Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Karena Nonton sepak bola akhirnya telat bangun, istri pun tidak peduli.


__ADS_3

"Ini sudah jam Sepuluh malam mereka masih tetap saja menonton." ucap Sophia. Dia tidak bisa membiarkan nya, adik nya harus sekolah Besok.


Dia turun memaksa Ano untuk tidur walaupun dia tidak mau, namun Sophia memaksa Suami nya untuk mematikan TV juga.


"Huff lebay banget sih kamu, suami dan adik kamu nonton sesekali Malah di marahin." ucap Lisa.


Sophia menatap Lisa. "Lihat tuh mereka lagi serius. Bagaimana bisa suami kamu dan adik kamu betah kalau seperti ini." ucap Lisa.


Sophia melihat Gerwyn dan adik nya. Lisa duduk di samping Gerwyn yang sangat fokus.


Kebetulan Lisa juga lumayan suka.


Tidak ada yang bisa di katakan oleh Sophia, alhasil dia membiarkan mereka menonton sampai jam satu malam.


Di pagi hari nya. Setelah selesai Masak sarapan pagi Sophia berangkat ke sekolah.


"Mah aku berangkat dulu yah, aku sudah hampir telat, doain ujian aku lancar aku kerjain." ucap Sophia. Dia menyalim tangan Mertua nya.


"Semangat selalu." ucap Bu Linda. Sophia pun pergi di antar oleh supir.


Bu Linda duduk di ruang tamu sendirian karena dia berfikir kalau tidak ada orang lagi di rumah itu, namun dia terkejut melihat Gerwyn baru saja turun.


"Good morning Mamah." ucap Gerwyn duduk di samping bu Linda. "Loh kamu baru bangun? Mamah pikir sudah berangkat kerja." ucap Bu Linda.


"Sophia mana Mah?" tanya Gerwyn. "Loh Sophia gak ijin dulu sama kamu kalau dia berangkat ke sekolah?" tanya Bu Linda, Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


Gerwyn melihat jam yang di dinding ternyata sudah jam sembilan. "Loh Mamah gak bilang sih ini sudah jam sembilan." ucap Gerwyn.


"Loh kok Malah nyalain Mamah sih?" ucap Bu Linda.


"Sophi kenapa gak bangunin sih? Aku ada meeting." ucap Gerwyn.


Gerwyn mengingat kejadian tadi malam.


"Apa Ano sudah berangkat ke sekolah?" tanya Gerwyn.


"Mamah gak tau, biasa nya sebelum Mamah keluar dari kamar dia Sudah bangun, hari ini Mamah telat bangun mungkin dia sudah Duluan berangkat." ucap Bu Linda.


Gerwyn langsung memeriksa ke kamar Ano. Dia melihat Ano Masih enak memeluk bantal guling nya.


"Seperti nya Sophia marah, itu sebab nya dia tidak membangun kan kami." ucap Gerwyn.

__ADS_1


Dia pun berbaring di kasur Ano. Ano terbangun dia melihat Gerwyn di samping nya.


"Apa yang kakak lakukan di sini?" tanya Ano.


"Kakak sudah telat kerja. Mbak Sophia tidak membangun kan kakak." ucap Gerwyn. Ano melihat jam.


Dia menghela nafas panjang.


"Ini pasti bergadang menonton bola, mbak Sophia pasti sangat marah sekali." ucap Ano.


Di sekolah Sophia baru saja menyelesaikan ujian nya.


"Sophia!" panggil Hena. Sophi melihat Hena dia tersenyum.


"Huff mentang-mentang sudah jadian dengan Vano kamu jarang menemui ku, kamu juga sudah jarang membalas pesan ku." ucap Sophia.


"Ah kamu bisa saja." ucap Hena.


"Tunggu-tunggu ini di leher kamu bekas apa?" tanya Sophia. Namun Hena langsung menutup nya, dia mengingat saat pagi tadi.


"Aku tidak bisa membiarkan kamu pergi begitu saja. Kamu akan bertemu dengan Teman kamu itu, kamu harus di kasih tanda kepemilikan." ucap Vano.


Dengan gampang nya dia meninggal kan bekas merah di leher Hena.


"Hayoo kamu sama Vano ngapain?" tanya Sophia. "Enggak ada kok, ini hanya di gigit serangga saja." ucap Hena.


"Jangan membohongi ku Hena, aku bukan yang dulu." ucap Sophia.


Hena menghela nafas panjang.


"Riki.." panggil Sophia melihat Riki baru saja Keluar.


Riki tersenyum sambil mengangkat tangan nya.


Sophia berfikir dia akan menyusul mereka, namun Riki pergi dengan teman laki-laki nya.


"Loh.." Sophia keheranan.


"Kenapa sih kamu manggil dia segala? Kamu sudah tau kalau aku dengan dia kurang baik sekarang." ucap Hena.


"Oohh Iyah yah. Aku lupa, aku minta maaf deh." ucap Sophia. Hena diam.

__ADS_1


"Sebenarnya sampai kapan kalian akan seperti ini? Bukan kah berbicara baik-baik lebih bagus? kita sudah berjanji untuk terus kompak." ucap Sophia.


"Aku sendiri yang tidak enak Sophia. Kelihatan sekali kalau Riki sangat kecewa pada ku." ucap Hena.


"Sudah lah tidak perlu di pikirkan, lebih baik kita ke kantin." ucap Sophia.


Baru saja sampai di kantin tiba-tiba ponsel Sophia Berdering dari suami nya, namun Sophia tidak menjawab nya.


"Kenapa tidak kamu jawab?" tanya Hena.


"Aku jengkel pada nya." ucap Sophia.


"Loh kenapa lagi?" tanya Hena.


"Semalaman mereka tidak Tidur karena menonton Sepak bola, aku sudah meminta mereka untuk tidur namun tidak ada yang mendengar kan sama sekali." ucap Sophia.


"Huff di tambah lagi Lisa yang sekarang tinggal di rumah membuat aku semakin jengkel, dia tidak berhenti mencari muka di depan mertua ku dan juga suami ku, aku sangat jengkel sekali." ucap Sophia.


"Prahara rumah tangga lagi." ucap Hena.


"Ada yah orang kaya dia. Dia hanya masa lalu namun masih berharap kembali pada mas Gerwyn sementara mas Gerwyn Sudah mempunyai istri." ucap Sophia.


"Kamu tidak boleh lengah Sophia. Biasanya kalau seperti itu dia pasti melakukan cara apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau." ucap Hena.


"Kamu benar banget." ucap Sophia. Karena sangat Emosi dia tidak sadar kalau makanan nya sudah habis.


Tidak beberapa lama ujian pun selesai.


"Sophia kita ke jalan-jalan dulu yok, untuk mencari udara segar dan bisa menenangkan fikiran." ucap Hena.


"Kamu yakin gak apa-apa? Nanti pacar kamu nyariin loh." ucap Sophia.


"Dia bekerja, aku juga sudah ijin." ucap Hena. "Ya udah ayo." ucap Sophia. mereka pun berangkat. Mereka meninggalkan sekolah Riki baru berani keluar.


"Kenapa rasanya sangat canggung yah? Bahkan aku tidak berani menyapa mereka." ucap Riki.


"Sudah lah bro untuk apa di pikirkan? masih banyak wanita lain di luar sana, apa loe mau bantuan gue?" tanya teman nya yang sudah tau Riki di tolak.


"Tidak perlu bro, terimakasih." ucap Riki.


"Kalau kamu mencintai Hena, biarkan dia bahagia dengan pilihan nya sendiri."

__ADS_1


"Tidak semudah itu, aku sudah menaksir dia begitu lama, bahkan aku rela pindah pertemanan kepada mereka, namun semua nya sia-sia." ucap Riki.


"Tidak ada yang sia-sia Bro, jangan putus asa seperti itu. Kamu adalah laki-laki sejati yang sudah mengutarakan perasaan kamu pada nya, di tolak atau di terima itu adalah bonus, intinya loe laki-laki pemberani. Biarkan dia bahagia dengan kekasih nya." ucap teman nya lagi.


__ADS_2