
"Jangan memakai baju yang ketat, bagaimana anak kita bisa bernafas?" ucap Gerwyn. Dia memilih kan dress untuk istri nya.
"Oh iya nanti kamu tidak boleh kecapean, kamu harus membawa minun ini." ucap Gerwyn. Sophia hanya bisa menginyakan perintah suami nya dari pada tidak mendapatkan Ijin.
Gerwyn mengantarkan istri nya terlebih dahulu ke sekolah dan dengan Sabar dia menunggu sekitar tiga jam di dalam mobil.
"Riki hari ini Hena tidak datang yah?" tanya Sophia setelah keluar dari ruangan guru. "Seperti nya dia tidak datang, aku tidak melihat dia dari pagi." ucap Riki.
"Oohhh." ucap Sophia. "Oh iya apa kata guru?" tanya Riki.
"Tidak banyak sih, hanya membahas beberapa mata pelajaran, terus nilai." ucap Sophia.
"Apa mereka tidak membicarakan Soal isu yang sedang bertebaran di group sekolah?" tanya Riki.
"Enggak sih, hanya saja banyak murid lain yang seperti menyindir aku." ucap Sophia.
"Yang sabar yah Sophia." ucap Riki. Sophia menganguk sambil tersenyum.
"Oh iya nih minuman untuk kamu." Riki memberikan minuman strawberry pada Sophia.
"Terimakasih banyak yah." ucap Sophia.
"Kamu tumben banget pakai riasan? Kamu terlihat jauh lebih dewasa kalau seperti ini." ucap Riki. "Kamu mengatakan aku tua kalau memakai makeup?" ucap Sophia.
"Bukan-bukan seperti itu maksud aku." ucap Riki.
"Kamu cantik kalau memakai riasan." ucap Riki.
"Humm kamu bisa aja, tapi terimakasih loh sudah memuji aku." ucap Sophia. RIki tersenyum.
"Ya udah kalau begitu aku langsung pulang yah." ucap Sophia.
"Kamu gak ke kantin dulu?" tanya Riki, Sophia Menggeleng kan kepala nya.
"Ya udah kalau begitu aku juga pulang. Ayo jalan sama-sama ke depan." ucap Riki.
Gerwyn yang sedang fokus dengan pekerjaan nya di dalam mobil. Dia melihat istrinya sudah berjalan ke arah nya.
"Sampai jumpa Minggu depan yah." ucap Sophia melambaikan tangan pada Riki. RIki tersenyum dia masuk ke dalam mobil nya.
Sophia juga masuk ke dalam mobil suami nya.
__ADS_1
"Maaf yah mas sudah buat lama menunggu, aku harus menunggu guru ku dulu." ucap Sophia.
"Kamu berbicara dengan pria itu kan? Kamu membuat saya lama menunggu!" ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.
"Bukan Mas, aku berbicara dengan dia karena tidak sengaja bertemu." ucap Sophia. "Lalu minuman ini? kamu membeli minuman yang sama seperti dia kan?" ucap Gerwyn karena melihat Riki juga memegang minuman yang sama.
"Bukan Mas, aku kurang suka dengan rasa strawberry, orang tua nya menjual minuman dan makanan dia sering membawa nya untuk aku dan Hena." ucap Sophia.
Gerwyn mengambil nya dan langsung meminum nya.
"Saya harus tau ini sehat atau tidak. Saya tidak ingin istri dan anak saya sakit karena ini." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Habiskan saja, aku tidak berselera untuk makan apapun." ucap Sophia. Gerwyn benar-benar menghabiskan nya karena tidak ingin istri nya meminum itu.
"Ayo buruan pulang Mas. Mamah pasti sudah menunggu kita." ucap Sophia. Gerwyn Menganguk. Dia menghidupkan mobil nya dan segera meninggalkannya sekolah itu.
Gerwyn melihat raut wajah istri nya berubah. "Ada apa? Seperti nya sesuatu sudah mengganggu pikiran kamu." ucap Gerwyn.
"Suasana sekolah sekarang sudah heboh karena isu aku hamil dan menikah diam-diam." ucap Sophia. "Sudah lah tidak perlu di pikirkan." ucap Sophia.
"Bagaimana tidak memikirkan nya mas? Ini menyangkut nama baik sekolah ku." ucap Sophia.
"Humm yang kamu bilang benar juga." ucap Gerwyn.
"Sudah lupakan Saja, Lagian kamu sudah jarang ke sekolah." ucap Gerwyn.
Sophia diam. "Hari ini juga Hena tidak datang, tidak ada yang bisa menemani dan membela ku." ucap Sophia.
"Apa dia tidak sekolah karena tentang hubungan nya?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Entahlah mas, aku juga tidak tau." ucap Sophia. "Kita boleh singgah sebentar di rumah nya?" tanya Sophia.
Gerwyn sebenarnya sudah Lelah menunggu namun demi istri nya tidak banyak fikiran akhirnya dia pun mau.
Mereka berhenti di depan kontrakan. Sophia dan Gerwyn mengetuk pintu rumah Hena.
Hena membuka nya. "Sophia. Pak Gerwyn." ucap Hena kaget.
"Aku mengganggu kamu yah?" ucap Sophia. Hena Menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak melihat kamu di sekolah, aku sangat menghawatirkan kamu, aku sudah tau masalah nya." ucap Sophia.
__ADS_1
Hena diam. "Aku tidak bermaksud merepotkan atau membuat kamu khawatir, aku hanya kurang enak badan." ucap Hena.
"Lalu bagaimana hubungan kamu dengan Vano?" tanya Sophia. Hena Menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak bisa lama-lama di sini, aku harus pulang ke rumah." ucap Sophia.
Hena melirik ke arah Gerwyn yang duduk di luar.
"Apa kamu sudah baikan?" tanya Hena. "Sudah kok. Dan kamu tau aku hamil sekarang." ucap Sophia.
"Apa?" ucap Hena kaget.
Sophia menutup mulut Hena.
"Jangan keras-keras, Hanya aku dengan mas Gerwyn yang tau." ucap Sophia.
"Selamat yah." ucap Hena. "Tapi ini belum keinginan aku, Hamil di situasi seperti ini sungguh sulit." ucap Sophia.
"Rejeki tidak bisa di tolak Sophia. Pamali berbicara seperti itu." ucap Hena.
"Huff sulit untuk menjelaskan nya Hena, namun aku tidak bisa mengatakan apapun lagi, aku harus menerima keadaan saat ini." ucap Sophia.
"Tapi aku sangat senang sekali kamu hamil. Dan mertua kamu juga pasti sangat senang sekali." ucap Hena. "Mertua ku belum tau sama sekali." ucap Sophia.
"Kamu menyembunyikan ini lagi?" tanya Hena. Sophia menganguk. "Dan asal kamu tau, mertua ku sudah tau tentang tentang aku sebelum nya pernah bekerja di Club itu." ucap Sophia.
"Aku minta maaf yah, karena aku semua nya mertua kamu jadi tau, ini semua adalah salah aku." ucap Hena.
"Ini bukan salah kamu kok." ucap Sophia.
"Dan sekarang aku sangat sedih sekali. Orang tua Vano sudah tau aku seperti ini, dia pasti tidak akan memetik Aku berhubungan dengan anak nya." ucap Hena.
"Vano adalah Pria yang sangat serius, aku yakin dia adalah Pria yang menepati kata-kata nya. Dan orang yang sangat serius." ucap Sophia.
"Lalu apa kamu sudah berbicara dengan Vano? Bagaimana jalan terbaik nya?" tanya Sophia.
"Aku belum ingin membahas nya dengan dia, aku takut aku tidak bisa mengontrol diri." ucap Hena. "Aku paham kok." ucap Sophia.
"Aku tidak ingin kamu menjadi pusing memikirkan ini, semua masalah pasti ada jalan keluar nya." ucap Sophia.
"Kamu juga yah, semua masalah pasti ada jalan keluar nya, kamu juga tidak boleh stress. Ingat kamu sedang hamil." ucap Hena. Mereka pun berpelukan.
__ADS_1