Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Akhirnya bertemu juga


__ADS_3

"Oohhh Gitu." ucap Hena. Sophia mengangguk.


"Aku mandi dulu yah, kalau kamu mau istirahat langsung ke kamar saja yah." ucap Sophia. Hena mengangguk.


Hena duduk di ruang tamu sendirian.


"Vano kemana yah? Kenapa kata Mamah nya dan Enjel kehilangan kabar." batin Hena.


Dia tidak tau kemana Vano itu sebabnya dia kebingungan.


"Pantesan saja beberapa hari ini tidak bertemu dengan Vano." ucap nya.


Setelah itu dia menonton televisi di ruang tamu. Karena sangat bosan dia pun memutuskan untuk ke kamar. "Sophia!" panggil Hena.


"Humm ada Apa?" tanya Sophia yang sedang mengutak-atik laptop nya.


"Aku sangat lapar. Kita pesan makanan yok." ajak Hena.


"Humm aku tidak berselera untuk makan. Kamu saja yang memesan nya." ucap Sophia.


"Kamu lagi diet yah?" tanya Hena. Sophia tersenyum.


"Ya udah deh kalau begitu aku pesan untuk aku saja kalau kamu tidak mau.


Tidak beberapa lama makanan Hena datang. Dia pun makan di luar. Setelah kenyang dia merasa ngantuk dan memilih untuk tidur di kasur Sophia.


Sophi melihat Hena sudah tidur langsung dia hanya bisa menghela nafas panjang.


Hena seperti nya sangat sepele untuk ujian Besok.


Tidak terasa sudah jam Sepuluh malam Sophia mulai mengantuk dia pun ikut tidur di samping Hena.


Sementara di tempat lain Gerwyn sudah tidak sabar sampai di rumah. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga. Dia menekan bel ternyata Bibik yang membuka pintu.


"Siapa sih yang datang bertamu tengah malam seperti ini?" ucap Bibik. Namun dia sangat terkejut melihat bos nya di balik pintu dia langsung meminta maaf.


"Saya tidak tau kalau itu adalah bapak. Maafkan saya." ucap Bibik. "Maaf mengganggu tidur Bibik. Sophia di mana?" tanya Gerwyn.


"Ada di kamar Pak.." Gerwyn langsung masuk ke dalam tanpa mendengar Bibik selesai berbicara.


Gerwyn mengetuk pintu kamar karena di kunci. Tidak beberapa lama di buka.


"Surprise sayang." ucap Gerwyn mau memeluk namun ternyata itu adalah Hena yang membuka pintu. Gerwyn kebingungan sementara Hena jadi kaget.


"Di mana Sophia? Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Gerwyn. "Sophia sedang tidur." ucap Hena. Gerwyn melihat Sophia Masih tidur.

__ADS_1


"Bapak kapan sampai? Kalau saya tau bapak pulang saya tidak akan menginap di sini." ucap Hena. "Saya baru saja sampai." ucap Gerwyn.


"Kalau begitu saya akan pindah ke kamar sebelah. Permisi." ucap Hena meninggalkan kamar itu. Gerwyn masuk dia melihat istrinya tidur begitu nyenyak sekali sehingga dia tidak tega untuk membangun kan nya.


Dia meletakkan Bunga di atas meja di samping Sophia. Dia mendekati Sophia duduk di samping Sophia.


"Saya sangat merindukan kamu." ucap Gerwyn mencium kening Sophia. Perlahan Sophia membuka mata dia kaget Sekali melihat suaminya ada di samping nya.


Dia berfikir itu adalah mimpi sehingga dia mengedip kan mata nya berapa kali sambil memukul wajah nya. Namun Gerwyn menahan tangannya.


"Jangan melukai diri kamu sendiri." ucap Gerwyn. Sophia tiba-tiba menangis dia langsung memeluk suaminya begitu erat.


"Ini beneran kan? Aku gak mimpi kan?" ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Ini nyata, kamu tidak mimpi." ucap Gerwyn mencium kepala Sophia. Mereka berpelukan sangat erat sekali.


"Mas pulang kenapa tidak mengabari aku?" tanya Sophia.


"Rencana nya mau kasih kejutan sama kamu." ucap Gerwyn. Tiba-tiba Sophia sadar dia melihat ke arah samping nya.


"Loh Hena mana mas?" tanya Sophia. "Dia pindah di Kamar sebelah." ucap Gerwyn. Sophia duduk Gerwyn tersenyum sambil menghapus air mata istri nya.


"Jangan menangis lagi." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Saya sangat sulit mencari nya karena sudah malam sampai di kota." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum. "Terimakasih yah." ucap Sophia.


"Apa kamu tidak merindukan saya?" tanya Gerwyn. "Aku sangat merindukan kamu mas. Aku selalu Kefikiran terus menerus. Bahkan aku sangat khawatir takut terjadi apa-apa ketika mas tidak mengabari aku." ucap Sophia.


"Saya juga sangat merindukan kamu, maafkan sudah membuat kamu kefikiran sampai tidak tenaga." ucap Gerwyn mengelus wajah istri nya.


"Bagaimana kabar mas? Kenapa mas begitu lama di sana?" tanya Sophia.


"Ada sedikit kendala. Tapi kamu tenang saja saya sudah kembali untuk kamu. Kamu sendiri bagaimana kabar nya?" ucap Gerwyn.


"Seperti yang mas lihat." ucap Sophia.


"Kenapa kamu semakin kurus? Kamu sedang diet?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak berselera Makan. Bagaimana bisa aku berselera untuk makan sementara suami ku entah di mana." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Humm saya sangat sangat mencintai kamu. Sophia ku." ucap Gerwyn mencium kening Sophia.


Sophia tersenyum. Gerwyn langsung mencium bibir Sophia dengan singkat sehingga membuat Sophia jadi malu.

__ADS_1


"Humm mas pasti sangat lelah, mas istirahat dulu." ucap Sophia. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.


"Saya sama sekali tidak lelah karena bukan saya yang menyetir." ucap Gerwyn.


Sophia jadi gugup.


Gerwyn perlahan membaringkan istri nya.


"Saya sudah sangat merindukan kamu sayang." ucap Gerwyn. Sophia perlahan berbaring karena Gerwyn.


"Aku belum ada persiapan sama sekali mas." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum. Dia mencium bibir Sophia dengan lembut.


"Boleh kah saya melepaskan rindu saya malam ini?" tanya Gerwyn. Sophia berfikir sejenak.


"Mas yakin mau melakukan nya sekarang?" ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


Sophia mau membuka bajunya namun tiba-tiba di tahan oleh Gerwyn dia tertawa kecil.


"Saya hanya bercanda. Saya ingin melepas kan rindu saya dengan memeluk kamu. Tetap lah selalu di pelukan saya sampai pagi nanti." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum dia langsung berbaring di dada Gerwyn. Gerwyn memeluk Sophia dengan sangat Erat. Kedua nya sama-sama nyaman.


Sophia dengan mudah bisa tidur. begitu juga dengan Gerwyn dia tertidur dengan istri nya setelah delapan hari tidur sendiri di kegelapan dan juga sangat sepi sekali.


Di pagi hari nya. Sophia bangun lebih awal dia masih berbantal di Dada Suaminya.


Dia menatap wajah suaminya. Dia mengelus nya.


"Dia terlihat berantakan setelah tidak bertemu." ucap Sophia.


Namun Gerwyn tiba-tiba bergeliat.


Gerwyn melihat istri nya yang pura-pura tidur.


"Kenapa pura-pura tidur?" tanya Gerwyn. Sophia tersenyum dia menggeleng kan kepala nya.


"Aku jadi malu." ucap Sophia. Gerwyn mengelus rambut istri nya. "Kamu sangat wangi sekali." ucap Gerwyn setelah mencium kepala istri nya.


Sophia memberikan kis morning pada Gerwyn di bibir dengan singkat sekali.


Tiba-tiba kamar ada yang mengetuk.


"Huff Siapa yang mengganggu pagi-pagi sekali?" ucap Gerwyn. Sophia turun dari kasur dia membuka nya dan ternyata itu adalah Ano.

__ADS_1


__ADS_2