
Gerwyn berdiri di tengah-tengah bandara itu melihat kepergian pujaan hati nya pergi meninggalkan dia. Seketika dia merasa semua nya tidak berarti lagi.
"Pak! Ayo kita pulang ini sudah larut malam." ajak Vano pada Gerwyn yang menunggu pesawat Okta.
"Tinggal kan saya sendiri, saya mau di sini." ucap Gerwyn. Vano menghela nafas panjang dia melihat wajah Gerwyn seperti sangat terpukul sekali.
"Huff bapak kapan sadar sih, di rumah sudah ada yang menunggu bapak jauh lebih baik dari pada buk Okta, dia adalah istri Bapak yang harus bapak perjuangan bukan wanita yang pergi dengan pria lain hanya karena uang." batin Vano.
Di rumah benar saja, Sophia sudah kedinginan karena pintu dari tadi terbuka, dia duduk sendirian menunggu Gerwyn pulang di bawah.
"Pak Gerwyn kemana sih? Kenapa Belum juga pulang." ucap Sophia dia terus melihat ke arah luar berharap ada Cahaya lampu mobil, namun tetap saja tidak ada.
Dia memutuskan untuk menelpon Gerwyn.
"Tutt... Tut... Tut... Panggilan Sophia tidak di jawab. Sophia mencoba lagi karena sangat khawatir.
Gerwyn mendengar handphone nya berdering dia menjawab nya.
"Kenapa kamu menelpon saya? Jangan ganggu saya."
"Kenapa bapak jam segini belum pulang?" tanya Sophia.
"bukan urusan kamu! Urus saja urusan kamu sendiri!" ucap Gerwyn membuat Sophia kaget dengan jawaban Gerwyn.
Panggilan pun langsung di matikan.
"Huff pasti gara-gara Mbak Okta lagi, capek ngadepin pria yang tidak mengerti dengan kata penghianatan." ucap Sophia.
Dia pun meletakkan handphone nya dengan kesal ke atas meja.
Tidak beberapa lama Gerwyn pulang. Gerwyn melihat pintu yang masih terbuka. Dia masuk dan melihat Sophia yang tidur di atas Sofa.
"Dia kenapa tidur di sini?" batin Gerwyn. "Sophia! Sophia!" panggil Gerwyn membangun kan Sophia.
"Humm.." jawab Sophia.
"Kenapa kamu tidur di sini? Siapkan saya air hangat saya mau mandi." ucap Gerwyn, Sophia langsung beranjak walaupun nyawa nya belum terkumpul dia langsung ke kamar mandi.
Sementara Gerwyn duduk di sofa. Dia termenung lama.
__ADS_1
"Ini sudah jam 12 malam dia baru saja pulang dan minta Buatin air hangat untuk mandi, huff sangat menjengkelkan sekali!" ucap Sophia. Setelah selesai dia langsung keluar memanggil Gerwyn.
"Pak air nya sudah selesai." ucap Sophia, namun ternyata Gerwyn tertidur. Sophia menghela nafas pelan dia berdiri di samping Gerwyn.
"Kelihatan nya dia habis menangis. Dia juga bau minuman." batin Sophia.
Dia akhirnya membantu Gerwyn ke kamar. Sampai di kamar lagi dan lagi dia harus membersihkan tubuh Gerwyn agar bisa tidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya Gerwyn terbangun namun tidak melihat Sophia di kamar itu, dia sadar kalau Sophia membantu membersihkan badan nya, namun dia sudah sangat lelah sehingga tidak bisa mengatakan apapun.
Hari ini dia memilih untuk tidak kemana-mana, dia tidak ingin keluar rumah.
"Anoo.." panggil buk Linda karena tidak melihat Ano semenjak bangun pagi.
"Ano ikut dengan Non Sophia Buk, Kata nya Ano mau main di rumah teman nya non Sophia." ucap Bibik.
"Oohhh gitu. Ya udah deh." ucap buk Linda.
"Sarapan sudah siap buk, ibu Makan dulu." ucap Bibik. buk Linda pun duduk sendiri di meja makan.
"Saya tidak berselera kalau makan sendirian, biasa nya selalu ada Ano dan Sophia sekarang mereka berangkat sangat pagi sekali." ucap Buk Linda cemberut.
"Loh kok kamu belum siap-siap? Kamu tidak kerja?" ucap buk Linda melihat Gerwyn hanya berpakaian biasa.
Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Aku sangat lelah Mah." ucap Gerwyn.
"Ya udah istirahat lah dulu, jangan di paksain." ucap Buk Linda. Gerwyn mengangguk.
"Hari ini masak apa Bik?" tanya Gerwyn duduk di kursi meja makan. "bukan Bibik yang masak tapi Non Sophia Pak." ucap Bibik.
Buk Linda Seketika terdiam, karena dia tau kalau anaknya tidak akan mau makan kalau masakan Sophia.
"Humm masakan Sophia tidak kalah enak nya loh sama masakan Bibik, bahkan masakan Sophia lebih enak, kamu harus mencoba demi menghargai usaha istri kamu." ucap buk Linda.
Gerwyn hanya diam saja.
"Dia sudah bangun pagi demi Masak untuk kita, ayo buruan di makan jangan coba-coba untuk memesan makanan lagi." ucap buk Linda.
__ADS_1
Gerwyn akhirnya makan, buk Linda sangat senang karena Gerwyn memakan masakan Sophia.
Begitu juga dengan Gerwyn yang melihat buk Linda makan begitu lahap akhir-akhir ini, bahkan ibu nya tidak lagi banyak menuntut setelah dia menikah, tidak pernah melarang atau penyakit nya Kambuh lagi.
Tapi sekarang Buk Linda tidak bisa kesepian, dia harus selalu ada teman yang menurut nya bisa melindungi nya.
Melihat buk Linda dekat dengan Ano, Gerwyn akan mengusahakan apapun untuk Ano agar lebih nyaman tinggal dengan ibu nya.
Di tempat kerja Sophia. Dia sedang istirahat di ruangan khusus yang bekerja di sana.
"Sophia ada orang di luar yang nyariin kamu." ucap salah satu teman Sophia. Sophia penasaran dia pun langsung memeriksa nya.
"Pak Gerwyn." ucap Sophia kaget. Gerwyn melihat Sophia. Namun tiba-tiba Sophia menarik tangan Gerwyn keluar berjalan ke parkiran.
"Bapak ngapain ke sini?" tanya Sophia.
"Saya mau mengajak kamu mengambil Baju sekolah Ano." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.
"Bapak tidak lihat saya sedang apa di sini? Ini baru istirahat siang, aku harus bekerja sampai jam tiga Sore nanti." ucap Sophia.
"Lebih penting pekerjaan kamu atau Adek kamu?" tanya Gerwyn, Sophia diam.
"Bapak ngaco deh, saya sudah berbicara dengan wali nya kalau baju nya bisa di ambil besok-besok nya lagi." ucap Sophia. "Masuk ke dalam mobil!" ucap Gerwyn menarik tangan Sophia.
"Gak mau! Bapak kenapa sih?" ucap Sophia merasa ada yang aneh pada Gerwyn.
"Kalau begitu saya akan akan menunggu di sini!" ucap Gerwyn. Sophia yang sudah di panggil oleh teman nya jadi tidak tau mau ngomong apa lagi.
"Terserah bapak saja, jangan coba-coba masuk menemui aku lagi, hena bisa melihat nya dan akan Marah." ucap Sophia langsung pergi begitu saja.
Gerwyn menatap Sophia yang berlari masuk ke dalam. Dia pun masuk kedalam mobil nya.
"Ano di mana yah? Seperti nya tidak mungkin di dalam." ucap Gerwyn. dia mengirim kan pesan pada Sophia.
"Ano di mana? saya akan menjemput nya," ucap Gerwyn. Namun cukup lama Sophia membalas nya.
"Ano belum ingin pulang, dia akan pulang di anterin sama teman ku, tidak perlu di jemput." balas Sophia.
Ayo tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jangan lupa mampir juga yah, ke cerita baru ku🙏🙏🙏
__ADS_1