terulang lagi." ucap Gerwyn.


"Baik pak. Permisi." mereka keluar meninggalkan Gerwyn.


Gerwyn menatap Lisa.


"Hay.. Selamat pagi bapak Gerwyn yang dermawan. Ini Masih pagi loh kenapa udah marah-marah saja?" tanya Lisa.


"Kenapa kamu ada di sini? sebelum nya kita tidak ada janji, saya sedang sibuk." ucap Gerwyn.


"Kok kamu jadi dingin seperti itu sih? Kamu marah nya ke Staf kamu, namun Kesal juga pada ku." ucap Lisa.


Gerwyn mengusap wajah nya.


"Saya minta maaf, saya tidak bermaksud untuk marah sama kamu. Hanya saja saya emosi melihat pekerjaan mereka semua, di tambah lagi Vano entah Kemana Sekarang." ucap Gerwyn.


"Sudah tenang dulu. Aku Buatin kopi yah." ucap Lisa. Gerwyn duduk di kursi nya, Lisa sudah datang membawa kopi untuk Gerwyn.


"Nih minum dulu. Tenangin diri kamu." ucap Lisa.


"Thank you Lisa," ucap Gerwyn. Lisa tersenyum.


"Saya hanya ingin bertemu kamu saja. Sudah lama kita tidak bertemu. Bertemu Minggu lalu setelah itu kamu pergi keluar kota dan aku hanya bisa datang sekarang." ucap Lisa.


Gerwyn diam.


"Kemarin aku datang kerumah kamu." ucap Lisa. Gerwyn langsung menatap wajah Lisa.


"Kamu ke rumah saya? Yang benar saja?" ucap Gerwyn.


"Yeah, I'm going to your house." ucap Lisa.


"Kamu ngapain kerumah saya? Saya tidak mengijinkan kamu ke sana. Bahkan karena saya tidak mau kamu ke rumah saya, itu sebab nya saya tidak bercerita pada Mamah kamu di sini." ucap Gerwyn.


"Kenapa?" tanya Lisa.


"Saya tidak mau istri saya salah paham. Saya tidak mau dia berfikir aneh-aneh tentang kamu." ucap Gerwyn.

__ADS_1


Lisa tertawa.


"Kita tidak ada hubungan apapun bukan? aku hanya ingin bertemu Tante Linda, eh kebetulan melihat istri di bawah umur kamu di sana." ucap Lisa.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Urusan kita hanya sekedar pekerjaan, tidak lebih dan tidak kurang. Lebih baik kamu jangan mengganggu Istri saya." ucap Gerwyn.


"Kenapa kamu kelihatan sangat takut sekali? Apa kamu takut rahasia kamu terbongkar?" tanya Lisa. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Saya sudah memberikan semua apa yang kamu mau, Jangan mencoba mengacaukan hidup saya!" ucap Gerwyn.


Lisa tertawa. "Aku tidak akan mengacaukan kamu kalau kamu tidak mengabaikan aku seperti ini." ucap Gerwyn.


"Aku sudah bilang kita tidak ada hubungan apapun lagi selain pekerjaan, aku tidak mau ada hubungan lagi dengan kamu. Jangan membuat semua orang salah paham." ucap Gerwyn.


"Aku tau kamu masih mencintai kau bukan? Bahkan bersama dengan Okta pun kamu tidak bisa melupakan Aku kan?" ucap Lisa.


."Stop Lisa, stop! Saya tidak mencintai kamu lagi, saya mencintai istri saya. Saya sudah menikah berhenti mengganggu saya." ucap Gerwyn.


Lisa tersenyum. "Aku datang ke sini karena aku merindukan kamu. Dan aku ingin kamu ikut dengan aku, karena ada orang yang Merindukan kamu." ucap Lisa.


"Kamu Bodoh yah Lisa? Aku sudah mempunyai istri, aku tidak bisa meninggal dia." ucap Gerwyn.


"Baiklah kalau kamu tidak bisa ikut dengan ku kembali ke kota ku, aku ingin kamu dinner dengan aku malam ini. Di tempat kita biasa." ucap Lisa.


"Aku tidak bisa, aku sibuk dengan pekerjaan ku." ucap Gerwyn. Lisa berdiri dia mendekati Gerwyn.


"Kamu yakin tidak mau? Apa kamu tidak mau aku mulut rapat-rapat menyimpan rahasia kamu?" ucap Lisa.


"Baiklah-baiklah saya akan pergi. Namun hanya bisa di jam Tiga sampai jam lima, setelah itu saya harus pulang." ucap Gerwyn.


"Tidak masalah, yang penting aku bisa mempunyai waktu bersama orang yang aku sayang." ucap Lisa.


"Puas kamu!" ucap Gerwyn. Lisa tersenyum.


"Saya tidak mau kalau kamu datang ke rumah tanpa seijin saya!" ucap Gerwyn.


"Kalau kamu mengabaikan ku, aku akan datang mencari Kamu ke sana." ucap Lisa. Gerwyn sangat greget namun tidak bisa melakukan apapun.

__ADS_1


"Bagaimana kabar kamu dengan Okta? Kenapa bisa berpisah seperti itu? Dia kenapa bisa menikah dengan orang lain?" tanya Lisa.


"Bukan urusan kamu, justru itu semua karena kamu." ucap Gerwyn. Lisa tersenyum. "Aku sudah pernah bilang kalau aku tidak bisa memiliki kamu, orang lain juga tidak akan bisa." ucap Lisa. Gerwyn berdecak kesal di saat Lisa sudah pergi.


__ADS_2