Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Mengontrol emosi


__ADS_3

Gerwyn sampai di rumah sekitar jam 12 malam. Dia masuk ke kamar namun tidak menemukan Istri nya. Dia berfikir Sophia sedang ada di kamar mandi ternyata tidak ada.


Dia keluar melihat ke kamar Ano, di sana juga tidak ada. "Kemana dia pergi?" ucap Gerwyn terus berjalan ke bawah.


Dia tidak lagi melihat Bibik di dapur terpaksa dia harus mengetuk pintu kamar pembantu nya.


"Tok!! tok!!" Bibik langsung membuka nya.


"Pak Gerwyn, ada apa den Gerwyn mengetuk pintu kamar kami?" tanya Bibik dengan kaget karena tidak biasa nya.


"Sophia di mana? Apa Bibik melihat nya?" tanya Gerwyn.


"Loh bukannya non Sophia sama Bapak?" tanya Bibik itu lagi, Gerwyn menggeleng kan kepalanya.


"Setelah berangkat tadi non Sophia tidak pulang ke rumah lagi Pak." ucap Bibik. Gerwyn sangat panik dia menjadi kebingungan.


Namun tiba-tiba bel rumah berdering. Gerwyn berlari ke depan di ikuti oleh pembantu nya dari belakang.


Melihat Sophia di bopong oleh supir dan juga Hena Gerwyn dengan cepat membantu nya.


"Apa yang telah terjadi?" tanya Gerwyn.


"Sophia Mabuk pak." ucap Hena. Gerwyn mencium bau alkohol yang begitu menyengat sekali.


"Gerwyn... Kamu sudah sampai di rumah? Jangan marah yah, aku hanya ingin bersenang-senang saja." Sophia berbicara kurang jelas.


"Ini pasti ulah kamu kan? Kamu yang mengajak Sophia minum." ucap Gerwyn menunjuk Hena.


"Kan gak ada salahnya, lagian aku jagain dia, aku juga nganterin dia pulang, bapak bisa nya marah Mulu." ucap Hena.


Gerwyn sangat kesal melihat Hena namun Hena langsung kabur karena melihat wajah Gerwyn sudah kesal.


"Sophia aku pulang yah, sampai ketemu besok di tempat kerja, byee..." Hena berlari meninggalkan Gerwyn yang sudah sangat emosi.


"Tunggu pembalasan saya!" ucap Gerwyn.


"Jangan marah terus, semua orang akan takut dengan wajah emosi." ucap Sophia lagi. Gerwyn melihat Sophia tersenyum membuat emosi nya reda, dia pun membawa Sophia ke atas.


"Hufff.." Gerwyn menghela nafas panjang karena Sophia sama sekali tidak mau diam saat di bawa ke kamar.


"Aku hari ini sangat senang, aku sangat happy." ucap Sophia.

__ADS_1


Sophia tertawa.


"Hena Selalu tau di saat aku sedang dalam masalah, dia selalu datang menjadi penyelamat ku agar aku tidak gila." ucap Sophia sambil terus tertawa kecil. Namun tiba-tiba dia Diam dan menangis.


Gerwyn jadi kebingungan dengan Sophia.


"Ada apa Sophia?" tanya Gerwyn. Tiba-tiba Sophia bangun dia mendekati Gerwyn. Dia melingkar kan kedua tangan nya di leher Gerwyn.


Sophia menatap Gerwyn dengan mata yang hanya sedikit terbuka. Gerwyn menghapus air mata Sophia yang membasahi pipi nya.


Sophia perlahan mendekati bibir Gerwyn. Begitu juga dengan Gerwyn yang menunduk kan kepala nya, Sophia menutup mata nya. Bibir mereka mulai bersentuhan, Gerwyn pun mulai mencium bibir Sophia namun tiba-tiba Sophia pingsang ke tubuh Gerwyn.


Gerwyn membuka mata nya dia menggigit bibir nya karena Sudah terpancing oleh Sophia dia langsung membaringkan Sophia ke kasur.


Keesokan harinya Sophia terbangun dia kaget karena Gerwyn sedang memerhatikan dia tidur di samping nya bertelanjang dada.


"Apa yang bapak lakukan?" tanya Sophia kaget sehingga dia jatuh dari kasur. Gerwyn kaget melihat Sophia jatuh.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Gerwyn.


"Jangan mendekat, di situ saja." ucap Sophia ketika Gerwyn mau membantu nya.


Sophia melihat pakaian nya sudah berganti dan juga Gerwyn tidak memakai pakaian sama sekali.


"Menurut kamu, saya melakukan apa terhadap kamu?" tanya Gerwyn dengan tatapan menggoda. Sophia langsung panik.


"Mengambil kesempatan dalam kesempitan." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum.


"Saya Mengucapkan terimakasih atas layanan kamu, saya akan membayar nya." ucap Gerwyn. Sophia semakin panik.


"Ini adalah sebagai hukuman untuk kamu sudah berani pergi mabuk-mabukan." ucap Gerwyn.


"Sebagai hukuman nya bukan hanya itu saja, tapi selama satu Minggu kamu tidak boleh kemana-mana selain kerja dan ke sekolah!" ucap Gerwyn.


"Tidak mungkin." ucap Sophia.


"Saya akan mengirim dua pengawal untuk kamu. Jangan coba-coba bertingkah aneh-aneh!" ucap Gerwyn.


Kembali berbaring. Sophia langsung ke kamar mandi dia melihat di leher dan dada nya ada tanda merah lagi.

__ADS_1


"Aaaa tidak mungkin." ucap Sophia.


Namun dia merasa tidak ada yang aneh dengan badan nya membuat nya merasa aman.


"Ternyata Gerwyn sudah membohongi nya. Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar.


"Kenapa aku masih ngantuk yah? Padahal ini sudah jam enam, kalau aku tidur lagi nanti aku Telat." ucap nya.


Karena sangat ngantuk dia pun berniat mau mandi.


"Eh tunggu dulu, jangan bilang semalam dia yang menukar pakaian ku?" ucap Sophia.


"Aaa aku sangat sial sekali, aku tidak mengingat apapun." ucap Sophia kesal pada diri nya sendiri.


Setelah selesai mandi dia berpakaian rapi dia langsung berdandan cantik. "Aku terlalu cepat berangkat sekarang lebih baik aku berbaring sebentar." ucap nya dia pun berbaring di kasur.


Namun tidak beberapa lama dia mengantuk dan tertidur. Tepat jam delapan pagi Gerwyn bangun. Dia heran melihat Sophia yang sudah rapi dan cantik Malah tidur.


"Sudah jelas dia ada jadwal pagi-pagi sekali, malah pergi minum." batin Gerwyn.


"Sophia! Sophia." ucap Gerwyn membangun kan Sophia. Perlahan Sophia membuka mata nya.


"Bangun lah ini sudah jam sembilan pagi." ucap Gerwyn. Sophia langsung bangun dengan wajah panik.


"Aku sudah telat, aku sudah telat, ayo anterin aku kerja, aku pasti sudah kehabisan angkutan umum." ucap Sophia. menarik yang Gerwyn.


Mereka langsung keluar dari rumah. Gerwyn masih mengunakan piyama nya di paksa nganterin Sophia.


Sepanjang perjalanan Sophia meminta Gerwyn untuk Ngebut. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Penampilan ku tidak berantakan kan? Makeup aku masih bagus kan?" tanya Sophia. Gerwyn Menatap wajah Sophia. Gerwyn merapikan rambut Sophia dan merapikan lipstik Sophia yang sedikit berantakan.


Mata mereka bertatapan. "Ya ampun kenapa saat dia berpakaian biasa saja dan wajah polos nya terlihat sangat tampan." batin Sophia.


"Sudah." ucap Gerwyn karena Sophia bengong.


Sophia mengambil ponselnya dan juga Tas nya, namun dia kaget melihat jam. "Loh ini kok masih jam delapan lewat empat?" tanya Sophia.


Gerwyn seketika pura-pura tidak mendengar nya. Sophia melihat teman-teman nya baru juga datang.


Sophia Menatap Gerwyn tiba-tiba memukul lengan Gerwyn dengan kesal.

__ADS_1


"Aaaaa mas membohongi aku! aku sudah sangat panik dan lihat lah aku bahkan tidak sempat memasang sepatu ku!" ucap Sophia. Gerwyn tertawa. "Lagian kamu sendiri sih ada acara tidur." ucap Gerwyn sambil tersenyum. Sophia tidak lagi menjawab nya dia memasang wajah kesal sambil mengikat tali sepatu nya.


__ADS_2