Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 294


__ADS_3

"Aku mau tidur sekarang mah, pah." ucap Yana. Orang tua nya menganguk. Mereka menyelimuti Yana dan setelah itu mematikan lampu dan tidur.


"Tidak mungkin papah sama mamah mengijinkan aku dekat dengan laki-laki, mereka hanya memiliki aku, mana mungkin mereka memberikan aku kepada orang lain." batin Yana.


"Aku ingin memiliki saudara, aku tertekan kalau seperti ini, aku tidak bisa melakukan apapun yang aku mau, aku harus menuruti keinginan orang tua ku terus." ucap nya.


"Bagaimana?" tanya Lita kepada Bibi yang baru saja bertemu di tempat perjanjian mereka. "Cukup sulit sih, tapi aku tidak akan menyerah." ucap Bibi.


Lita tertawa. "Sebaiknya kamu menyerah saja, tidak mungkin kamu mendapatkan Yana." ucap Lita.


"Kamu sebagai teman nya harus memberikan dukungan bukan membuat nya menyerah." ucap pacar nya baru saja datang membawa minuman untuk mereka.


"Dia harus mundur sebelum benar-benar sakit hati." ucap Lita.


"Kata Siapa aku akan sakit hati? Aku akan terus berjuang. Tidak mungkin aku tidak bisa mendapatkan nya karena niat ku baik." ucap Bibi.


"Huff terserah kamu saja." ucap Lita. Bibi terdiam dia mencoba membayangkan wajah Yana di pikiran nya.


Karena sudah sangat malam dia kembali ke rumah orang tua nya.


"Bibi kamu dari mana saja?" tanya Mamah nya menunggu dari tadi.


"Aku dari Rumah Lita Mah." jawab Bibi.


"Kamu jangan godain Lita lagi, dia Sudah memiliki pacar dan kamu juga teman nya." ucap mamah nya. Bibi menggeleng kan kepala nya.


"Aku bukan Menggoda Lita kok mah." ucap Bibi.


"Bagus deh, kalau begitu makan yok." ajak mamah nya.


"Aku sudah kenyang mah, tadi Makan dari rumah Yana." ucap Bibi.


"Rumah Yana? Kamu ngapain ke sana?" tanya Mamah nya.


"Aku tertarik kepada Yana, aku ingin menjadikan dia pasangan ku." ucap Bibi.


"Huff jangan aneh-aneh deh Bibi. Mana mungkin Yana mau sama kamu. Pasti selera nya orang luar negeri." ucap Mamah nya.


"Mamah harus yakin. Bukan kah mamah yang bilang kalau Yana baik, cantik dan juga Sopan?" ucap Bibi.


"Iyah Mamah tau, tapi Mamah tidak yakin kalau kamu bisa mendapatkan nya." ucap Mamah nya.


"Pasti bisa mah, Mamah harus yakin sama Aku." ucap Bibi.


"Ya udah deh Mamah percaya, nanti kalau orang tua nya marah mamah sama Papah tidak mau ikut campur!" ucap Mamah nya.

__ADS_1


"Mamah tenang saja, aku tidak Akan merepotkan Mamah dan juga papah." ucap Bibi. Mamah nya tersenyum..


Keesokan harinya Di Siang hari Sophia pamit kepada Mertua nya untuk menjemput Ano kesekolah.


"Mamah.." panggil Gerwyn turun dari kamar sendirian.


"Gerwyn kenapa kamu keluar?" tanya Bu Linda.


"Sophia mana Mah?" tanya Gerwyn.


"Istri kamu menjemput Ano ke Sekolah nya." ucap Bu Linda. "Menjemput Ano?"' Ucap Gerwyn berfikir yang tidak-tidak sekarang..


Dia duduk di sofa.


Tiba-tiba Ada mobil berhenti di depan rumah.


"Terimakasih yah sudah mau nganterin." ucap Sophia kepada Adit. Gerwyn yang melihat itu seakan merasa Kesal dan marah.


"Aku harus pergi yah, aku ada acara." ucap Adit.


"Ya udah, kamu hati-hati ya." ucap Sophia kepada Adit.


Adit tersenyum.


"Kamu juga masuk gih bawa Ano." ucap Adit. Sophia masuk dia melihat suami dan mertua nya.


"Kalian sudah Makan Siang? Ayo makan siang dulu." ucap Bu Linda.


"Sudah Kok Mah." ucap Sophia. "Loh kalian Makan Siang di Mana?" tanya Bu Linda. "Tadi kak Adit ngajakin makan Bu." ucap Ano langsung.


"Oohhh." ucap Bu Linda. Gerwyn Tampa berkata-kata langsung naik ke atas meninggal Ruang tamu.. Sophia mengikuti nya dan membantu Gerwyn naik ke atas.


Namun Gerwyn seperti menolak bantuan nya. Sophia menghela nafas panjang dia mengikuti suaminya terus naik ke atas.


"Mas.." panggil Sophia. Gerwyn berpura-pura tidak mendengar nya.


"Kamu marah yah karena aku pergi tanpa ijin?" tanya Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


Sophia mendekati suami nya. "Jangan marah seperti ini dong mas, aku bingung harus melakukan apa." ucap Sophia.


"Saya tidak suka kamu dekat-dekat dengan Adit." ucap Gerwyn.


"Kamu tau sendiri kalau aku dengan dia tidak memiliki hubungan seperti yang kamu pikirkan, kami hanya ingin berteman sama seperti aku kepada Riki." ucap Sophia.


"Kamu pasti pernah memiliki teman perempuan hanya menjadi teman kan? Lagian aku sudah hamil dan juga aku memiliki suami yang begitu Tampan dan baik." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn terdiam. Sophia memeluk nya langsung.


"Sudah jangan berfikir berlebihan Mas, aku tidak mungkin seperti yang kamu takut kan." ucap Sophia.


Gerwyn membalas pelukan istri nya..


"Bagaimana saya tidak berfikir seperti itu dan mengkhawatirkan itu karena saya mencintai kamu, saya takut kehilangan kamu." ucap Gerwyn.


"Aku juga mencintai kamu mas, aku sangat mencintai kamu." ucap Sophia.


Mereka berciuman namun lagi-lagi ada saja yang mengganggu.


"Tok!! Tok!!" ketukan pintu membuat Sophia melepaskan ciumannya. Gerwyn meminta Sophia mengabaikan nya dan memaksa melanjutkan ciuman namun ketukan semakin cepat.


"Biar aku buka Dulu mas." ucap Sophia.


"Ada apa Bik?" tanya Sophia. pelayan yang berdiri di depan pintu kamar sangat panik.


"Ada apa Bik? Kenapa?" tanya Sophia. Gerwyn datang menghampiri nya.


"Bu Linda non, Bu Linda pingsan." ucap Pelayan. "Pingsan? Kenapa?" tanya Gerwyn.


"Di luar ada orang yang datang membuat ibu pingsan." ucap pelayan. Mereka bingung dan langsung turun.


Sophia dan Gerwyn turun dan ternyata ada paman Sophia.


"Paman.." ucap Sophia. Sophia melihat Bu Linda pingsan. Gerwyn mendekati pria itu mau menghajar nya namun di tahan oleh pengawal nya.


"Jangan Tuan, luka tuan belum sembuh." ucap pengawal.


"Kenapa Paman ke sini? Kenapa dengan Mamah Mertua ku?" tanya Sophia.


"Paman hanya berbicara biasa namun beliau langsung pingsan." ucap Paman nya.


"Apa yang Paman ingin kan datang ke sini?" tanya Bu Sophia.


"Paman ke sini meminta tolong sama kamu agar melepaskan Liam, jangan membuat dia menghabis kan mas muda nya di dalam Penjara." ucap Paman nya.


Sophia menatap suaminya.


"Maafin aku Paman, aku tidak bisa ." ucap Sophia.."Kenapa kamu begitu kejam? dia adalah kakak kandung kamu." ucap Paman nya.


"Hanya status kakak kandung, namun tidak dengan sifat Nya kepada ku, aku seperti orang lain di mata nya, aku seperti bukan Adik nya." ucap Sophia.


"Dan sekarang paman meminta aku melepaskan kak Liam setelah apa yang dia lakukan pada suami ku?" ucap Sophia.

__ADS_1


"Itu hanya karena hasutan ayah kamu, mana mungkin dia melakukan hal seperti itu." ucap Paman nya Terus membela Liam.


__ADS_2