Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Gerwyn pergi untuk beberapa hari


__ADS_3

Keesokan harinya Gerwyn terlebih dahulu bangun. Dia melihat Ano sudah berada di dada nya sementara Sophia juga ikut meringkuk dan membantal kan lengan nya.


"Aaaaa sangat sakit sekali." ucap Gerwyn sambil menarik tangan nya, tangan mati rasa sekarang.


"Ano! Ano bangun." Gerwyn membangun kan Ano.


Perlahan Ano membuka mata nya.


"Ayo bangun siap-siap berangkat ke Sekolah." ucap Gerwyn. Ano menoleh ke arah Sophia.


Ano mengangguk dia pun keluar dari itu sambil Jalan sempoyongan. Gerwyn duduk di samping Sophia.


Dia merapikan rambut Sophia yang menutupi wajahnya.


"Aku tidak tau perasaan apa yang aku alami apakah ini benar-benar cinta atau hanya sekedar menyukai dan penasaran saja, tapi aku sangat yakin kalau aku sudah mulai jatuh cinta sama kamu." ucap Gerwyn dalam hati.


Sophia bergeliat dia melihat Gerwyn.


"Hoammm!!! Ano mana Mas?" tanya Sophia.


"Dia sudah pergi ke kamar nya untuk siap-siap ke sekolah." ucap Gerwyn. "Oohhh." Sophia berusaha untuk bangun namun tidak kuat.


"Kamu hari ini di rumah saja yah, keadaan kamu masih sangat buruk seperti ini." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.


"Lagian aku berangkat juga tidak bisa bekerja."ucap Sophia.


"Sophia." panggil Gerwyn.


"Humm, ada Apa?" tanya Sophia Menatap wajah Gerwyn.


Mata mereka bertemu. "Ada apa?" tanya Sophia. Gerwyn langsung menyadar kan dirinya.


"Saya akan pergi beberapa hari mengunjungi Mamah di rumah Paman, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Gerwyn.


"Berapa lama?" tanya Sophia langsung. "Mungkin bisa jadi satu Minggu, sekalian ngaterin mamah untuk terapi." ucap Gerwyn.


"Kenapa begitu lama?" tanya Sophia. "Setelah selesai saya akan cepat pulang." ucap Gerwyn. Sophia terdiam.


Gerwyn membenarkan rambut Sophia menyelipkan ke belakang kuping Sophia.


"Ini permintaan mamah. Saya juga tidak bisa menolaknya." ucap Gerwyn. "Baiklah mas pergi lah." ucap Sophia.


"Kamu gak akan Marah kan?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Aku pernah dengar kalau tempat tinggal paman kamu adalah tempat tinggal orang tua Mbak Okta juga kan?" ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.


"Kamu tau dari mana?" tanya Gerwyn.


"Tidak penting tau nya dari mana." ucap Sophia. Gerwyn mengelus pipi Sophia.


"Kamu cemburu yah?" tanya Gerwyn. Sophia langsung menggeleng kan kepala nya.


"Ngapain aku cemburu? Aku tidak ada hak untuk cemburu, lagian hanya dia yang ada di hati Kamu dan aku hanya istri pura-pura kamu." ucap Sophia.


"Kamu?" ucap Gerwyn. Sophia sudah berani berbicara seperti itu pada Gerwyn.


"Maaf aku keceplosan." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Okta sudah pergi dengan suami nya ke Kanada tidak mungkin saya bertemu dengan nya di sana, kamu tidak perlu khawatir saya akan berjaga diri, karena ini hanya milik kamu." ucap Gerwyn.


Sophia menatap Gerwyn. "Kita hanya pura-pura, jangan seakan-akan kalau kita beneran suami istri." ucap Sophia.


"Kan nyata nya kamu adalah istri sah saya, saya juga suami kamu dan kamu istri saya. Sudah saya bilang kalau saya mencintai kamu. Saya tidak akan pernah melepaskan kamu." ucap Gerwyn.


"Pasti kata-kata seperti ini sudah banyak mas katakan pada wanita lain." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum. .


"Kamu cemburu yah?" ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau ke kamar mandi dulu." ucap Sophia turun perlahan dan ke kamar mandi.


"Kenapa kamu begitu lama?" tanya Gerwyn. "Kepo banget sih." ucap Sophia. "Hari ini adalah terakhir kita bertemu, saya ingin memandangi wajah kamu cukup lama." ucap Gerwyn Menatap wajah Sophia.


Jantung Sophia berdetak sangat cepat. Namun dia langsung memalingkan pandangannya.


"Aku akan bantu mengemas pakaian kamu." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum karena berhasil membuat Sophia malu.


"Tangan kamu masih sakit biar saya saja, kamu hanya duduk diam saja agar saya bisa melihat nya." ucap Gerwyn.


Seketika Sophia tersenyum karena Gerwyn membuat wajah lucu untuk memohon.


"Kalau begitu bawalah ini." ucap Sophia memberikan satu foto kecil milik nya yang ada di dompet. Gerwyn mengambil dan memasuk kan ke dompet nya.


"Ini saja tidak cukup. Saya ingin kamu menelpon saya ketika ada waktu luang." ucap Gerwyn.


"Kenapa harus aku yang nelpon? kenapa tidak mas saja?" ucap Sophia. Gerwyn duduk di samping Sophia.


"Saya tidak terbiasa menelpon duluan." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum. "Baik lah kalau begitu." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn menurunkan koper dia menurunkan semua pakaian yang mau di bawa sementara Sophia yang menyusun nya.


"Kenapa sangat banyak?" tanya Sophia dengan kesal.


"Ini hanya beberapa pasang saja." ucap Gerwyn. Sophia memasang wajah sedih.


"Kak aku sudah siap ayo berangkat." ajak Ano.


"Ano berangkat sama supir yah, kak Gerwyn nya lagi siap-siap." ucap Sophia.


"Loh kak Gerwyn mau kemana?" tanya Ano.


"Kakak mau memeriksa keadaan Ibu dulu, sudah lama tidak bertemu." ucap Gerwyn.


"Yahh kok pergi sih Kak, padahal Besok ada lomba melukis di sekolah, mereka meminta untuk mengundang kedua orang tua." ucap Ano.


"kakak tau, sebelum acara itu kakak pasti akan pulang." ucap Gerwyn. Ano memeluk Gerwyn. "Titip salam untuk Ibu yah kak." ucap Ano.


Setelah itu pun Ano pergi.


"Kamu lebih Rewel dari pada anak kecil." ucap Gerwyn mencubit hidung Sophia yang duduk diam di pinggir kasur.


"Saya mau mandi dulu." ucap Gerwyn. Sophia mengambil pena dan juga Kertas menulis sesuatu dan memasukkan ke dalam koper Gerwyn.


Tidak beberapa lama setelah selesai semua nya Waktu nya Gerwyn berangkat.


"Kamu baik-baik di rumah yah, jangan melakukan hal yang aneh-aneh sehingga membahayakan keselamatan kamu sendiri." ucap Gerwyn.


Sophia mengangguk. "Mas juga hati-hati, kabarin aku kalau sudah sampai, jangan lupa untuk pulang." ucap Sophia.


Gerwyn mengelus rambut Sophia.


Tiba-tiba Gerwyn mencium kening Sophia yang membuat Sophia kaget parah dan lagi-lagi jantung nya berdetak sangat cepat.


Gerwyn sudah meninggal kan halaman rumah Sophia baru sadar. "Ya ampun kenapa aku lupa sih, sebenarnya aku harus menyalim tangan suami." ucap nya.


Dia menjadi kesepian. Dia berusaha memalingkan ke TV, ponsel mau pun untuk makan tetap Saja dia merasa Bosan.


Dia menelpon Hena. Kebetulan Hena lagi di kostan nya, Sophia memutuskan untuk ke sana.


"Kamu kenapa tidak berangkat magang?" tanya Sophia pada Hena.


"Hari ini hanya beberapa jam saja." ucap Hena.

__ADS_1


"Oohhh begitu." ucap Sophia.


"Kebetulan kamu di sini, sebenarnya yang mau kamu bicarakan semalam apa?" tanya Hena. "Oh iya aku lupa, sekalian saja deh aku membahas nya di sini." ucap Sophia


__ADS_2