Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Lagi-lagi Gerwyn mencuri ciuman dari istri nya


__ADS_3

"Apa yang terjadi Pak? Ngapain bapak menghidupkan kompor dan memasak sampai gosong? Bapak mau membakar dapur ku?" Ucap Sophia kesal.


Gerwyn terdiam. Sophia melihat tangan putih mulus milik Gerwyn sudah memerah karena Minyak.


Dia langsung menarik tangan Gerwyn ke arah wastafel membasahi nya agar lebih dingin.


"Sssstt! Sakit." ucap Gerwyn.


"Sudah tau sakit, masih saja bermain dengan minyak goreng panas. Kalau bapak tidak bisa tidak perlu melakukan nya." ucap Sophia.


Gerwyn menatap Sophia.


"Ternyata dia bisa marah juga, seperti nya dia sengaja melakukan apa yang ku lakukan dulu pada nya pada ku." batin Gerwyn.


Sophia masuk ke kamar mandi dan kembali membawa pasta gigi.


"Mau ngapain?" tanya Gerwyn karena Sophia mengeluarkan pasta Gigi. "Ini adalah obat yang paling cepat agar kulit bapak tidak melepuh."


"Saya tidak mau, itu sama sekali tidak menjamin kulit saya tidak melepuh, nanti kulit saya infeksi."


Namun Sophia langsung menarik dan mengoleskan nya.


Setelah selesai di oleskan Sophia menyimpan pasta Gigi dan membuang telur gosong yang di dalam penggorengan.


Dia menoleh ke arah Gerwyn yang hanya diam di berdiri di belakang Sophia.


"Bapak hanya bisa meniduri wanita saja dan bersifat kasar lebih baik jangan menyentuh pekerjaan seperti ini." ucap Sophia.


"Apa maksud kamu? Jangan karena saya diam saja kamu bisa sesuka hati berbicara." ucap Gerwyn.


Sophia menghela nafas panjang dia menatap Wajah Gerwyn.


"Bukan kah yang aku bilang benar?"


"Bapak hanya bisa meniduri wanita dan saya sudah sangat tau bapak adalah ahlinya. Dan bersifat kasar itu sudah bawaan bapak." ucap Sophia.


Gerwyn menatap Sophia dengan tatapan tajam. Dia mendekati Sophia. Sampai Sophia mundur menghindari Gerwyn.


"Apa yang bapak lakukan? Menjauh dari ku!" ucap Sophia.


Sampai Sophia terkurung di dinding Gerwyn menahan Sophia yang mau pergi.


"Jangan mencoba memancing jati diri saya karena kamu tau sendiri saya seperti apa." ucap Gerwyn.


"Saya tidak akan takut lagi. Karena sesuai perjanjian kalau bapak semena-mena saya tidak akan diam saja." ucap Sophia.


Gerwyn seketika tersenyum tipis.


"Saya tidak pernah takut dengan siapa pun. Jadi jangan mencoba untuk membuat saya emosi." ucap Gerwyn.

__ADS_1


Gerwyn menyentuh pipi Sophia.


"Ternyata kamu cukup berani yah, dulu kamu sama sekali tidak berani menatap saya seperti ini." ucap Gerwyn.


Sophia mau pergi namun di tahan oleh Gerwyn dan mencium bibir Sophia yang membuat Sophia terkejut.


Mata nya Seketika terbelalak kaget.


Gerwyn melepaskan Sophia yang kaget.


"Masak kan saya sarapan apa saja!" ucap Gerwyn.


dan dia pun pergi meninggalkan Sophia begitu saja.


Sophia memegang bibir nya.


"Dia merebut ciuman ku lagi? Aaaaaa!!" Sophia seperti orang Gila berteriak namun harus menahan nya.


Pertama ciuman pertama nya hilang waktu pertama kali bertemu dengan Gerwyn dan hampir mengambil keperawanan nya juga.


Tidak beberapa lama akhirnya sarapan Selesai juga, baru saja memasak sarapan telur Sophia sudah merasakan penat.


Gerwyn yang sudah lapar berjalan ke arah dapur dan melihat Sophia yang sudah menyembunyikan wajahnya di kedua lipatan tangan nya di atas meja Makan.


"Apa yang terjadi? Mana sarapan saya?" tanya Gerwyn.


Sophia mendorong piring yang sudah berisi nasi dan juga telur dan juga sambel. Setelah itu dia pun berjalan meninggalkan Gerwyn namun kepalanya tiba-tiba pusing sekali.


"Sophia!" Gerwyn dengan cepat menahan tubuh Sophia.


Gerwyn membawa Sophia ke kamar untuk istirahat.


Sophia tidak tidur semalaman karena mengurus Gerwyn yang suhu badan nya tidak kunjung berkurang.


Gerwyn kembali untuk makan. Namun setelah mencoba telur dan sambel buatan Sophia dia tidak berselera rasanya tidak enak hambar semua.


Dia mau memesan makanan namun tidak memegang ponsel nya. Dia melihat ponsel Sophia yang di atas meja ruang tamu.


Dia memesan makanan dengan ponsel Sophia. Namun setelah makanan datang dia bingung membayar nya seperti apa karena tidak memegang dompet ataupun ponsel y.


Terpaksa dia membangun kan Sophia untuk meminta uang.


"Sophia! Sophia berikan saya uang, saya memesan makanan tapi tidak memegang uang kes." ucap Gerwyn.


Sophia memberikan dompet nya pada Gerwyn.


Namun setelah membuka nya Gerwyn kaget isi nya hanya 200 RB saja sementara makanan yang harus di bayar


210 RB.

__ADS_1


Dan Untung saja bapak pengantar makanan baik mau menanggung 10 RB.


Gerwyn makan dia sudah kenyang, dia melihat bagian Sophia belum di sentuh sama sekali. Karena sayang makanan nya dia membawa nya ke kamar Sophia.


"Heh bangun dan makan lah." ucap Gerwyn namun Sophia terlihat sangat lemas.


Gerwyn membantu Sophia untuk bangun dan membuat bantal sandaran Sophia.


"Nih makan! saya tidak mau nanti masuk penjara lagi karena kamu mati." ucap Gerwyn.


Sophia Membuka mulut nya karena Gerwyn menyuapi nya.


Sophia memerhatikan wajah Gerwyn yang setia dengan wajah tegas nya.


"Terimakasih malam tadi sudah merawat saya. Sekarang sudah jauh lebih baik." ucap Gerwyn, Sophia hanya mengangguk saja.


Baru beberapa suapan Sophia sudah menolak karena sudah kenyang. Gerwyn memberikan minuman.


Sophia pun kembali tidur.


Setelah Sophia tidur Gerwyn keluar dan menelpon nomor nya dengan ponsel Sophia. Dan pas banget ponsel nya di pegang oleh Vano.


Vano datang membawa semua fasilitas Gerwyn dengan sangat lengkap. Tidak lupa dengan pakaian Gerwyn.


Setelah Vano datang Gerwyn langsung membuka ponsel nya dan membaca pesan masuk dari nomor baru.


"Aku harap kamu tidak lupa yah kalau tiga hari lagi pernikahan aku. Aku ingin kamu datang." Gerwyn sudah bisa menebak itu dari Okta namun menggunakan nomor calon nya.


"Saya senang akhirnya bapak keluar." ucap Vano.


Gerwyn hanya mengangguk.


"Ada yang bisa saya bantu lagi pak?" Tanya Vano.


"Untuk beberapa hari ini saya mau bekerja di sini dulu, tolong datang tiap pagi ke sini." ucap Gerwyn. Vano mengangguk.


"Baik pak saya akan melaksanakan nya, kalau begitu saya Akan menjemput Beberapa formulir yang harus bapak periksa." ucap Vano.


Gerwyn Mengangguk.


"Oh iya bagaimana dengan keadaan Mbak Sophia pak?" tanya Vano karena tidak melihat siapa-siapa di rumah itu.


"Seperti nya sakit nya kambuh lagi, dia lagi istirahat. Itu bukan urusan kamu, lebih baik kamu kerjakan urusan kamu." ucap Gerwyn.


Vano meminta maaf dan setelah itu pergi meninggalkan Gerwyn.


Gerwyn membuka Laptop nya. Ternyata memeriksa semua Gmail masuk membuat kepala nya mau meledak, beberapa hari saja ternyata sudah banyak kerugian yang di alami perusahaan mereka.


Dia tidak bisa menyalah kan Vano karena semua nya harus melalui diri nya.

__ADS_1


__ADS_2