
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak berniat untuk mempermainkan bapak, justru saya mengatakan itu karena saya ingin lepas dari bapak." ucap Sophia.
"Kenapa? Apa kamu tidak butuh uang saya lagi? Apa kamu sudah mempunyai pria kaya di luar sana?" ucap Gerwyn.
"Karena aku tidak tahan dengan sifat bapak yang pemarah, kasar dan juga selalu menyalah kan aku." ucap Sophia.
"Saya marah karena kamu salah." ucap Gerwyn.
"Aku mau kita berpisah saja, percuma saja aku jadi istri bapak." ucap Sophia.
"Tidak akan! Saya tidak akan pernah berpisah dengan kamu, jangan sampai saya mendengar kata-kata itu lagi!" ucap Gerwyn.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan pernah bertemu dengan bapak lagi, kami akan pergi." ucap Sophia.
Sophia langsung berdiri mau meninggalkan Gerwyn namun tiba-tiba Gerwyn menahan tangan Sophia.
"Ikut saya pulang! Jangan berulah, kalau kamu melawan saya kamu akan mendapatkan akibat nya." ucap Gerwyn.
"Lepaskan! Aku tidak mau ikut dengan bapak." ucap Sophia berontak.
Gerwyn menahan Sophia, dia menarik tangan Sophia dan mencium bibir Sophia. Seketika ciuman itu membungkam mulut Sophia dan menghentikan seluruh badan nya.
Sophia segera sadar dia menutup mulutnya agar Gerwyn tidak bisa mencium namun Gerwyn menggigit agar Sophia membuka nya.
Gerwyn terus mencium bibir Sophia secara paksa, sementara Sophia sudah menangis dia sudah pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Gerwyn.
Gerwyn melepaskan Sophia.
"Ikut pulang dengan ku!" ucap Gerwyn menarik tangan Sophia.
Gerwyn membuka pintu menyuruh Sophia masuk ke dalam mobil.
"Hanya dengan cara seperti ini kamu menurut pada ku, kamu yang meminta aku kasar pada mu." ucap Gerwyn.
"Aku gak mau pulang. Aku gak mau tinggal sama bapak lagi." ucap Sophia menangis.
"Diam!" ucap Gerwyn.
Sophia langsung diam.
"Di mana Ano? Kemana kamu menitipkan nya?" tanya Gerwyn. namun Sophia diam saja.
"Di mana Ano?" tanya Gerwyn. Sophia pun memberi tahu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di apartemen Adit.
Gerwyn naik sendiri menjemput Ano.
"Ano! Ano! Ayo pulang." ajak Gerwyn berteriak di depan pintu apartemen.
Adit datang membuka pintu.
__ADS_1
"Ada apa yah pak, ribut-ribut di depan pintu saya?" tanya Adit.
"Di mana Ano?" tanya Gerwyn. Ano langsung datang.
"Ayo pulang. Mbak Sophia sudah menunggu di mobil." ucap Gerwyn.
Menarik tangan Ano. Adit kebingungan dia menahan Ano.
"Kemana kamu membawa Ano? Ano sudah di Titip oleh Sophia pada saya." ucap Adit.
"Jangan ikut campur! Lepaskan tangan Ano." ucap Gerwyn dengan tatapan tajam.
Sampai di rumah Gerwyn membawa Sophia ke kamar.
"Apa kamu akan menginap di apartemen pria itu?" tanya Gerwyn mendudukkan Sophia di pinggir kasur.
Sophia menunduk.
"Kamu adalah istri Sah saya, seharusnya kamu memakai akal sehat kamu untuk bertindak." ucap Gerwyn.
"Jadi semua nya salah ku? Karena aku tidak berfikir terlebih dahulu? Bapak yang sangat egois. Aku tidak pernah protes apa yang bapak lakukan namun aku hanya pulang Malam bapak membentak ku." ucap Sophia.
"Aku tidak tau apa yang terjadi pada diri bapak, aku tidak salah." ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.
"Saya tidak suka kamu dengan dia!" ucap Gerwyn.
"Saya tidak suka Melihat kamu dengan pria lain, saya merasa saya menyukai kamu." ucap Gerwyn. Sophia menatap Gerwyn.
"Melihat kamu bersama pria lain membuat saya gila, saya tidak bisa tidur." ucap Gerwyn.
"Pria seperti bapak mengatakan cinta tanpa ada perasaan, saya sudah mengenal banyak pria." ucap Sophia.
Gerwyn mencium bibir Sophia. Namun tiba-tiba Sophia mendorong Gerwyn.
"Kamu juga menyukai saya kan? Kamu pasti sangat menyukai saya." ucap Gerwyn.
"Saya tidak pernah menyukai bapak. Pria pemain wanita, pria yang tidak pernah puas dengan yang namanya perempuan! Dari awak saya tidak pernah menyukai bapak." ucap Sophia.
Gerwyn merasa kesal dengan jawaban Sophia dia langsung mendorong Sophia tidur di Kasur.
"Jangan mencoba untuk mempermainkan saya!" ucap Gerwyn.
"Saya mencintai Pria lain, dan tentunya bukan seperti Bapak." ucap Sophia.
"Tidak mungkin!" ucap Gerwyn. Sophia menatap mata Gerwyn.
"Maaf pak, tapi aku tidak bisa mencintai pria yang tidak cukup dengan satu wanita dan bahkan tidur dengan wanita mana saja." ucap Sophia.
Gerwyn merasa tertampar dengan kata-kata Sophia. Sophia mendorong Gerwyn dari atas nya.
"Mulai dari sekarang lebih baik kita tidak perlu bertemu lagi." ucap Sophia. Namun tiba-tiba Gerwyn langsung mengunci pintu.
__ADS_1
"Kamu tidak Akan bisa kemana-mana." ucap Gerwyn.
"Kembali kan kunci nya pak!" ucap Sophia.
Gerwyn menyimpan kunci itu di saku celana nya.
"Ambil lah kalau kamu mau." ucap Gerwyn.
Sophia terdiam dia tidak mungkin berani.
Gerwyn membuka kemeja nya dan berbaring di kasur dengan bertelanjang dada.
"Kenapa kamu hanya berdiri saja di sana? Sini tidur di samping saya." ucap Gerwyn menepuk kasur di sebelah nya.
Sophia melihat Sofa di kamar nya sudah tidak ada lagi.
"Saya sudah membayar kamu mahal, bahkan saya memberikan fasilitas yang lengkap pada kamu, kamu pikir itu semua nya gratis?" ucap Gerwyn.
"Apa maksud bapak?"
"Seperti yang kamu katakan, saya adalah laki-laki yang tidak puas dengan satu wanita. Sekarang tugas kamu melayani saya." ucap Gerwyn.
Sophia sangat takut dia langsung gugup badan nya semua bergetar.
"Tidur dengan ku malam ini atau kekasih kamu akan mendapatkan akibat nya Besok." ucap Gerwyn.
"Jangan pernah membawa-bawa dia di antara kita." ucap Sophia.
"Kalau kamu mencintai nya, sekarang bertanggung jawab lah, kamu harus menyelamatkan dia." ucap Gerwyn.
Sophia mendekati Gerwyn, namun tiba-tiba Gerwyn menarik tangan Sophia dan Sophia berbaring di lengan Gerwyn.
Gerwyn bisa mencium aroma wangi rambut Sophia yang membuat nya nyaman.
Dia memeluk Sophia dan memejamkan mata nya.
Sophia menangis dia tidak bisa melakukan apapun.
Keesokan harinya Gerwyn bangun lebih awal dia melihat Sophia masih di pelukan nya.
"Maafkan saya Sophia! Aku tidak mempunyai cara lain, aku tidak tau harus berbuat apa. Maaf kan aku semoga saja kamu tidak membenci ku." ucap Gerwyn.
Dia mencium kening Sophia, dia sengaja membuat buah baju Sophia dan meninggalkan beberapa jejak di leher dan dada Sophia.
Setelah itu dia pun pergi meninggalkan Sophia.
Tidak terasa sudah jam sembilan pagi, Sophia bangun dia kaget melihat Gerwyn sudah tidak ada di samping nya, dia melihat baju nya sudah terbuka, dia melihat pantulan diri nya di cermin.
Bibir bengkak, badan yang penuh dengan kecupan.
"Dasar Pria berengsek." ucap Sophia. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering.
__ADS_1
"Adit!" ucap Sophia dia langsung menjawab nya.
"Sophia tolong temui aku di apartemen ku sekarang, aku butuh kamu." ucap Adit dengan nada yang sangat lesu.