
"Aku mau pulang." ucap Sophia. "Aku anterin yah, aku juga mau jemput Ano." ucap Adit.
Sophia menganguk. Adit melihat bekal yang di tangan Sophia.
"kamu mau membuat ini kemana?" tanya Adit. "Aku akan memberikan nya kepada Bapak yang ada di jalanan." ucap Sophia.
"Sini untuk ku Saja, sudah lama aku tidak merasakan masakan kamu." ucap Adit. Akhirnya dia menghabis kan makanan Sophia.
Sophia melihat Adit makan dengan begitu lahap membuat nya sangat senang.
"Sudah lama aku tidak merasakan masakan kamu." ucap Adit tersenyum sambil minum Aqua yang di terus di bawa nya.
"Lain kali kalau ada kesempatan aku akan memasak untuk kamu." ucap Sophia.
"Kamu serius? Kamu gak bohong kan?" tanya Adit. Sophia mengangguk Adit terlihat sangat senang sekali.
"Baiklah kalau begitu." ucap Adit.
"Ya udah sebaik nya kita pulang saja, ini sudah waktunya Ano pulang sekolah." ucap Sophia. Adit menganguk.
Adit menganguk mereka meninggalkan Kantor polisi itu. "Kamu tidak ingin ke rumah sakit?" tanya Adit. Sophia diam. "Kamu kenapa?" tanya Adit.
Sophia tidak menjawab hanya memasang wajah sedih.
"Apa kamu dengan Pak Gerwyn masih Marahan? Atau karena mertua kamu?" tanya Adit.
Sophia Menghela nafas panjang.
"Mertua kamu melarang kamu ke sana kan?" ucap Adit. Sophia menganguk.
"Seperti nya Mamah Masih marah kepada keluarga ku termasuk aku." ucap Sophia.
"Sudah lah tidak perlu terlalu di pikirkan. Itu adalah hal wajar. Mungkin kalau kamu di posisi nya Bu Linda pasti melakukan hal yang sama." ucap Adit.
"Tapi aku sangat merasa bersalah sekali kepada suami dan juga mertua ku Dit, apa yang harus aku lakukan setelah ini?" ucap Sophia.
"Kamu hanya perlu sabar, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan." ucap Adit.
"Dan lagi ini adalah perbuatan Ayah kamu bukan perbuatan kamu sendiri." ucap Adit.
"Tapi tetap saja Sama dit, aku adalah anak pembunuh." ucap Sophia.
"Sssttt... Jangan berbicara seperti itu lagi! Pamali." ucap Adit. Sophia terdiam. "Mungkin ini sudah jalan nya. Untuk apa kamu mengeluh lagi. Ini sudah terjadi." ucap Adit.
Sophia menatap Adit. "Waktu akan menyiapkan semua masalah yang ada, kamu hanya perlu sabar, banyak berdoa Demi kesehatan suami dan kamu tidak boleh banyak beban fikiran karena lagi mengandung." ucap Adit.
__ADS_1
Sophia tersenyum. Dia mengelus perut nya. "Iyah kamu benar, aku harus kuat, aku tidak boleh jadi wanita yang lemah, aku harus menjadi ibu yang baik." ucap Sophia.
Adit tersenyum. "Makasih yah Adit. Kamu selalu tau cara menenangkan aku." ucap Sophia.
"Aku kenal sama kamu sudah lama, wajar saja jika aku tau." ucap Adit. Sophia tersenyum.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sekolah Ano. Sophia dan Adit keluar. Sophia melihat Bu Ena.
Melihat Sophia Bu Ena langsung diam. Biasanya dia selalu berlagak sekarang hanya bisa diam.
"Kak Adit... mbak Sophia.." Ucap Ano memeluk mereka bergantian.
"Ayo kita pulang." ajak Ano. mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Kita ke rumah sakit yah mbak, aku mau melihat kak Gerwyn." ucap Ano.
"Kita langsung pulang saja yah, kita belum di ijinkan menjenguk Kak Gerwyn." ucap Sophia.
"Loh kok gitu sih Mbak? Aku sangat khawatir pada Kak Gerwyn." ucap Ano.
"Besok aja yah." ucap Sophia.
"Aku mau nya sekarang Mbak." ucap Ano.
"Sudah-sudah jangan ribut. Bagaimana kala kita jalan-jalan?" ucap Adit.
"Iyah kak aku mau." ucap Ano. Sophia menghela nafas panjang.
"Ano tidak akan paham. Kamu tidak perlu marah." ucap Adit. Sophia memegang kepalanya yang terasa sangat pusing sekali.
Di rumah sakit Gerwyn baru saja bangun. Dia sudah ada di ruangan rawat inap.
"Kamu sudah bangun nak?" ucap Bu Linda.
"Mamah masih di sini?" ucap Gerwyn. Bu Linda mengangguk.
"Sophia belum ke sini Mah?" tanya Gerwyn. "Sudah jangan bertanya tentang dia." ucap Bu Linda. Gerwyn terdiam.
Dia tau Mamah nya pasti sangat marah, dia kali ini tidak boleh banyak bertanya tentang Sophia.
"Mahh..." panggil Gerwyn. Bu Linda menoleh ke arah Gerwyn.
"Aku ingin memeluk mamah." ucap Gerwyn.
Bu Linda menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Mamah Masih marah sama kamu." ucap Bu Linda.
"Kenapa mamah marah kepada ku?" tanya Gerwyn.
"Mamah marah karena kamu melepaskan pembunuh papah mu sendiri. Dan juga dia.mau membunuh kamu karena Sophia." ucap Bu Linda.
"Bukan karena Sophia Mah. Ini adalah musibah." ucap Gerwyn. "Seperti nya Sophia sudah memberikan obat penjinak SMA kamu." ucap Bu Linda karena kesal.
"Sophia tidak salah mah, jangan seperti itu." ucap Gerwyn.
"Bagaimana tidak salah kata kamu? Ayah nya membunuh papah kamu. Dan juga karena dia meminta kamu melepaskan ayah nya kamu hampir mati." ucap Bu Linda. Gerwyn terdiam.
"Jangan bilang mamah yang melarang Sophia ke sini." ucap Gerwyn. Bu Linda diam. Gerwyn menghela nafas panjang. "Ini tidak salah Sophia mah." ucap Gerwyn.
"Mamah tidak bisa melupakan nya begitu saja." ucap Bu Linda.
"Tapi Mamah Jangan melarang Sophia ke sini. Dia juga pasti sangat khawatir mah. Dia tidak boleh banyak beban fikiran karena lagi hamil." ucap Gerwyn.
Bu Linda diam. Dia memerhatikan anak nya itu.
"Kamu sangat mencintai Sophia sehingga dendam kamu terlupakan begitu saja." ucap Bu Linda.
"Aku Tidak ingin kehilangan orang yang aku sayang Mah. Baik itu mamah, Sophia Ano atau keluarga ku." ucap Gerwyn.
Adit mengantarkan Sophia pulang ke rumah terlebih dahulu karena dia tidak ingin ikut jalan-jalan.
"Yakin kamu mau di rumah saja?" tanya Adit.
"Iyahh." ucap Sophia.
"Ngomong-ngomong makasih yah sudah mau menemani aku, aku sangat berterimakasih sama kamu." ucap Sophia. "Aku senang bisa membantu kamu. Aku sebentar lagi akan kembali melanjutkan kuliah ku jadi aku sangat senang bisa berarti untuk kamu." ucap Adit.
"Kapan kamu akan pulang? Apa kamu tidak ingin Melihat acara Perpisahan ku?" tanya Sophia.
"Kalau bisa aku akan datang, namun aku juga tidak enak kepada suami kamu." ucap Adit.
Sophia tersenyum. "Kalau nanti aku sudah bertemu dengan dia aku akan bilang Dulu." ucap Sophia. Adit tersenyum.
"Aku senang banget setelah kita putus namun kita bisa berteman seperti ini, semoga hubungan pertemanan kita tidak pernah renggang." ucap Adit.
"Justru aku yang sangat rugi kalau membuat pertemanan kita ini rusak." ucap Sophia. "Ayo buruan berangkat kak." ucap Ano dari dalam mobil.
"Tunggu sebentar Ano." ucap Adit.
"Ya udah kalau begitu kami pergi dulu, sebelum larut malam aku akan mengantar kan Ano pulang." ucap Adit
__ADS_1