Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia cemburu


__ADS_3

"Ya udah saya minta maaf, saya tidak sengaja membuat kamu panik, tapi kamu lucu saat lagi kesal, cemberut seperti ini membuat kamu semakin imut saja." ucap Gerwyn.


Sophia tidak menghiraukan nya.


"Kamu marah yah?" tanya Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang dia bersandar Menatap Gerwyn.


"Mas tau sepanjang perjalanan aku sangat takut, karena atasan ku yang galak masuk, sudah beberapa kali aku selalu telat." ucap Sophia.


"Aku masih sangat ngantuk." ucap Sophia. Gerwyn menatap wajah Sophia begitu juga dengan Sophia menatap Gerwyn sambil cemberut membuat wajah lesu.


"Berhenti lah bertingkah manis Sophia, kamu membuat jantung ku ingin keluar." Batin Gerwyn.


Dia langsung memalingkan pandangannya dia tidak tahan melihat ketika Sophia berbicara dengan manja.


"Aku sekarang sangat lapar, aku tidak sempat untuk sarapan. Aku tidak membuat Ano bekal dan juga makan siang Untuk mas." ucap Sophia.


"Hari ini saya tidak di kantor, saya ada kerjaan di luar. Kalau Ano saya selalu memberikan dia uang saku. Bagaimana kalau sekarang kamu turun dan mencari sarapan, jangan menahan lapar lebih lama." ucap Gerwyn.


Sophia menarik baju Gerwyn.


"Mas sendiri pasti belum sarapan kan? Di sini adalah sarapan yang enak, mas pasti suka." ucap Sophia.


Gerwyn membuka dompet nya memberikan beberapa lembar pada Sophia.


"Pergi lah, saya sedang berantakan." ucap Gerwyn.


"Mas sama sekali tidak berantakan, Mas terlihat tam.." dia langsung menutup mulut.


"Saya tidak percaya diri keluar, kamu pergi lah, saya juga harus segera kembali ke rumah." ucap Gerwyn.


"Baiklah kalau tidak mau. Terimakasih sudah mengantar kan aku ke sini." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


Sophia Keluar. Dari luar dia melambaikan tangan sambil tersenyum pada Gerwyn.


Gerwyn yang melihat itu tersenyum. Dia pun pulang sepanjang perjalanan dia tidak berhenti tersenyum.


Setelah sampai di rumah Ano juga ternyata sudah di anterin oleh supir. Sophia ke kantin terlebih dahulu untuk sarapan.


"Kenapa dengan mas Gerwyn akhir-akhir ini yah, dia berbicara dengan sangat lembut, dia juga sangat baik, cara dia menatap ku membuat aku jadi baper." batin Sophia.


"Hayo kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" ucap Hena yang baru saja datang dan mengejutkan Sophia.


"Akhirnya kamu datang juga, ayo sarapan sama-sama." ajak Sophia. Hena mengangguk.


"Bagaimana reaksi pak Gerwyn setelah kamu bangun? Apa dia memarahi kamu?" tanya Hena. Sophia mengangguk.

__ADS_1


"Sudah jelas kena marah lah." ucap Sophia.


"Dia bahkan menghukum ku selama satu Minggu tidak boleh kemana-mana selain ada urusan penting, itu pun harus sama Bodyguard." ucap Sophia. Hena tertawa.


"Seperti nya tadi malam dia juga menghukum mu, lihat Leher mu merah." ucap Hena. Sophia langsung menutupi nya.


"Ini semua karena kamu, kamu yang mengajak ku keluar." ucap Sophia. Hena tertawa.


"Ya udah aku minta maaf, tapi tadi malam aku happy banget, semenjak kita berteman tidak pernah sehappy kemarin, aku sangat merasa bebas, aku merasa tidak sendiri." ucap Hena.


"Sama kok, aku juga senang, tapi saat kamu nganterin aku pulang, kamu gak kena marah?" tanya Sophia.


"Huff kamu seperti tidak tau suami kamu saja." ucap Hena. Mereka tertawa bersama setelah selesai sarapan mereka pun masuk ke ruangan mereka.


Ano di kelas nya sedang dalam pelajaran menggambar.


"Wahh gambar kamu bagus Sekali nak, boleh di jelaskan ke depan Ano sedang menggambarkan apa?" tanya Buk guru.


Ano tersenyum dia pun berjalan ke depan.


"Apa ini Ibu dan ayah Ano?" tanya buk guru pada Ano.


Ano menggeleng kan kepala nya.


"Wahh Bagus banget yah, kalau yang kecil ini siapa?"


"Ini adalah anak kak Gerwyn dan juga mbak Sophia." ucap Ano.


"Loh kok Ano gak ikut di lukis di sana? Di tambah Ano pasti akan lebih lengkap." ucap Buk guru.


Ano hanya tersenyum saja tidak ada yang tau apa yang di maksud Ano namun guru sangat suka dengan gambar itu sehingga dia meminta untuk di tempel kan di dinding. Begitu juga dengan teman nya lukisan nya di tempel di dinding.


Waktu nya jam istirahat.


"Ano.." panggil Buk guru. Wali Ano adalah Wanita muda yang cantik dan juga sangat ramah bernama Ena.


"Iyah Buk." Jawab Ano. Buk Ena mendekati Ano.


"Pasti Ano mau ke kantin lagi yah? Emang nya mbak Sophia gak siapin bekal?" tanya buk Ena.


"Mungkin mbak Sophia kelelahan sehingga lelah Buk. Tadi Kak Gerwyn kasih uang saku." ucap Ano.


"Berhubung semalam Ano udah bagi Bekal sama ibu, jadi ibu masak banyak dan bawa Bekal banyak juga, makan sama ibu yok." ajak Buk Ena.


Ano bukan tipe Anak yang pemilih dia pun mau makan bersama dengan Bu guru cantik nya itu.

__ADS_1


"Oh iya No, besok Ibu mau ke taman sama Ponakan ibu, kamu ikut yah." ucap Bu guru.


"Tidak bisa buk, karena kak Gerwyn tidak mengijinkan aku pergi dengan orang lain." ucap Ano. Buk Ena tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, ayo lanjut makan." ucap buk Ena.


Setelah selesai makan mereka masuk lagi ke kelas.


Waktu nya pulang sekolah tepat jam satu siang.


"Itu mbak Sophia sudah datang." ucap buk Ena.


"Ano melihat Mbak nya yang menjemput membuat nya sangat senang.


"Selamat siang buk, saya datang menjemput Ano." ucap Sophia. Buk Ena tersenyum.


"Biasa nya Pak Gerwyn yang datang menjemput kalau tidak supir, tumben-tumbenan sekali mbak datang." ucap buk Ena.


"Kebetulan saya tidak sibuk. Lagian saya datang dengan pak Gerwyn kok." ucap Sophia. Gerwyn keluar dari mobil.


buk Ena melihat Gerwyn dia langsung tersenyum.


"Saya pikir supir lagi yang menjemput Ano pak, ternyata bapak datang." ucap buk Ena.


Gerwyn tersenyum.


"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu yah buk, terimakasih sudah menjaga Ano." ucap Gerwyn.


"Sama-sama Pak." ucap Buk Ena tersenyum. Sophia yang melihat tatapan Buk Ena pada suami nya sangat aneh. Begitu juga dengan Gerwyn tidak berhenti tersenyum pada buk Ena.


Mereka meninggalkan sekolah itu.


"Bagaimana belajar nya dek?" tanya Sophia.


"Baik-baik saja mbak. Hanya belajar seperti biasa." ucap Ano.


"Tumben sekali mbak datang menjemput ku? Biasa nya mbak selalu sibuk." ucap Ano. Sophia menoleh ke arah Gerwyn yang fokus menyetir.


"Mbak sudah siap kerja tadi jadi mbak sempat kan untuk menjemput Ano." ucap Sophia.


Ano diam.


"Humm, pasti kak Gerwyn yang maksa." ucap Ano.


"Mbak Sophia selalu sibuk dengan urusan nya sendiri, kak Gerwyn saja yang mempunyai pekerjaan yang sangat banyak selalu datang menjemput dan juga tidak jarang mengantarkan ke sekolah." ucap Ano.

__ADS_1


__ADS_2