Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Satu restoran yang sama


__ADS_3

"Wahhh aku baru tau ternyata dia tinggal di apartemen ini? Selama ini aku dari sini malam dan tidak sadar. Sekarang aku baru bisa melihat jelas." batin Sophia.


Dia berjalan mengikuti supir ke dalam.


"Permisi Tuan!" ucap supir sambil mengetuk pintu apartemen Gerwyn.


Gerwyn yang sedang duduk di ruang tamu memangku laptop nya dan juga memegang kertas di tangan kiri nya.


"Akhirnya kamu datang juga!" ucap Gerwyn melihat Sophia berjalan di belakang supir.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan."


Gerwyn mengangguk.


Gerwyn menatap Sophia yang hanya berdiri.


"Apa kamu akan berdiri seperti itu terus?"


"Sebenarnya apa yang mau bapak bicarakan pada saya?"


"Jangan tanya seakan-akan kamu tidak tahu!" ucap Gerwyn.


Sophia terdiam.


"Acara pernikahan akan di laksanakan secepat mungkin, jadi mulai dari sekarang kita harus mengurus pernikahan tersebut secepat mungkin."


Sophia menatap Gerwyn.


"Sebentar lagi saya akan magang Pak, justru sekarang saya sangat sibuk dengan sekolah saya."


"Saya tidak perduli dengan sekolah kamu!" ucap Gerwyn.


"Tapi pak,"


"Tidak ada tapi-tapian!" ucap Gerwyn. Lagi-lagi Sophia terdiam.


"Besok kamu ikut saya!" ucap Gerwyn.


Tidak ada pilihan lain selain menginyakan semua perintah Gerwyn.


Keesokan harinya Sophia baru saja selesai memilih baju pernikahan yang begitu mewah dan bagus.


Sudah banyak yang dia coba namun Gerwyn tetap meminta tidak setuju dan berkali-kali membongkar pasang.


Akhirnya tidak ada yang di pilih oleh Gerwyn, dia malah meminta Pelayan untuk memilih yang cocok untuk Sophia.


Jatuh pilihan ke Baju pengantin yang di sukai oleh Sophia.


"Bagaimana sudah selesai?" tanya Gerwyn. Sophia mengangguk.


"Saya ada kegiatan di Kantor, kamu pulang sendiri saja." ucap Gerwyn. Sophia yang di tinggal kan langsung merasa sangat senang dan lega.


"Huff akhirnya dia pergi juga!" ucap Sophia dia langsung meregang kan otot-otot nya.


"Aku harus berpura-pura sopan, dan juga tunduk pada nya." ucap Sophia.


Namun dia kaget ketika melihat Gerwyn menggandeng wanita lain ke dalam mobil dan Sophia bisa menebak kalau itu adalah Okta.


"Syukur deh kalau kekasih hati nya itu ada, aku tidak akan di ganggu lagi." ucap Sophia.

__ADS_1


Dia langsung pulang ke rumah nya untuk istirahat. Tiba-tiba handphone nya berdering saat dia baru saja selesai makan.


"Adit!" batin Sophia.


Dia langsung mengangkat nya.


"Halo, Assalamualaikum." ucap Adit.


"Walaikumsalam kak." jawab Sophia.


"Akhirnya kamu menjawab telepon aku, kamu dari mana saja? Kenapa tidak pernah membalas dan mengangkat telepon aku?" tanya Adit.


"Maafin aku yah, aku sangat sibuk akhir-akhir ini, aku sama sekali tidak sempat untuk membuka handphone."


"Oohh ya udah gak apa-apa. Aku juga minta maaf gak bisa datang menjenguk kamu ke sana, karena aku juga sangat sibuk dengan kuliah."


"Gak apa-apa kok, santai aja ini juga demi masa depan kita." ucap Sophia.


"Sore ini kamu sibuk?"


"Humm emang kenapa?" tanya Sophia.


"Aku mau ngajakin kamu jalan-jalan aja, aku sudah sangat kangen sama kamu."


Sophia terdiam.


"Ya Allah aku baru saja mau istirahat, tapi aku gak ingin dia sedih aku juga kangen banget." batin Sophia.


"Ya udah jemput aku ke rumah yah." ucap Sophia.


Adit dengan senang langsung menginyakan.


"Hay apa kabar?" tanya Adit pada Sophia yang menunggu nya di depan rumah.


"Alhamdulillah baik, bagaimana dengan kamu."


"Baik juga kok, Ano mana?" tanya Adit.


"Oohhh Ano lagi di rumah teman ku, kebetulan di sana dia punya teman dan juga sudah libur." ucap Sophia.


"Oohhh, ya udah ayo berangkat. Entar keburu Sore kamu juga kan harus kerja." ucap Adit, Sophia mengangguk.


"Aku sangat kangen kamu." ucap Sophia, Adit tersenyum.


"Aku juga kangen kamu kok, ya udah buruan naik gih."


Sophia pun naik ke atas motor besar milik Adit.


Dia langsung memeluk Adit dari belakang.


Adit Memegang tangan Sophia, tapi tiba-tiba Sophia langsung menarik tangan nya.


"Kenapa?" tanya Adit.


Tiba-tiba Sophia teringat di tempat kerja nya.


"Enggak! Enggak kok." ucap Sophia.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah restoran.

__ADS_1


"Kamu bawa aku ke sini, emang gak apa-apa? Bukan aku bermaksud untuk menganggap sepele tapi ini kelihatannya sangat mahal." ucap Sophia.


"Adit tersenyum.


"Udah gak apa-apa kok, ayo makan aku baru saja selesai gajian." ucap Adit menarik Sophia ke dalam.


"Kita ganti tempat makan aja yah, kamu sudah capek-capek bekerja habis begitu saja karena traktir aku Makan." ucap Sophia.


"Udah gak apa-apa kok, sekali-kali aku juga ingin seperti pasangan lain yang membawa kekasih nya ke restoran mahal dan tempat romantis, aku sudah merencanakan ini dari lama." ucap Adit.


Sophia terharu dengan penjelasan Adit.


"Makasih yah." ucap Sophia langsung memeluk Adit.


Mereka pun masuk ke dalam. Namun dari kejauhan ternyata sudah ada yang memantau pasangan muda itu.


Setelah selesai memesan makanan Adit dan Sophia berjalan ke meja yang sudah di pesan tadi.


Namun Sophia terkejut karena melihat Gerwyn dan juga Okta di sana.


"Pak Gerwyn!" Batin Sophia sambil menutup wajahnya.


"Kita boleh memesan meja lain gak? Aku tidak suka meja ini." ucap Sophia karena berdekatan dengan meja Gerwyn.


Gerwyn menatap tajam ke arah Sophia yang kebetulan juga melihat ke arah nya.


"Kamu ngelihatin apa sih sayang?" tanya Okta.


"Enggak kok, gak apa-apa, ayo lanjut makan." ucap Gerwyn.


Mereka pun lanjut makan, Sophia dan Adit mencari meja lain, hanya berbeda sedikit saja jauh nya dari Gerwyn.


"Apa sih yang kamu lihat? Kenapa dari tadi seperti nya kamu mengindari seseorang?" tanya Adit sambil melihat ke arah sekeliling restoran.


"Gak apa-apa kok, aku hanya tidak nyaman saja di lihat-lihat orang."


"Itu karena kamu cantik, tidak setara sama ku yang jelek ini." ucap Adit.


"Huff jangan berbicara seperti itu! Kamu ganteng kok, justru aku yang terkadang insecyur sama kamu."


Adit mengelus rambut Sophia.


"Aku beruntung memiliki kamu, kamu juga beruntung memiliki aku." ucap Adit. Sophia tersenyum.


"Humm Ngomong-ngomong bagaimana dengan sekolah kamu? Kapan kamu mulai magang?" tanya Adit.


"Semua nya baik-baik saja, kalau soal magang aku juga gak tau kapan." ucap Sophia.


"Oohh ."


"Lalu bagaimana dengan Kuliah kamu? aku sebelum nya tidak tau apa kuliah kamu baik-baik saja atau tidak." ucap Sophia.


"Alhamdulillah baik kok, hanya saja tugas sangat banyak sehingga membuat mudah penat." ucap Adit.


"Namanya juga mengejar masa depan kak pasti ada kata penat nya, intinya harus tetap semangat dan tidak boleh menyerah.


...----------------...


Tinggalkan jejak dong 🙏😇

__ADS_1


__ADS_2