Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 261


__ADS_3

"Ayolah Sophia tidak perlu membahas hal yang tidak penting, saya hanya milik kamu, orang lain hanya berangan-angan saja dan aslinya saya adalah milik kamu." ucap Gerwyn lagi.


Sophia tersenyum. "Aku tidak pernah berfikir memiliki suami yang mempunyai fans banyak apalagi fans nya perempuan, mereka akan menganggap aku sebagai saingan." ucap Sophia.


"Jangan membahas itu lagi, saya akan mandi dan setelah itu kita mencari makanan keluar." ucap Gerwyn. Sophia menahan yang Suaminya.


"Kenapa?" tanya Gerwyn. Sophia meletakkan tangan suami nya di perut nya. Gerwyn tersenyum dia pun mengelus perut istri nya.


"Ini sangat nyaman sekali." ucap Sophia. "Saya tidak sabar menunggu dia lahir." ucap Gerwyn. "Huff kandungan ku masih sangat muda sekali, kamu sudah membahas kelahiran nya." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum.


"Kalau dia perempuan saya akan membeli kan di mainan masak-masakan yang banyak agar suatu saat nanti dia bisa memasak sama seperti ibu nya. Dan kalau dia laki-laki saya akan membeli kan dia alat-alat musik atau alat-alat olahraga." ucap Gerwyn.


"Jikalau bisa meminta mas ingin anak laki-laki atau perempuan?" tanya Sophia. Gerwyn menatap wajah istri nya.


"Kalau bisa meminta saya ingin Anak perempuan. Dan setelah itu baru anak laki-laki." ucap Gerwyn.


"Kenapa? Bukan nya lebih mengasyikan bagi kamu mempunyai anak laki-laki yang bisa di ajak olahraga atau bekerja bersama?" tanya Sophia.


"Saya sudah memiliki Ano. Dia sudah seperti adik dan juga anak sekaligus untuk saya." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum mendengar itu.


"Kamu tidak perlu khawatir setelah kita mempunyai anak, saya tidak akan pernah mengurangi sedikit pun rasa sayang saya pada Ano." ucap Gerwyn.


"Terimakasih yah mas." ucap Sophia. Gerwyn menganguk.


"Ya udah kalau begitu saya mandi dulu yah." ucap Gerwyn, Sophia menganguk.


Sophia membuka handphone nya karena ada pesan masuk. Dia melihat pesan dari mertua nya yang ingin datang melihat keadaan dia.


"Mamah mau ke sini? Aduhh bagaimana ini?" ucap Sophia.


Tidak beberapa lama Gerwyn keluar dari kamar mandi.


"Mas, Mamah mau ke sini." ucap Sophia. Gerwyn terdiam sejenak.


"Bagaimana mas?" tanya Sophia. Gerwyn memegang tangan Sophia. "Ini waktu nya kita memberitahu kepada Mamah. Kamu sudah siap kan?" tanya Gerwyn.

__ADS_1


Sophia Menggeleng kan kepala nya. "aku belum siap Mas, aku mohon jangan memberi tahu Mamah dulu." ucap Sophia.


"Kenapa Sophia? Apa tidak lebih bagus kalau kita memberi tahu segera." ucap Gerwyn. Sophia diam.


"Baiklah saya paham. Kalau begitu biarkan Mamah datang ke sini saya akan keluar." ucap Gerwyn.


Sophia hanya diam saja. "Kakak mau kemana?" tanya Ano menahan Gerwyn. "Kamu di sini saja yah, jangan sampai ibu tau mbak Sophia lagi hamil dan kakak di sini." ucap Gerwyn.


Ano hanya mengangguk saja. Gerwyn pun pergi meninggalkan mereka. Sophia menyembunyikan semua pakaian Gerwyn dan tas nya.


Tidak beberapa lama mertua nya datang.


"Assalamualaikum." ucap Bu Linda.


"Walaikumsalam mah." ucap Sophia.


Bu Linda tersenyum dia duduk di samping Sophia.


"Bagaimana keadaan kamu? apa sudah baikan? Kamu Masih kelihatan pucat." ucap Bu Linda.


"Sudah lebih baik kok mah, terimakasih yah mah Sudah mau datang." ucap Sophia.


"Di sini hanya ada satu Kasur Mah, kalau Mamah mau aku bisa memesan kan kamar satu lagi untuk mamah." ucap Sophia.


"Kamu di sini saja, mamah bisa memesan nya sendiri kok..Nih Mamah bawain masakan dari rumah." ucap Bu Linda.


"Mamah repot-repot segala. Tapi terimakasih banyak yah Mah." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum.


"Apa suami kamu tidak ada Mengabari kamu? Kalian sudah cukup lama bertengkar seperti ini Mamah sangat khawatir, apa tidak sebaiknya di bicarakan baik-baik?" tanya Bu Linda


Sophia terdiam melihat wajah Bu Linda membuat dia merasa bersalah sekali.


"Maafin aku yah mah, aku tidak bisa jujur, Tapi Mamah tenang saja aku sama mas Gerwyn udah Baikan kok." batin Sophia.


"Mamah jangan khawatir yah." ucap Sophia.


"Bagaimana mamah tidak khawatir nak, kamu dan Anak mamah ribut sehingga kamu tidak mau pulang ke rumah seperti ini." ucap Bu Linda.

__ADS_1


"Aku sudah memutuskan untuk kembali ke rumah besok mah, jadi Mamah tidak perlu khawatir, aku juga minta maaf karena aku Mamah jadi kesepian." ucap Sophia.


Bu Linda memeluk Sophia.


"Kamu serius mau pulang kan?" tanya Bu Linda. Sophia mengangguk. Bu Linda sangat senang sekali.


"Itu artinya Mamah tidak perlu menginap di sini malam ini, mamah Akan segera Mengabari suami kamu, mau bagaimana pun dia harus tanggung jawab atas perbutan nya sendiri." ucap Bu Linda.


"Tunggu dulu Mah." ucap Sophia menahan Bu Linda hendak menelpon Gerwyn. Karena Handphone Suami nya sedang ada pada nya.


"Kenapa?" tanya Bu Linda.


"Sebaiknya mamah tidak perlu mengabari mas Gerwyn, kalau dia mempunyai niat baik dia pasti akan pulang, siapa tau dia sekarang sedang bersama wanita lain di penginapan." ucap Sophia.


"Sssttt... Tidak baik berfikir seperti itu nak, bukan karena anak mamah, tapi mamah yakin Gerwyn tidak seperti itu, dia memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan." ucap Bu Linda.


Sophia tersenyum. "Dan masalah Lisa. kamu tidak perlu mengkhawatirkan dia lagi. Mamah sudah melaporkan perbuatan nya kepada orang tua nya. Dia Sekarang tidak pernah menunjukkan wajah nya lagi." ucap Bu Linda.


Sophia merasa lega mendengar itu.


Bu Linda memasuk kan handphone ke dalam tas nya lagi membuat Sophia tenang.


"Oh iya Sophia Mamah ke sini bukan hanya ingin membahas itu Saja, Tapi..." Bu Linda seperti nya sedikit ragu. Namun Sophia sudah sangat gugup ketika Bu Linda menatap nya seperti itu.


"Ada apa mah?" tanya Sophia.


"Apa kamu sudah tau tentang Vano dengan Hena?" tanya Bu Linda. Sophia terdiam sejenak.


"Kamu tidak perlu menutupi semua nya kalau Vano berpacaran dengan Hena." ucap Bu Linda.


"Aku tidak bermaksud untuk menutupi nya Mah, hanya saja aku rasa itu tidak urusan ku." ucap Sophia.


"Bagaimana tidak urusan kamu? Kau bersahabat dengan Hena." ucap Bu Linda. Sophia terdiam.


"Kamu juga pasti tau Kan kalau Hena bekerja sebagai wanita bayaran di sebuah Club malam kan?" Tanya Bu Linda. Pertanyaan itu berhasil membuat Sophia kaget dan bingung.


"Kenapa kamu diam?" tanya Bu Linda.

__ADS_1


"Aku tau Mah, tapi mamah tau dari mana? Dan kenapa Mamah mempertanyakan itu?" tanya Sophia.


"Kamu juga pasti tau kan kalau Sebenarnya Hena pernah menjadi simpanan Papah nya Vano." ucap Bu Linda.


__ADS_2