
Bu Ena memerhatikan Lisa. Wanita yang tidak asing bagi nya. "Nona Lisa mantan pak Gerwyn kan? apa yang terjadi? Kenapa nona memakai tongkat?" tanya Bu Ena.
"Hanya kecelakaan sedikit saja. Saya mau meminta bantuan kamu." ucap Lisa. "Bantuan apa Nona? Saya tidak mau bergabung dengan orang yang di cintai oleh Pak Gerwyn." ucap Bu Ena.
”Saya tidak di cintai oleh gerwyn. Itu sebabnya saya meminta bantuan kamu." ucap Lisa. Bu Ena kebingungan.
"Kamu tidak perlu khawatir." ucap Lisa.
Lisa membisikkan sesuatu ke Bu Ena.
Sebenarnya Lisa bisa di sana karena mengikuti Gerwyn, dia curiga kalau Gerwyn akan ke tempat Sophia. Dia tidak ingin mereka kembali bersama lagi.
Gerwyn cukup keras kepala karena sangat mengkhawatirkan istri nya akhirnya dia mengikuti mobil Riki. Tidak beberapa lama sampai di penginapan Sophia.
Gerwyn terkejut karena Sophia memilih penginapan yang benar-benar tidak akan bisa di tebak oleh nya. Dia membiarkan Ano dan Riki naik ke atas terlebih dahulu.
"Bagaimana bisa aku bertemu dengan Sophia? Dia pasti tidak mau melihat ku." ucap Gerwyn.
Dia bersandar ke mobil nya.
"Bagaimana aku bisa bertemu Sophia dan melihat keadaan nya." batin Gerwyn. Namun untuk saat ini dia memastikan duluan kamar istri nya nomor berapa.
Setelah dia tau dia menelpon seseorang dan dia pun keluar dari tempat itu.
"Kamu istirahat saja yah Sophia. jangan mengkhawatirkan apapun untuk saat ini, kamu harus cepat sembuh, kamu tidak bisa melewat kan ujian kamu begitu saja." ucap Hena.
"Iyah." ucap Sophia menganguk.
"Tok!! Tok!! Tok!!" tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Siapa yah? Apa Riki kembali lagi? Ah tidak mungkin." Hena bingung. "Buka saja dulu." ucap Sophia dengan suara yang sangat lemas.
Hena mengangguk dia membuka pintu. "Selamat siang Bu." Hena menjawab salam dokter yang di depan pintu.
"Ada apa yah Dok?" tanya Hena. Dia sudah tau itu adalah dokter dari pakaian dan juga alat-alat nya.
"Saya dokter yang akan memeriksa Bu Sophia, apa ini benar kamar Bu Sophia?" tanya dokter itu.
"Benar pak. Kalau begitu silahkan masuk." ucap Hena.
__ADS_1
"Siapa Hen?" tanya Sophia. "Dokter yang mau memeriksa kamu." ucap Hena. "Dokter? Aku tidak meminta dokter untuk datang." ucap Sophia.
"Pak Gerwyn yang meminta saya untuk datang ke sini. Saya akan memeriksa keadaan Bu Sophia." ucap dokter.
"Pak Gerwyn? Bagaimana bisa dia tau kalau kamu tinggal di sini?" tanya Hena.
Sophia menggeleng kan kepala nya. "Gini nih dok, bukan kami mempermainkan dokter, tapi Teman saya baru pulang dari klinik, sekarang dia sudah lebih baik, lebih baik dokter pulang." ucap Hena.
Dia mengerti dari raut wajah Sophia. "Kalau begitu maafkan saya mengganggu waktu nya. Saya permisi." ucap dokter itu.
Dia keluar dari sana. "Kenapa begitu cepat Dok? Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Gerwyn yang menunggu di depan.
"Bu Sophia tidak mau di periksa Pak. Mereka meminta saya pergi." ucap Dokter. "Dokter mengatakan kalau yang meminta dokter ke sana adalah saya?" ucap Gerwyn. Dokter itu menganguk.
Gerwyn menghela nafas panjang. "Huff wajar saja jika dia tidak mau Dok." ucap Gerwyn.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak." ucap Dokter. Gerwyn menganguk. Gerwyn tidak bisa menahan diri nya, apapun yang terjadi dia harus melihat istrinya.
Dia tidak bisa tenang sama sekali. Saat mau masuk ke dalam tiba-tiba dia berhenti. "Kalau kamu ribut itu akan mengganggu Ujian nya, lebih baik aku menunggu setelah selesai ujian." ucap nya.
Setelah selesai Makan siang dia kembali ke kantor. "Vano bawa beberapa File-file yang saya tanda tangani kemarin." ucap Gerwyn.
"Saya tidak mau tau, tugas kamu adalah memperbaiki semua nya." ucap Gerwyn marah.
Vano terdiam.
"Bawa semua nya ke sini." ucap Gerwyn. Vano Menghela nafas panjang, untung saja Masih ada Berkas-berkas nya. "Lebih baik pak Gerwyn memeriksa sendiri." batin Vano.
Gerwyn memeriksa semua nya dan ternyata yang di katakan oleh Vano benar, semua nya sudah Habis begitu saja.
"Siapa yang berani-beraninya mengambil alih semua nya?" batin Gerwyn kaget.
Diam melihat ada beberapa orang yang mengambil file nya.
Dia sangat marah sekali. Vano memilih untuk keluar dari sana.
Di sore hari nya.
"Hena kamu pulang saja dan istirahat di rumah kamu, Ano sudah ada disini, aku tidak mau merepotkan kamu ." ucap Sophia.
__ADS_1
"Iyah mbak, aku bisa menjaga mbak Sophia kok." ucap Ano.
"Kamu serius?" tanya Hena. Ano menganguk. "Ya udah kalau begitu aku pulang yah Sophia. sampai jumpa besok ." ucap Hena.
Dia mengelus kepala Ano dan setelah itu pun langsung pergi.
Vano mengabari dia akan segera pulang harus melihat Hena di apartemen nya, dia langsung pulang begitu cepat.
Akhirnya sampai juga. Namun ternyata Vano sudah duluan sampai.
"Kamu sudah sampai lama?" tanya Hena sambil tersenyum.
"Kamu dari mana?" tanya Vano. "Aku dari tempat Sophia..Maafin aku sudah membuat kamu menunggu lama." ucap Hena.
Vano menatap Hena. Hena tersenyum dia mendekati Vano yang duduk di sofa.
"Jangan marah gitu dong, kamu seram banget kalau marah." ucap Hena mencubit pipi Vano.
Dia duduk di pangkuan Vano.
..."Tumben-tumbenan sekali kamu cepat pulang?" tanya Hena. ...
"Saya merindukan kekasih hati ku." ucap Vano mencium pipi Hena. "Huff kamu bisa saja." ucap Hena. Vano tersenyum.
"Kenapa sampai sore seperti ini kamu di rumah Bu Sophia?" tanya Vano. "Sophia sakit. Aku tidak tega meninggalkan dia. Tapi aku pulang dia sudah baikan kok." ucap Hena.
"Oohhh begitu." ucap Vano. Hena menganguk.
"Malam ini saya akan ke rumah pak Gerwyn. Saya ada pekerjaan yang harus di selesaikan dengan dia." ucap Vano.
"Aku boleh ikut?" tanya Hena. Vano menggeleng kan kepala nya. "Aku akan lama di sana, aku takut kamu bosan sementara besok kamu harus Ujian." ucap Vano.
"Aku mau ikut. Aku mau bertemu dengan Bu Linda." ucap Hena. "Baiklah-baiklah." ucap Vano..Hena tersenyum. "Terimakasih yah Sayang, aku mau mandi dulu." ucap Hena pergi begitu saja.
"Mandi?" ucap Vano. Hena menganguk.
"Aku ikut.." Ucap nya dia langsung mengejar ke kamar, namun Hena dengan cepat menutup pintu. Vano dengan mudah bisa mengalahkan tenaga Hena.
Sementara di perusahaan Gerwyn Masih fokus dengan Pekerjaan nya. Dia melihat untuk lembur dari pada dia harus stress memikirkan masalah nya.
__ADS_1
"Mamah Maafin aku mah, kalau aku pulang Mamah pasti menanyakan Sophia." batin Gerwyn.