Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia dengan Gerwyn akur


__ADS_3

"Pak tolong lepaskan dia, aku mohon."


"Hena segera minta maaf lah." ucap Sophia pada Hena yang sudah menahan rasa sakit yang begitu hebat di wajah nya.


"Tidak cukup hanya ini saja, kamu harus melayani saya." ucap Gerwyn mendorong Hena ke sofa.


Saat Gerwyn mau membuka baju Hena, Sophia langsung menghalangi nya.


"Pak saya mohon jangan lakukan itu pada nya, aku yang akan menggantikan nya, ijinkan dia pergi aku mohon." ucap Sophia melindungi Hena.


Gerwyn terlihat sangat marah.


"Hena pergi lah, aku tidak ingin kamu celaka." Ucap Sophia memaksa hena pergi. Hena sudah sangat takut akhirnya dia pun pergi meninggalkan Rumah itu.


Gerwyn menatap Sophia dengan tatapan tajam.


"Saya tidak bisa menahan nya lagi." ucap Gerwyn dia menarik tangan Sophia ke pangkuan nya yang sudah duduk di sofa.


Sophia sudah sangat takut saat Gerwyn memeluk pinggang nya, Gerwyn mendudukkan Sophia di paha nya.


Tangan Gerwyn langsung memegang buah dada Sophia yang sangat besar.


Badan Sophia terasa sangat gemetar. Gerwyn membuka kancing piyama yang di pakai oleh Sophia.


"Pak saya mohon jangan melakukan ini pada saya." ucap Sophia.


"Bukan kah kamu sendiri yang mengatakan akan mengganti kan teman kamu? Apa kamu wanita yang tidak memegang teguh kata-kata?" ucap Gerwyn. Sophia terdiam dia sangat menyesal mengatakan itu.


Dia berfikir kalau dia mengatakan itu Gerwyn tidak Akan mau, karena dia masih ingat waktu itu Gerwyn mengolok-olok dirinya dan tubuh nya.


Sekarang dada Sophia sudah terbuka.


"Ternyata punya kamu cukup besar juga yah." ucap Gerwyn.


"Saya mohon jangan pak." ucap Sophia menutup dada nya kembali, namun Gerwyn langsung membuka nya.


"Kalau kamu tidak melayani saya, saya akan keluar mencari wanita." ucap Gerwyn, Sophia terdiam langsung. Namun tiba-tiba ponsel Gerwyn berdering.


"Arghhhh mengganggu saja." ucap Gerwyn sambil menjawab panggilan dari Vano.


"Halo pak, saya sudah dekat dari tempat tinggal bapak." ucap Vano. Gerwyn langsung menutup telepon.


Dia menatap Sophia, dia memasang kembali buah baju Sophia.


"Saya hanya bermain-main saja! Lain kali tegur teman kamu itu." ucap Gerwyn.


"Kenapa kamu masih di sini?" Sophia langsung berdiri.


"Maaf pak." Sophia menundukkan kepala nya dan setelah itu pergi.


Tidak beberapa lama Vano datang namun melihat rumah sangat sepi.

__ADS_1


"Akhirnya kamu datang juga." ucap Gerwyn yang baru saja keluar dari kamar yang seperti nya baru saja selesai mandi.


"Selamat pagi pak, maaf sudah membuat bapak lama menunggu." ucap Vano.


Gerwyn duduk di sofa.


Sophia yang kebetulan dari kamar mau ke dapur melihat Gerwyn ada Tamu dia membuat kan Kopi.


"Terimakasih!" ucap Gerwyn, Sophia Hanya mengangguk saja.


Kali ini mereka memesan sarapan dari luar. Tidak terasa hari semakin sore.


"Mau kemana kamu?" tanya Gerwyn melihat Sophia sudah rapi. Sophia yang melewati Gerwyn dan Vano berhenti ketika Gerwyn bertanya.


" Kenapa diam saja? Mau kemana?" tanya Gerwyn lagi sambil berdiri mendekati Sophia.


"Saya mau ke rumah Tante Linda melihat keadaan Ano pak." ucap Sophia.


"Saya ikut!" Gerwyn langsung mengambil kunci mobil Vano dan mengikuti Sophia keluar.


"Huff Untung saja semua nya sudah selesai." ucap Vano melihat Gerwyn pergi.


"Saya bisa naik taksi ke sana, bapak lanjut kan saja pekerjaan bapak." ucap Sophia.


Gerwyn membuka kan pintu mobil untuk Sophia.


"Masuk!" Sophia tidak mau membantah dia pun masuk ke dalam mobil.


"Sophia! Gerwyn kalian datang kok gak bilang Mamah?"


"Hanya melihat keadaan Ano saja Kok Tante, sekalian nganterin baju dia." ucap Sophia.


"Mbak Sophia." Ano berlari memeluk Sophia.


"Aku sangat rindu mbak Sophia." ucap Ano.


"Ikut sama mbak pulang yok." ajak Sophia.


"Aku mau sih Mbak, Tapi kasian Ibu kalau tinggal sendiri." ucap Ano, Sophia tersenyum.


"Ya udah buat sementara Ano tinggal di sini gak apa-apa kok, mbak akan lebih sering menemui kamu ke sini." ucap Sophia, Ano tersenyum.


Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana. Mereka pulang karena Gerwyn mengajak untuk pulang.


Sesampainya di rumah Sophia kaget melihat Vano masih ada di rumah nya.


"Kenapa kamu masih di sini?" tanya Gerwyn.


"Bagaimana saya bisa pulang, mobil saya bapak bawa." ucap Vano.


Gerwyn melihat kunci yang di tangan nya dan melemparkannya pada Vano.

__ADS_1


"Bawa mobil saya kembali ke sini." ucap Gerwyn dengan nada datar. Vano menginyakan dan segera pulang.


"Kalau bapak tidak Betah di sini bapak bisa kembali ke rumah Bapak. Saya sama sekali tidak bermasalah." ucap Sophia.


"Sejujurnya saya sama sekali tidak nyaman berada di dalam rumah yang kecil kotor, sempit bahkan tiap malam tidak bisa tidur dengan nyenyak." ucap Gerwyn.


Sophia menghela nafas panjang.


"Pintu itu selalu terbuka untuk bapak, kalau mau pergi silahkan tidak perlu mengolok-olok rumah ku." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum tipis.


"Kamu sungguh mempunyai dua Kepribadian yang aneh. Terkadang kamu takut dan sangat gugup namun tiba-tiba menjadi perempuan yang tidak takut apapun." ucap Gerwyn.


"Mulai dari sekarang saya tidak akan takut pada bapak kalau saya melakukan hal yang benar." ucap Sophia.


Gerwyn duduk di sofa memandangi Sophia.


"Saya sangat lapar, lebih baik kamu pesan makanan dari pada berbicara yang tidak jelas." ucap Sophia.


Namun Sophia tidak perduli dia malah masuk ke kamar.


Gerwyn tersenyum melihat Sophia yang mengabaikan nya.


"Sudah dari awal kamu yang berani melawan ku, kita lihat saja bagaimana ujung nya." ucap Gerwyn.


Dia membuka handphone nya memesan makanan.


sesampainya makanan Gerwyn memanggil Sophia dengan cara menelpon nya, Sophia pun keluar.


"Ambil kan saya piring dengan sendok." ucap Gerwyn pada Sophia. Sophia hanya bisa menghela nafas panjang namun tetap saja melakukan nya.


"Kamu makan lah." ucap Gerwyn memberikan bagian Sophia.


Karena Sophia juga lapar dia ikut duduk di dekat Gerwyn.


"Besok saya mau kamu berdandan dan ikut saya ke acara pernikahan teman saya." ucap Gerwyn.


"Kamu tenang saja sesuai perjanjian saya akan membayar kamu dan juga MUA nya akan saya undang ke sini." ucap Gerwyn.


Sophia diam saja dia lebih mementingkan perut nya. Gerwyn malah menambahkan beberapa lauk ke piring Sophia.


"Makan yang banyak biar cepat tumbuh dewasa." ucap Gerwyn.


Sophia menatap Gerwyn. Namun lanjut lagi untuk makan.


"Jama berapa acara nya?" tanya Sophia.


"Kita berangkat harus jam tujuh Malam. Saya tidak mau menunggu lama, dan saya mau penampilan kamu yang begitu bagus jangan membuat saya malu." ucap Gerwyn.


Sophia menatap Gerwyn.

__ADS_1


"Tenang saja saya tidak Akan mengecewakan Bapak." ucap Sophia sambil tersenyum.


__ADS_2