
mereka memilih untuk diam dan tidur agar tidak membahas apapun.
Gerwyn berharap sekali Ano cepat tidur agar dia bisa memeluk Sophia. Karena kalau berjauhan dengan Sophia dia tidak akan bisa tidur.
Tidak beberapa lama akhirnya Sophia tertidur namun Ano tidak tidur.
"Kamu kenapa belum tidur Ano? sini kakak peluk." ucap Gerwyn. Dan pada akhirnya dia juga tidur.
Setelah Ano tidur Gerwyn pindah ke samping Sophia. Sophia kaget karena merasa ada yang menyentuh perut nya. "Mas kamu mau ngapain? Ini sudah larut malam, aku juga sudah sangat ngantuk." ucap Sophia.
"Saya hanya ingin mengelus perut kamu, apa itu tidak boleh?" tanya Gerwyn. Sophia Menghela nafas panjang.
"Baiklah-baiklah." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.
Sophia membiarkan Gerwyn namun Gerwyn semakin aneh-aneh yang membuat Sophia tidak bisa tidur.. Gerwyn hanya tertawa melihat Ekspresi istri nya yang marah.
Keesokan harinya...
"Kamu mau kemana?" tanya Gerwyn baru masuk ke kamar dan melihat Sophia sudah rapi dan cantik.
"Aku dengan Riki ada janji. Kamu tenang saja ada Hena dan juga yang lain nya." ucap Sophia. Gerwyn melihat penampilan Sophia.
"Tidak biasa nya kamu dandan cantik seperti ini, jujur saja kamu mau kemana?" tanya Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Gak tau kenapa tiba-tiba aku pengen dandan saja mas." ucap Sophia.
Gerwyn diam. "Ah sudahlah mas aku nanti telat, aku berangkat dulu yah." ucap Sophia menyalim Tangan suami nya dan pergi.
"Hati-hati, cepat lah kembali." ucap Gerwyn.
"Mungkin di sore aku baru bisa pulang mas, kamu gak marah kan?" tanya Sophia karena keadaan Gerwyn sudah Jauh lebih baik.
"Sudah tidak apa-apa, kamu juga beberapa hari tidak keluar." ucap Gerwyn, Sophia tersenyum.
Dia mencium pipi Gerwyn dan pergi.
Gerwyn Menghela nafas panjang, dia melihat Ano yang masih tidur Di kasur.
"Mah aku pamit dulu yah." ucap Sophia pada Mertua nya.."Kamu mau Kemana?" tanya Bu Linda.
"Biasa mah taman-taman ngajakin ketemu." ucap Sophia.
"Tunggu dulu, kamu minum ini dulu." ucap Bu Linda memberikan Susu pada Sophia.
Sophia menghabiskan nya.
__ADS_1
"Terimakasih Mah." ucap Sophia menyalim tangan Mertua nya dan segera pergi.
Bu Linda tersenyum. "Ya Allah kenapa aku jadi sangat merindukan Putri ku?" ucap Bu Linda tiba-tiba teringat anak perempuan nya.
Sophia baru saja sampai di depan Cafe. Riki sudah menunggu di sana.
"Sophia kamu di sini juga?" tanya Adit.
"Adit.." ucap Sophia Heran kenapa Adit bisa di sana.
"Kamu tidak perlu kaget seperti itu, aku di sini lagi nongkrong sama teman-teman aku, kamu sendiri mau ngapain sendirian ke Sini?" tanya Adit.
"Aku juga ada janji sama teman ku." ucap Sophia.
"Oohh." ucap Adit.
"Sophia... aku di sini.." ucap Riki.
"Kamu pasti sudah kenal Riki." ucap Sophia. Adit menganguk.
"Oh iya boleh gak kita gabung sama kalian?" tanya Adit.
"Bergabung? Tapi kami lagi membahas acara perpisahan kami." ucap Sophia. "Oohh gitu yah, kalau begitu aku boleh nungguin kamu Sampai selesai kan?" ucap Adit.
Sophia menganguk. Dia tidak bisa melarang apa pun yang mau di lakukan oleh Adit.
"Seperti nya belum datang." ucap Sophia.
"Eh kamu sama kakak kelas itu tidak berbaikan lagi?" tanya Riki.
"Aku sudah memiliki pasangan. Aku dengan dia hanya teman saja sekarang." ucap Sophia.
"Oohhh begitu yah." ucap RIki.
"Haiiii semua nya.. Maaf yah sudah buat lama menunggu, aku tadi harus singgah di tempat Lain dulu." ucap Hena.
"Tidak apa-apa. Ini sudah kebiasaan ku menunggu kalian berdua yang begitu Lama." ucap Riki. Mereka tertawa.
"Kamu datang sendirian?" tanya Sophia. Hena menunjuk ke arah meja yang di belakang mereka ternyata ada Vano di Sana.
"Kamu tau lah kalau Vano sangat Cemburu kepada Riki." ucap Hena, Sophia dan Riki hanya bisa senyum-senyum.
Teman-teman mereka mulai datang dan juga pembicaraan di mulai.
Di tempat lain Yana sedang duduk di depan rumah nya.
__ADS_1
"Yana apa yang kamu lakukan dari tadi duduk di depan?" tanya Mamah nya.
"Enggak ada kok mah, aku hanya ingin duduk di sini saja." ucap Yana. Orang tua nya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat apa yang di lakukan Anak nya.
"Dia kemana sih? dia bilang akan datang membawa ku jalan-jalan namun ternyata Dia tidak datang." batin Yana. dia berharap sekali Bibi datang. Namun sudah tengah hari Bibi tak kunjung datang.
Dia sangat kecewa dan memutuskan untuk masuk ke dalam dan menunggu di dalam saja.
Tidak terasa sudah sore. Sophia dan teman-teman nya Berpisah mereka mau pulang, Sophia juga mau pulang setelah jalan-jalan sebentar bersama rombongan nya.
"Kamu gak pulang? Makasih yah tadi sudah mau numpangin aku jalan-jalan sama teman-teman." ucap Sophia.
"Aku mau nganterin kamu pulang, supir kamu juga belum datang kan?" ucap Adit.
"Tapi aku bisa memesan taksi online." ucap Sophia. Adit Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak bisa! Kamu sedang hamil." ucap Adit.
"Aku anterin yah? Mau yah?" ucap Adit membujuk Sophia.. Sophia tidak enak menolaknya akhirnya dia mau saja.
Selama di perjalanan tidak ada percakapan apapun sampai pada akhirnya Sophia berani berbicara.
"Aku mau dekat seperti ini sama kamu karena aku menganggap kamu kakak kelas ku dan juga teman, kau juga tidak ingin melupakan kebaikan kamu sama aku." ucap Sophia.
Adit tersenyum.
"Terimakasih sudah menganggap ku seperti itu." ucap Adit. "Aku serius Adit, aku tidak ingin kamu berharap lebih dari itu " ucap Sophia.
"Aku tidak berharap lebih dari itu kok, aku ada di samping dan bisa melindungi kamu itu sudah jauh dari cukup." ucap Adit. Sophia terdiam.
"Aku tidak perduli dengan suami kamu marah, aku hanya ingin melindungi wanita yang aku cintai." ucap Adit.
"Kamu bisa berhenti membahas cinta gak? Aku tidak mau mendengar nya!" ucap Sophia.
"Baiklah aku minta maaf." ucap Adit.
Sophia melihat buah, Adit sadar dan memutuskan untuk berhenti di toko buah depan.
"Kamu ngapain berhenti? Ayo jalan saja!" ucap Sophia.
"Kamu pilih buah yang kamu mau. Nanti anak kamu ngiler karena kamu tidak menuruti keinginan di waktu ngidam Kamu." ucap Adit.
Tampa pikir panjang Sophia turun dia memilih buah yang ingin dia makan dan mengambil begitu banyak dan setelah itu Adit membayar nya.
Adit kembali ke dalam mobil dan melihat Sophia yang sangat rakus memakan buah-buahan.
__ADS_1
Ayo mampir di karya baru ku dong, pembaca nya sepi banget 🙏🙏🙏🙏😭😭😭