
"Cari tau apa hubungan antara mereka." ucap Gerwyn.
"Setelah penelitian. Mereka tidak hanya bertemu sekali saja Pak, di luar negeri juga mereka sering bertemu. Bahkan penginapan Nona Lisa di urus oleh anggota Pak putra." ucap Tobi.
"Saya ingin kamu mencari tau ada apa dengan mereka, segera lapor kan pada saya." ucap Gerwyn.
"Baik Pak." ucap Toby. Setelah itu dia ijin pergi.
Setelah Toby pergi Gerwyn masuk ke dalam rumah nya. Dia membuka Laptop nya melihat laporan tentang Ayah mertua nya itu.
Dia sangat senang peningkatan anggota nya menemukan tempat Keberadaan Pak Putra Alias mertua nya.
"Kita lihat Sampai mana anda bisa bersembunyi dari saya." ucap Gerwyn.
Wajah nya terlihat sangat seram sekarang. Hena sampai di apartemen Vano namun dia tidak menemukan Vano di sana.
"Apa mungkin dia benar-benar ke rumah orang tua nya?" batin Hena.
Dia menelpon Vano.
"Halo Sayang.." Jawab Vano. "Aku belum pulang." jawab Vano. "Aku tau kamu belum pulang, jawab dulu pertanyaan ku, kamu ada di mana?" tanya Hena.
"Aku harus melihat keadaan Mamah ku. Mungkin aku akan pulang telat, kamu gak apa-apa sendirian kan? Atau kamu bisa keluar sama temen kamu dulu menjelang aku pulang." ucap Vano.
"Vano ayo masuk." Ajak Enjel. "Tunggu bentar yah, aku nelpon dulu." ucap Vano. "Huff kamu selalu saja sibuk dengan handphone kamu, kamu sama sekali tidak mempunyai waktu untuk ku." ucap Enjel.
"Kamu masuk duluan aja yah." ucap Vano. Akhirnya Enjel pun masuk. "Ya udah deh kamu masuk saja, seperti nya kamu harus membagi waktu kamu untuk Enjel." ucap Hena.
"Kamu jangan salah paham." ucap Vano. "Enggak kok." ucap Hena. "Ya udah kalau begitu aku masuk ke dalam dulu yah." ucap Vano.
Hena meletakkan handphone nya di atas meja sambil bersandar di sofa. "Seperti ini rasanya di sembunyikan. Bahkan tidak ada yang boleh tau kami mempunyai hubungan." batin Hena.
"Aku sangat bosan." ucap Hena dia langsung mandi dan memutuskan untuk keluar sendirian.
"Vano dan Enjel sudah cukup dekat. Kenapa kalian tidak pacaran aja sih?" ucap Bu Linda. "Ah Tante bisa saja, kami adalah Teman." ucap Vano.
__ADS_1
"Tapi kan sekarang kalian sama-sama jomblo, lebih baik mencoba untuk bersama. Tidak ada salah nya." ucap mamah nya Vano.
"Kamu dengan Vano mau kan Enjel?" tanya Mamah nya Vano. "Tergantung Vano nya saja Tante." ucap Enjel.
Vano Menghela nafas panjang.
"Kamu Hanya berteman saja Mah, Tante." ucap Vano. "Bisa jadi loh dari teman menjadi pacar." ucap Bu Linda. Vano hanya bisa tersenyum tipis sementara Enjel sudah senyum karena malu.
"Jangan-jangan kamu sudah mempunyai pasangan sendiri yah Vano?" tanya mamah nya. "Kalau memang ada segera perkenalkan pada mamah. Mamah tidak akan pernah memandang mereka dari segi apapun." ucap mamah nya.
Vano hanya tersenyum. "Intinya dia keluarga baik-baik, anak yang baik dan penyayang Serta rendah hati." ucap Mamah nya.
"Sabar yah Mah." ucap Vano. "Huff kamu itu anak bungsu mamah, sebelum mamah meninggal kamu sudah harus menikah dulu." ucap Mamah nya.
"Sudah lah mah, jangan membahas meninggal, kalau jodoh tidak akan kemana.". ucap Vano. "Terserah kamu saja lah." ucap mamah nya.
Mereka tertawa. "Tapi kalau kamu tidak ada calon mau kan menikah sama Enjel. sudah baik, perhatian, keluarga kaya, bahkan dia Keponakan kandung bos kamu." ucap mamah nya.
"Sudah lah mah, jangan membahas ini terus, aku belum kefikiran ke sana." ucap Vano. "Iyah deh kalau begitu." ucap mamah nya.
"Aku ada pekerjaan sebentar lagi mah, aku gak bisa lama-lama Permisi." ucap Vano.
Vano langsung pergi dari sana.
"Seperti nya Tante salah ngomong yah Enjel?" ucap Bu Linda.
"Enggak kok Tante, lagian mamah nya Vano sudah sering meminta nya untuk menikah." ucap Enjel.
"Oohh begitu Yah." ucap Bu Linda. "Tante tadi nya hanya bercanda saja." ucap Bu Linda dia menjadi merasa bersalah.
"Anak saya memang sering seperti itu Bu, dia selalu pergi ketika membahas soal ini." ucap Mamah Vano.
"Mamah aku minta maaf. Aku tau Mamah ingin yang terbaik hanya saja kalau seandainya aku membawa Hena mamah akan tambah sakit." ucap Vano di dalam mobil nya.
Vano pun memilih untuk pulang ke apartemen nya.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Hena aku pulang.." ucap Vano namun tidak ada sautan dari dalam.
Dia melihat seluruh ruangan tidak ada siapa-siapa di sana.
"Apa dia benar-benar pergi dengan teman nya?" ucap Vano. Dia membuka ponsel nya ternyata sudah ada pesan satu Jam yang lewat dari Hena meminta ijin untuk main keluar.
"Hena...kamu di sini?" tanya Bos nya dulu yang sering di panggil Mami. Hena pergi minum sendirian ke tempat Club nya dulu.
Hena tersenyum. " Ya ampun kamu semakin cantik saja yah sekarang." ucap Mami.
"Aku biasa-biasa Aja mi." jawab Hena. "Bagaimana kabar Sophia sekarang? Ajak lah dia sekali-kali ke sini." ucap mami.
"Setelah menikah dengan Gerwyn dia sudah jarang keluar mami." jawab Hena.
"Oohhh. kamu sendiri Masih dengan Om Davit? Atau sekarang kamu menunggu dia di sini?" tanya mami.
"Aku tidak ada lagi hubungan dengan Om Davit Mami."
"Loh kamu serius?" ucap Mami. "Dari awal nya memang tidak ada hubungan seperti yang mami pikirkan. Dia hanya menjadikan aku anak angkat nya." ucap Hena.
"Humm sudah saya duga itu. Om Davit tidak akan pernah tidur dengan wanita muda. Dia hanya menjadikan mereka anak perempuan. Dia tidak mempunyai anak perempuan." ucap Mami.
"Apa kabar Hena.." Om Davit tiba-tiba berdiri di samping Hena. "Om Davit."' ucap Hena. Om Davit tersenyum.
Dia melihat penampilan Hena. "Kamu cantik kalau tertutup seperti ini." ucap Om Davit. Hena hanya bisa tersenyum.
"Sudah lama kita tidak bertemu, om sangat merindukan kamu. Boleh kah Om memeluk kamu?" tanya Om Davit.
Hena mengangguk. Mereka pun berpelukan. "Maafin aku yah om sudah menghindari Om, aku hanya ingin yang terbaik untuk hubungan Om dengan keluarga." ucap Hena.
Mami tersenyum dia pun mengambil foto mereka.
"Akhirnya mereka bertemu setelah beberapa lama." Mami membuat postingan di IG nya.
Kebetulan Vano tengah memeriksa Ig nya, namun dia terkejut sekali melihat Postingan Ig Mami itu.
__ADS_1