Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Kebaikan buk Linda yang membuat Sophia bingung


__ADS_3

Hena tersenyum dia pun ijin untuk keluar.


"Huff siska benar-benar anjing pelacak Gerwyn, sungguh tau saja apa yang terjadi." ucap Hena.


Dia melihat Siska yang baru saja keluar dengan om-om.


"Humm sudah wajah pas-pasan, berharap sekali pada pak Gerwyn." ucap Hena


Hena dari dulu tidak suka pada Siska karena tamu-tamu Hena di rebut oleh nya.


Tapi Bekerja Seperti itu tidak di ijinkan main hati, tapi mau bagaimana lagi Hena perempuan yang sangat mudah suka pada pria hanya karena perhatian, perlakuan dan juga Pria itu memanjakan dia.


Tapi lagi sedang asyik minum dengan tamu, Hena melihat Bibi datang bersama perempuan seksi yang tentunya belum pernah di lihat oleh Hena sebelum nya.


"Loh itu kan pak Bibi, tumben sekali dia datang ke sini tampa pak Gerwyn? Oh iya dia sudah tau belum yah kalau sahabat nya itu sedang dalam penjara." batin Hena.


"Semua teman pak Gerwyn tidak ada yang beres, bahkan Ibu nya saja seperti itu." ucap Hena.


"Sayang! Sayang! Apa yang kamu lihat ke arah sana?" tanya pria yang duduk dengan Hena.


"Ahh enggak kok, aku hanya melihat pemain DJ saja." ucap Hena. "Oohhh kalau begitu minum lah. Sehabis ini kita ke kamar yah." Hena hanya bisa mengangguk.


Dia terus memerhatikan Bibi dan wanita itu yang minum bersama. Seketika terlintas di pikiran nya untuk menggoda Bibi hanya untuk bermain-main saja.


Di tempat lain Adit baru saja selesai membersihkan rumah Sophia yang berantakan karena tidak ada yang membersihkan.


Kebetulan Buk Linda baru saja pulang.


"Loh kamu masih di sini?" tanya buk Linda melihat Adit.


Adit tersenyum.


"Ano sama Sophia di Mana?" tanya Buk Linda.


"Sedang ada di kamar Buk."


Namun pas juga Sophia baru keluar dari kamar nya bersama Ano.


"Tante sudah pulang?" ucap Sophia, Buk Linda hanya tersenyum. Sophia melihat rumah sudah rapi dan bersih.


"Kamu sendiri yang membersihkan nya?" tanya Sophia, Adit mengangguk.


"Aku ingin kamu nyaman dan juga kamu belum bisa banyak bergerak." ucap Adit. Sophia tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih yah. Aku jadi ngerepotin kamu deh." ucap Sophia.


"Ekhem-Ekhem!!"


"Ibu ke kamar dulu yah nak." ucap buk Linda meninggalkan mereka di ruang tamu.


"Aku gak bisa lama-lama lagi di sini, aku harus pulang yah soalnya besok ada kuliah pagi." ucap Adit pada Sophia.


"Oohh ya udah gak apa-apa," ucap Sophia.


Adit mengambil handphone dan juga Tas nya.


"Sini." ucap Adit membawa Sophia ke dalam pelukannya.


Sophia menurut saja karena buat saat ini dia hanya butuh perhatian untuk mengingatkan diri nya.


"Kalau ada apa-apa cerita sama aku yah, semoga ku cepat sembuh." ucap Adit mencium kening Sophia.


Saat mau di lepaskan Sophia tidak mau. Dia malah menangis di pelukan Adit.


Dia sangat merasa bersalah namun tidak tau harus melakukan apa selain hanya memendam semua nya sendiri.


"Aku akan datang setelah pulang kuliah, jangan sedih." ucap Adit. Sophia melepaskan pelukannya, Adit menghapus air mata Sophia.


"Aku masih ingin kamu lama-lama di sini, nginap di sini aja yah." ucap Sophia. Adit tersenyum, dia menggeleng kan kepala nya.


"Ya Allah terbuat dari apa sih Adit? Dia sangat sabar dan bisa menenangkan ku dengan mudah bahkan aku sangat nyaman, tatapan nya begitu tulus." ucap Sophia.


"Ya udah aku berangkat yah. Assalamualaikum." Adit pun pergi ninggalin Sophia yang mengantarkan sampai teras rumah Saja.


"Sudah malam tidak baik di luar, ayo masuk." ajak buk Linda.


Sophia yang melamun dia langsung mengangguk masuk ke dalam.


"Tante tadi membeli beberapa makanan, Tante juga sudah memanaskan nya, ayo buruan makan." ajak Buk Linda.


Sophia melihat Ano sudah duduk di kursi meja makan.


"Oh iya nih surat dari sekolah Ano."


"Hah! Sekolah Ano?"


"buka dulu!" ucap buk Linda memberikan surat dalam amplop.

__ADS_1


Setelah Sophia membaca nya dia terkejut.


"Gerwyn membayar semua nya kamu jangan khawatir, itu Sekolah yang terbaik." ucap buk Linda.


"Tapi ini sangat mahal Tante, bagaimana cara nya aku mengembalikan uang itu." Buk Linda tersenyum.


"Kamu lupa yah kalau kamu istri nya Gerwyn, sudah wajar saja Gerwyn membantu Adik kamu, uang Gerwyn adalah uang kamu, uang segitu se-dkit bagi Gerwyn kamu jangan khawatir, yang penting Ano jangan putus sekolah karena dia anak yang pintar." ucap buk Linda.


Sophia masih terdiam dia memerhatikan terus Surat panggilan untuk Gerwyn Tapi di dapat oleh Sophia.


"Di situ orang tua wali nya tercantum nama Gerwyn, karena sebelumnya dia yang ingin melihat sekolah itu langsung mengantar Ano ke sana bersama kamu, tapi seperti nya harus kamu sendiri yang mengganti kan dia kalau kamu tidak sibuk." ucap buk Linda.


Sophia tetap diam.


"Ayo silahkan makan nanti nasi nya keburu dingin lagi." ucap buk Linda.


Mereka pun makan sama-sama. Sophia pun setelah selesai makan berjalan ke kamar nya.


Membaringkan tubuhnya di kasur.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sungguh tidak enak pada Tante Linda mengabaikan pak Gerwyn yang sedang dalam penjara." ucap Sophia.


"Tapi kalau aku memaafkan nya, aku belum ikhlas, aku sangat takut untuk melihat nya." ucap Sophia.


"Saat ini aku ingin membalas dendam ku pada nya karena Pria yang tidak punya hati, dia tidak pernah salah dan selalu benar, akan menjadi kan aku untuk pelampiasan amarah nya."


"Tok!! Tok!! tok!! seseorang mengetuk pintu kamar nya membuat nya sadar.


"Iyah, masuk saja."


Hena masuk.


"Loh kamu sudah pulang?" tanya Sophia. Hena mengangguk.


"Kamu kaget kan? aku juga sudah bertemu dengan Buk Linda di depan." ucap Hena.


Sophia menghela nafas panjang..


"Pokoknya aku tidak mau kamu mengeluarkan dia dari penjara, aku tidak mau." ucap Hena.


"Kamu harus memberikan pelajaran, kalau kamu mudah memberikan Maaf dia akan semena-mena sama kamu." ucap Hena.


"Aku tidak ada berfikir untuk melepaskan nya Hena, tapi baku merasa kasihan pada ibu nya. Dia terlihat sangat Sedih pak Gerwyn ada di penjara, sementara dia sudah baik, dari dulu nya membenci ku. Sekarang dia bisa menerima Aku." ucap Sophia.

__ADS_1


"Huff kamu sangat mudah terpengaruh hanya karena perhatian sedikit saja." ucap Hena.


"Bukan seperti itu Hena, mau bagaimana pun aku tidak mungkin membiarkan pak Gerwyn, dia adalah suami aku." ucap Sophia.


__ADS_2