Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia di sekap oleh Gerwyn


__ADS_3

"Cit tolong dong anterin ini ke ruangan no 177." ucap Sophia pada teman nya yang kebetulan sedang duduk.


"Loh bukannya ini ruangan Pak Gerwyn? Dia mau kamu yang nganterin."


"Udah gak apa-apa, bilang saja aku lagi sibuk dengan kerjaan yang lain." ucap Sophia.


"Humm baiklah, lumayan bisa berbicara dengan Pak Gerwyn." ucap Citra dan membawa minuman ke ruangan Gerwyn.


Bibi melihat Citra datang membawa minun.


"Loh kenapa kamu yang datang? Mana wanita itu?" tanya Gerwyn dengan nada yang sangat dingin.


Tatapan nya saja sudah membuat Citra ketakutan.


"Humm Sophia sedang banyak kerjaan mengurus klien yang lain Pak."


"Letakkan minuman nya kembali keluar dan katakan pada nya untuk segera datang atau tidak dia akan dapat resiko nya." ucap Gerwyn.


Citra mengangguk dia segera keluar.


"Sebenernya apa sih yang mau loe bicarakan sama dia?" tanya Bibi.


"Tidak perlu kamu tau! Ini urusan saya dengan dia."


Bibi pun tidak bisa mengatakan apapun selain diam saja.


Sudah sangat lama minuman yang tadi pun sudah habis namun Sophia tak kunjung datang.


"Seperti nya dia sengaja mengabaikan saya." ucap Gerwyn dan keluar.


Bibi yang sudah mabuk sudah teler dan tidak sadar lagi.


"Permisi Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya menejer.


"Sophia mana? Saya sudah meminta dia datang ke ruangan saya."


"Loh bukannya dia sudah dari sana? Sekarang dia sudah pulang." ucap Menejer. Gerwyn melihat jam tangannya sudah jam Tiga lewat.


Dia menghela nafas panjang dan pergi begitu saja dengan wajah yang sangat marah.


Keesokan harinya sekolah tiba-tiba heboh saat jam istirahat pertama.


"Ada apa yah di depan kenapa sangat heboh?" tanya Sophia yang sedang membaca buku di taman belakang.


"Kamu tau Model pria yang tampan dan sangat kaya itu datang ke sekolah kita."


Sophia tidak paham dia pun memilih untuk diam saja dan melanjutkan membaca.


"Sophia! Sophia! Gawat." Hena datang.


"Ada apa?"


"Di depan ada pak Gerwyn mencari kamu, kalau kamu tidak keluar dia akan membeberkan pekerjaan kita." ucap Hena.


Sophia langsung panik dia langsung berdiri.


"Kamu serius Hen?" tanya Sophia. Hena mengangguk.

__ADS_1


"Ngapain dia ke sini dan mencari aku? Dari mana dia tau aku sekolah di sini?"


"Aku tidak tau, sekarang lebih baik kamu tenang kan suasana nya dulu aku takut pak Gerwyn serius dengan kata-kata nya."


Sophia berlari ke depan di ikuti oleh Hena.


Sophia melihat Gerwyn yang memegang mic memanggil namanya.


Setelah Sophia keluar Gerwyn menatap sinis.


"Akhirnya kamu keluar juga!" ucap Gerwyn mendekati Sophia.


"Kita perlu bicara pak."


"Bagus! Saya juga mau berbicara sama kamu." ucap Gerwyn menarik kasar tangan Sophia.


Semua orang Seketika kebingungan.


"Masuk!" Gerwyn meminta Sophia masuk ke dalam mobil nya.


"Saya tidak mau!" ucap Sophia karena dia ingin berbicara di luar saja karena sudah sepi.


"Masuk atau tidak?" Ancam Gerwyn.


"Mau bapak apa sih? kenapa bapak mendatangi saya ke sekolah saya dan membuat keributan?" ucap Sophia sangat marah.


Gerwyn yang tidak suka di protes langsung memaksa Sophia masuk ke dalam mobil.


"Lepaskan aku! Lepas kan!" Sophia berontak namun kedua bodyguard Gerwyn memaksa masuk.


"Bawa ke apartemen." ucap Gerwyn pada supir nya.


"Bapak mau bawa saya kemana? Saya mau kembali ke sekolah."


"Kamu sudah mencoba mempermainkan saya seperti anak kecil, saya tidak terima dengan perbuatan kamu tadi malam!"


Sophia diam.


"Saya tidak mau menikah dengan bapak! Saya tidak mau karena saya mau sekolah dan saya tidak mau menikah dengan orang seperti bapak ini seperti mimpi buruk bagi saya."


Gerwyn sangat marah namun dia harus menahan sampai di apartemen.


Setelah sampai di apartemen Sophia langsung di ikat di tempat tidur.


"Kalian bisa keluar!" Gerwyn meminta bodyguard nya keluar.


"Apa maksud bapak melakukan ini pada saya? Salah saya apa?" tanya Sophia.


"Menikah dengan saya dan semua nya akan baik-baik saja."


Sophia diam percuma saja dia marah-marah karena suara nya juga sudah habis.


"Saya akan membayar kamu dua kali lipat dari penghasilan Kamu di Club malam itu."


"Saya tetap tidak mau! Saya tidak akan menikah."


"Mau tidak mau kamu harus menikah dengan saya!"

__ADS_1


Gerwyn memegang rahang Sophia dengan sangat kuat.


"Jangan pernah berfikir kamu lolos dari saya!"


Dia pun keluar dari kamar itu.


Sophia terdiam sambil melihat Gerwyn keluar mengunci pintu.


"Menyebalkan! Apa maksud dia menikahi aku?" ucap Sophia.


Tiba-tiba handphone Gerwyn berdering.


"Halo Mah."


"Kamu di mana? kenapa tadi malam tidak pulang?"


"Aku di apartemen Mah, ada apa?" tanya Gerwyn.


"Mamah hanya khawatir saja, kamu gak lagi sama si Okta kan?"


"Enggak kok mah, mamah kan sudah tau kalau aku tidak lagi dengan nya."


"Bagus lah, pokoknya Mamah gak setuju kamu sama dia, almarhum papah kamu juga tidak setuju dia bukan lah perempuan baik-baik." ucap Mamah nya.


"Iyah Mah, aku paham kok. Mamah jangan banyak fikiran dan istirahat lah aku akan segera pulang."


Orang tua Gerwyn tidak setuju dengan hubungan Gerwyn dan Okta karena sudah tau sifat Okta seperti apa, mereka tau Okta pemain lelaki dan hanya memanfaatkan Gerwyn namun ternyata Gerwyn sangat cinta mati pada nya.


Papah Gerwyn sudah meninggal enam bulan lalu. Karena kasus pembunuhan karena papah nya adalah bandar narkoba dan saingan ada di mana-mana.


Sampai sekarang Gerwyn tidak berani membawa kasus ke kantor polisi karena takut semua keluarga nya kena dan karier nya terganggu itu akan membuat Mamah nya sedih.


Sekarang saja Gerwyn tidak berani meninggalkan Mamah nya lama-lama sendirian di rumah karena dia sangat sedih selama lima bulan dia harus bolak-balik rumah sakit untuk mengobati Mamah nya yang tidak sehat-sehat.


Setelah sampai di rumah Gerwyn melihat Mamah nya sedang duduk di teras rumah.


"Mamah aku pulang." Gerwyn menyalim tangan Mamah nya.


Mamah nya tersenyum.


Oh iya Mamah Gerwyn bernama Linda.


"Mamah sudah makan?"


"Permisi Den, Ibu dari tadi malam tidak mau makan kalau tidak sama Den Gerwyn." ucap penjaga Bu Linda.


Garwyn pun menyuapi mamah nya.


"Mamah kalau tidak ada aku harus makan, karena tidak mungkin aku bersama ibu terus, aku takut Mamah sakit lagi." ucap Gerwyn.


"Mamah rindu papah kamu Nak, Mamah ingin bertemu dengan nya." ucap Bu Linda, Gerwyn terdiam.


Dia Terus menyuapi Mamah nya sampai kenyang.


"Mah, Mamah setuju kan kalau aku menikah?" tanya Gerwyn.


"Menikah? Dengan siapa? Mamah gak setuju kalau sama Okta! dia perempuan jahat."

__ADS_1


__ADS_2