Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Kemarahan Bu Linda


__ADS_3

"Kamu yakin mau menginap di sini Sophia? mertua kamu di rumah, dia pasti sangat khawatir." ucap Hena. "Untuk sementara saja kok, aku ingin menenangkan diri terlebih dahulu." ucap Sophia.


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak bisa menemani kamu lebih lama di sini, aku harus pulang." ucap Hena. Sophia menganguk.


Hena pun pulang dari sana. Sophia istirahat sejenak membaringkan tubuhnya di kasur. "Maafin aku Mas. Hanya dengan ini cara ku untuk menenangkan diri. Aku tidak ingin menyakiti perasaan kamu karena aku marah." ucap Sophia.


Sudah jam satu lewat. Sophia baru beranjak mau menjemput Ano ke sekolah nya. Dia naik Taksi ke sana.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai.


"Mau jemput Ano yah?" tanya Bu Ena yang melihat Sophia berdiri di depan gerbang. Sophia menatap Bu Ena.


"Dia sudah pulang di jemput oleh Pak Gerwyn." ucap Bu Ena.


Sophia menghela nafas berat.


"Eh tunggu dulu!" ucap Bu Ena menahan Sophia yang mau pergi.


"Ada apa lagi?" tanya Sophia.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan pak Gerwyn, dia kelihatan sangat murung sekali dan setelah bersama ku dia bisa tersenyum. Seperti nya dia kurang bahagia dengan istri nya." ucap Bu Ena.


Sophia menghela nafas panjang dia mendekati Bu Ena.


"Kalau Ibu mau suami saya silahkan ambil saja kalau dia mau. Silahkan ambil dia, saya tidak Akan pernah melarang." ucap Sophia.


Bu Ena langsung terdiam. Sophia langsung pergi begitu saja.


Tidak beberapa lama Sophia sampai di rumah Suaminya.


"Ano!!" panggil Sophia. Gerwyn dan Bu Linda langsung keluar.


"Akhirnya kamu pulang juga nak, Mamah sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Bu Linda memeluk Sophia.


"Maafin aku Mah. Aku minta maaf sudah pergi tidak ijin." ucap Sophia. "Lupakan saja, ayo kita masuk. Ada pun masalah lebih baik kita membicarakan nya dengan baik-baik." ucap Bu Linda.


Namun Sophia menahan diri agar tidak mengikuti ajakan Bu Linda. "Aku minta maaf mah, aku hanya datang menjemput Ano." ucap Sophia.


"Ano tidak boleh kamu bawa pergi. Bagaimana sekolah nya?" ucap Gerwyn. "Dia adalah Adik ku, dia harus ikut aku." ucap Sophia.

__ADS_1


"Tidak bisa!" ucap Gerwyn. "Sudah-sudah! Jangan ribut. Bicarakan dengan baik-baik. Sebenarnya masalah nya apa?" tanya Bu Linda.


"Lebih baik Mamah bertanya sendiri pada anak Mamah." ucap Sophia. "Jangan membuat orang tua saya terkena imbasnya Sophia. Karena kamu egois seperti ini." ucap Gerwyn.


"Egois? Aku egois?" ucap Sophia merasa tersinggung dengan kata-kata suami nya.


"Sudah Sophia jangan menyudutkan suami kamu seperti ini. Tidak baik saat ada masalah kamu pergi. Dan juga kamu mau bawah Ano ke mana? Kasihan dia." ucap Bu Linda.


"Aku memang yang salah di sini, aku yang sudah membuat kesalahan. Kalau begitu aku rasa tidak ada gunanya untuk membicarakan nya dengan baik-baik." ucap Sophia.


"Maafin aku mah. Aku akan pergi dengan Ano." ucap Sophia. dia masuk memanggil Ano. "Sophia kamu jangan seperti ini." ucap Bu Linda lagi.


"Aku sedih mah, aku tidak kuat menghadapi ini." ucap Sophia tiba-tiba menangis. "Jelaskan pada Mamah apa masalah nya." ucap Bu Linda.


Sophia tidak ingin memberi tahu pada mertua nya karena khawatir dengan kesehatan nya. Tiba-tiba Gerwyn berlutut di depan kedua wait yang di cintai nya.


"Ini salah ku Mah. Sophia melihat aku dengan Lisa sedang berciuman. Aku khilaf." ucap Gerwyn. Bu Linda hampir pingsang mendengar nya dia sudah Mau jatuh namun di tahan oleh Sophia.


"Maafin aku Mah." ucap Gerwyn. Bu Linda mencoba untuk menormalkan pernafasan nya. "Berdiri kamu." ucap Bu Linda.


Gerwyn menatap wajah mamah nya. "Mamah mau kan maafin aku?" ucap Gerwyn.


Tamparan dari telapak Bu Linda di wajah Putra satu-satunya itu. Sophia sangat terkejut. Sementara Gerwyn hanya diam menerima hukuman nya.


"Mamah sangat membenci akan hal perselingkuhan. Mamah sama almarhum papah kamu untuk selalu menghargai wanita. Namun ternyata kamu tidak mendengar kan nasihat orang tua!" ucap Bu Linda.


"Aku minta maaf Mah." ucap Gerwyn memegang tangan Bu Linda. Namun Bu Linda tidak mau di sentuh.


"Mamah tidak tau hukuman apa yang pantas untuk kamu dengan Lisa." ucap Bu Linda.


"Mamah tidak menginginkan anak yang seperti ini. Mamah ingin kamu menghargai perempuan Siapa pun itu." ucap Bu Linda.


Bu Linda Menatap wajah Sophia.


"Mamah minta maaf nak. Mamah tidak tau kalau ini adalah masalah nya." ucap Bu Linda pada Sophia.


Sophia menghapus air mata mertua nya. "Mamah gak salah. Aku sayang sama Mamah." ucap Sophia.


Mereka berpelukan. Namun tiba-tiba Ano datang.

__ADS_1


"Kami pamit Mah." ucap Sophia. Mereka pun pergi.


"Sophia! Ano jangan pergi." ucap Gerwyn mau mengejar mereka.


"Kamu tidak perlu mengejar mereka kalau kamu belum sadar apa yang telah kamu lakukan!" ucap Bu Linda. "Mah bantu aku mah, aku sangat mencintai Sophia, aku tidak ingin berpisah dengan dia." ucap Gerwyn.


"Kalau kamu mencintai dia dan tidak ingin kehilangan dia. Kamu pasti mengerti bagaimana cara menghargai dia, menjaga perasaan nya." ucap Bu Linda.


"Seharusnya dari awal kamu jujur kalau belum bisa melupakan Lisa. Jangan menjadikan Sophia pelampiasan.. Hidup dia bukan hanya kamu." ucap Bu Linda.


Dia pun masuk ke kamar nya.


Gerwyn menangis di lantai, dia benar-benar sangat rapuh sekali. Di depan Enjel baru saja sampai. "kenapa sangat sepi yah?" ucap Enjel, dia masuk.


"Assalamualaikum." ucap nya. Namun tidak ada yang menjawab. Dia masuk dan mendengar suara tangisan.


"Om Gerwyn." ucap Enjel kaget.


"Apa yang terjadi Om?" tanya Enjel.


Melihat Enjel Gerwyn memeluk nya.


"Sophia sudah pergi Enjel. Mamah sudah marah sama saya."' ucap Gerwyn. Enjel sama sekali tidak mengerti.


"Aku tidak paham apa yang Om maksud."' ucap Enjel. Gerwyn tidak berhenti menangis. Enjel membantu nya duduk ke sofa dan membawa nya Air minum.


"Sekarang Bibik mana?" tanya Enjel. Gerwyn sudah mulai tenang.


"Mamah ada di kamar." ucap Gerwyn. "Om melakukan apa? Kenapa Bibik dan istri Om marah?" tanya Enjel.


"Lisa menjebak saya. Dia menggoda saya di ruangan kerja. Sophia melihat kami." ucap Gerwyn.


Enjel langsung memegang kepala nya, menghela nafas panjang.


"Huff sudah ku duga ini akan terjadi." ucap Enjel, karena dia sudah tau kalau Enjel tinggal bersama Gerwyn karena permintaan orang tua nya.


"Semua nya sudah terlanjur Om." ucap Enjel. "Bantu saya Enjel. Saya tidak tau harus melakukan apa lagi." ucap Gerwyn.


"Kalau Om Belum benar-benar melupakan Lisa dan berubah menjadi lebih baik. Sebaiknya Om hidup saja sendiri." ucap Enjel.

__ADS_1


__ADS_2