
Sophia melihat Gerwyn berdiri memegang hairdryer.
"Apa yang kamu tunggu? duduk lah!" perintah Gerwyn menoleh ke arah kursi.
Sophia langsung duduk di depan Gerwyn. "Hati-hati yah pak soal aku masih takut." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang. "Diam saja, kalau kamu tidak diam mungkin akan sangat sakit." ucap Gerwyn.
Sophia pun langsung diam. Dia sangat tegang ketika Gerwyn mulai membuka Handuk kepala nya.
Namun setelah di keringkan Sophia merasa lega karena tidak ada rasa sakit, Gerwyn mengering kan nya dengan sangat lembut.
"Kruk...!!! kruk....!!" bunyi perut lapar. Gerwyn menoleh ke arah perutnya. "Aku sudah makan sebelum pulang, tidak mungkin aku secepat itu lapar nya." gumam Gerwyn.
"Maaf kak, perut ku sangat lapar." ucap Sophia. Gerwyn terdiam sambil melihat Sophia memegang perutnya. Dia langsung mempercepat mengering kan rambut istri nya.
Setelah selesai Gerwyn sengaja mendekat kan hidung nya mencium aroma rambut Sophia.
"Jujur saja keramas atau tidak keramas rambut nya tetap Wangi, tapi sekarang benar-benar sangat wangi." batin Gerwyn.
"Masih lama yah kak? a-aku mau keluar." ucap Sophia menolong arah Gerwyn Namun mata mareka bertemu. Gerwyn langsung memalingkan pandangannya.
"Jangan lupa kalau keluar matikan lampu dan jangan ganggu saya tidur." ucap Gerwyn langsung naik ke kasur memeluk bantal guling.
Sophia Seketika tersenyum.
"Kenapa aku jadi Deg-degan begini sih? Pipi ku memerah." batin Sophia melihat pantulan nya di cermin.
Setelah itu dia pun keluar sambil senyum-senyum sendiri.
"Sophia! Ayo buruan makan sana sudah dingin semua sarapan nya." ucap buk Linda pada Sophia.
"Baik Tante." Sophia ke meja Makan untuk makan dan benar saja makanan sudah dingin semua.
"Humm kamu sangat wangi, abis mandi yah?" tanya buk Linda. Sophia mengangguk.
"Apa Gerwyn mau membantu kamu? Kalau mandi sendiri Tante takut kalau bekas operasi nya infeksi lagi." ucap buk Linda.
"Di bantuin sama Gerwyn kok Tante, Tante jangan khawatir." ucap Sophia. "Gak heran sih, karena dia sangat suka perempuan yang sangat Wangi. Wangi bukan sembarangan wangi tapi harus yang berhasil membuat nya nyaman." ucap buk Linda.
"Oohhh begitu yah Tante." ucap Sophia, buk Linda duduk di samping Sophia.
"Kamu seperti nya belum tau banyak tentang Gerwyn, boleh kok tanya-tanya ke Tante apa yang tidak di sukai Gerwyn atau hal yang dia suka." ucap buk Linda.
__ADS_1
Sophia tersenyum sambil mengangguk.
"Kalau boleh tau Gerwyn punya mantan berapa Tante?" tanya Sophia. "Oohh kalau itu dia hanya mempunyai dua saja. Kamu bisa menanyakan langsung kalau tentang itu, soal nya dia gak bolehin cerita-cerita mantan nya." ucap buk Linda
Sophia pun dia sambil melanjutkan makannya. Di siang hari Sophia duduk sendirian di teras taman sambil menikmati udara yang sejuk.
"Mbak Sophia." panggil Ano berlari mendekati Sophia.
'Iyah dek, ada apa?" tanya Sophia.
"Mbak lagi apa di sini? Kak Gerwyn mencari mbak." ucap Ano. Sophia melihat ke arah dalam.
"Kenapa dia mencari mbak?" "Kata nya kak Gerwyn mau makan," ucap Ano. Sophia beranjak dan berjalan masuk ke dalam.
"Rumah ini sangat besar yah mbak, kapan kita akan punya rumah sebesar ini, bahkan semua nya lengkap di sini." ucap Ano.
"Ano harus jadi orang sukses seperti Kak Gerwyn, maka Ano bisa membuat rumah sebesar ini." ucap Sophia. Ano tersenyum.
Sophia melihat Gerwyn yang duduk sendirian di ruang tamu.
"Dari mana kamu?" tanya Gerwyn.
"Aku dari taman depan Pak, ada yang bisa saya lakukan untuk bapak?" tanya Sophia.
"Sekarang kamu harus bantu-bantu Bibik dan belajar dari Bibik bagaimana cara memasak dan juga membersihkan rumah, kamu di sini bukan menjadi nyonya." ucap Gerwyn.
Sophia seketika Terdiam.
"Baik Pak." Sophia hanya bisa menginyakan saja.
Sophia menyiapkan semua makanan untuk Gerwyn.
"Silahkan pak." ucap Sophia duduk di depan Gerwyn.
"Kenapa kamu duduk di depan saya? pergi dari hadapan saya!" ucap Gerwyn.
"Aku duduk di sini biar Bapak ada perlu aku bisa membantu." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang Menatap Sophia dengan tatapan tajam.
"Kamu membuat saya tidak berselera untuk makan." ucap Gerwyn mau beranjak namun langsung di tahan oleh Sophia.
"Eh eh tunggu dulu pak, aku akan pergi bapak lanjut makan lagi yah." Sophia langsung pergi.
__ADS_1
Sophia masuk ke kamar dia melihat kamar yang cukup berantakan dia pun membersihkan nya. Pakaian kotor Gerwyn di ambil namun dia fokus dengan listip yang di baju Darel.
"Sampai kapan sih pak Gerwyn seperti ini? Kenapa saku sangat sakit melihat nya." batin Sophia. Dia membawa baju itu ke kamar mandi untuk di cuci.
Dia kaget ternyata cucian sangat banyak akhirnya dia pun memasuk kan ke dalam mesin. Cukup lama dia Kamar mandi Gerwyn memanggil nya.
"Sophia! Sophia!" Gerwyn berteriak di dalam kamar, Sophia langsung keluar dari kamar mandi menyusul Gerwyn.
"Ada apa pak?" tanya Sophia.
"Mana baju saya yang di sini tadi?" tanya Gerwyn.
"Sudah saya masukkan ke dalam mesin Cuci pak, tuh sekarang baru selesai berputar mesin Cuci nya." ucap Sophia.
Gerwyn seperti menahan emosi dia langsung masuk ke kamar mandi membongkar semua pakaian mencari Kemeja nya tadi.
"Ada apa pak? Kenapa tiba-tiba bapak membongkar semua nya?" tanya Sophia. Tidak beberapa lama akhirnya dapat juga.
"flash disk saya sudah rusak." Gerwyn langsung mengerikan dengan baju nya masuk ke kamar mencoba memeriksa data-data yang di dalam.
Namun sudah tidak berfungsi lagi.
"aaarggghh!! Hilang semua nya. Data-data penting di dalam hilang semua." ucap Gerwyn terlihat sangat marah.
"Aku minta maaf Pak, aku sama sekali tidak tau karena tidak memeriksa saku nya. Maaf kan saya, saya akan bertanggung jawab." ucap Sophia.
"Bertanggung jawab! Lebih baik kamu mati karena ini tidak bisa di ganti." ucap Gerwyn sangat tegas pada Sophia yang sudah sangat merasa bersalah dia tau kalau barang tersebut sangat penting, wajar saja jika Gerwyn marah.
"Aku minta maaf Pak, aku tidak sengaja." ucap Sophia.
"Kenapa setelah saya menikah dengan kamu, hidup saya selalu sial, semakin banyak cobaan, saya menyesal memilih kamu." ucap Gerwyn.
Sophia tertunduk dia hanya bisa diam.
"Pergi dari hadapan saya! Wajah pura-pura bersalah kamu tidak akan membuat semua data-data saya kembali." ucap Gerwyn.
"Aku minta maaf Pak, aku tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Sophia memohon.
"Keluar saya bilang, Keluar sebelum saya melakukan hal yang kasar pada kamu!" ucap Gerwyn membentak.
Ayo dong kawan-kawan semua nya mampir ke cerita baru ku, walaupun kurang menarik author sangat suka menulis,
__ADS_1
judul nya Pria dingin itu adalah suami ku. Terimakasih 🙏