
"Mas ayo bangun mas. Nanti telat lagi nganterin Ano." ucap Sophia mengoyang kan badan Gerwyn.
"Humm.. Jangan ganggu dulu, semalaman saya tidak bisa tidur.," ucap Gerwyn.
"Loh kok gak bisa tidur. Justru mas terlihat sangat nyenyak." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas dia membuka mata nya dan melihat ke arah istri nya.
"Ayo buruan bangun." ucap Sophia.
"Baiklah." ucap Gerwyn menjulurkan tangannya agar di tarik oleh istri nya.
Sophia menarik namun Gerwyn malah nya kembali ke arah nya dan memeluk Sophia.
"Saya ingin istirahat hari libur, namun selalu saja ada kesibukan." ucap Gerwyn.
"Kalau mas mau istirahat di rumah gak apa-apa kok, Lagian gak harus berdua." ucap Sophia.
"Tidak bisa, Ano akan marah besar kalau saya tidak ikut." ucap Gerwyn.
"Ya sudah kalau begitu siap-siap lah, lagian acara hanya sebentar saja." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.
"Berikan saya pelukan." ucap Gerwyn. Sophia memeluk nya. Sophia juga mencium pipi Gerwyn.
Setelah selesai siap-siap mereka sarapan bersama.
"Bibik hari ini mau ikut ke sekolah Ano gak? Lagian di rumah sangat bosan." ucap Shopia pada Bibik.
"Gak usah non, Bibik juga harus belanja hari ini." ucap Bibik.
"Oh iya yah, saya lupa bik." Ucap Sophia, mereka pun menyelesaikan sarapan pagi dengan cepat.
"Kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Gerwyn pada istri nya yang dari tadi menahan aneh.
"Mas sengaja yah sangat Tampan hari ini agar guru-guru di sekolah suka sama mas kan?" ucap Sophia.
"Kamu memuji sambil menuduh suami mu, Pria ini sudah milik kamu, jadi wajar lah saya tampan untuk kamu, bukan kamu yang Dandan cantik seperti ini agar merasa cantik di depan semua orang!" ucap Gerwyn.
Sophia terdiam.
"Ya Maaf, aku kan harus dandan cantik agar suami ku tidak melirik wanita lain apalagi yang bernama bUk Ena. Selama mas tidak datang menjemput Ano, dia selalu bertanya dan sangat penasaran mas kemana dan kapan pulang." ucap Sophia.
"Jadi kamu takut saya di culik oleh orang lain?" ucap Gerwyn. Sophia menatap suaminya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Kok jadi saya yang takut dengan tatapan kamu?" ucap Gerwyn. Sophia memukul lengan Gerwyn.
"Awas saja nanti kalau mas genit-genit sama wanita lain." ancam Sophia. Gerwyn tersenyum.
"Humm mbak Sophia cemburu ya? Baru kali ini melihat mbak Sophia cemburu." ucap Ano.
"Loh kamu baru merasakan cemburu sekarang? Apa dulu kamu tidak pernah di buat cemburu sama mantan kamu? Jangan-jangan kamu tidak mencintainya dengan tulus." ucap Gerwyn.
"Wajar lah mbak Sophia gak pernah Cemburu, kak Adit adalah orang yang baik, dia tidak Akan pernah macem-macem dan selalu mengabari mbak Sophia. Yang ada dia yang cemburuan pada mbak Sophia." ucap Ano.
Gerwyn seketika langsung diam, ketika Ano mengantakan Adit baik.
"Sudah lah jangan membahas nya lagi." ucap Sophia. seketika di dalam mobil jadi senyap semua nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sekolah.
"Selamat Pagi, Mbak Sophia, pak Gerwyn, Ano. Ayo silahkan masuk." mereka di sambut dengan hangat.
Buk Ena melihat Ano datang dia langsung menghampiri nya
"Selamat pagi Ano, akhirnya sampai juga, ayo kumpul sama teman-teman kamu." ucap buk Ena.
"Loh pak Gerwyn juga datang? Kapan bapak pulang ke Jakarta?" tanya Buk Ena terlihat sangat senang.
"Oohh begitu yah Pak. apakah bapak sehat?" tanya Ena.
"Alhamdulillah saya sehat, ibu sendiri bagaimana? Terimakasih sudah menjaga Ano dengan baik." ucap Gerwyn.
Sophia yang mendengar nya seketika malas. "Huff menjadikan Ano sebagai alat untuk mendekati mas Gerwyn!" ucap Sophia tapi tidak kedengaran oleh mereka.
"Pak ada beberapa daftar yang harus di isi oleh bapak, silahkan ikut dengan saya." ucap Buk Ena. Sophia Menghela nafas panjang karena buk Ena sangat pandai mengambil perhatian Gerwyn.
"Halo Sophia! Selamat pagi." ucap Frans baru saja datang.
"Loh kok kakak bisa di sini?" tanya Sophia kaget.
Dia melihat Enjelita yang di gandeng oleh Frans.
"Kebetulan papah nya Enjelita tidak bisa datang, jadi karena ingin bertemu Ano sekalian saja ke sini menggantikan kakak saya." ucap Frans.
"Oohh begitu," ucap Sophia.
__ADS_1
"Apa kabar anak cantik?" tanya Sophia.
"Baik Tante." jawab Enjel.
"Cantik banget sih, Siapa yang dandanin seperti ini?" tanya Sophia, Enjel menunjuk ke arah Frans.
"Wahhh ternyata Om nya pandai ngiket rambut Anak kecil." ucap Sophia. Frans tersenyum.
"Ya udah kata nya ada sebagian yang mau di isi, ayo sekalian saja sama Tante." ucap Sophia.
"Loh Ano mana?" tanya Frans.
"Dia sudah duluan mendaftar dengan Pak Gerwyn dan juga wali kelas nya." ucap Sophia dengan wajah cemberut.
"Mumpung Ano sama pak Gerwyn, ini adalah kesempatan ku untuk dekat-dekat dengan Frans." batin Frans.
"Aku baru tau kalau ternyata kakak suka anak-anak juga." ucap Sophia setelah selesai mendaftar Dan duduk di kursi yang sudah di pilih.
"Siapa sih yang gak suka anak kecil?" ucap Frans balik, Sophia teringat kakak laki-laki nya.
"Masih banyak kok laki-laki yang tidak suka Anak kecil." ucap Sophia. Frans tersenyum.
"Tapi saya sangat suka anak kecil.. Bahkan saya pernah berniat untuk mengadopsi anak dari panti asuhan namun syarat nya tidak terpenuhi oleh saya, dan kebetulan juga Waktu itu kakak ipar saya hamil, saya sangat senang, namun Enjel tidak mau pada saya mungkin dia takut." ucap Frans.
Sophia tertawa.
"Mana mungkin Enjel Takut sama om nya yang Tampan, mungkin karena dia masih kecil saja." ucap Sophia.
Frans seketika Baper dengan pujian Sophia.
Di tempat duduk yang lain Gerwyn juga sedang mendengarkan kan penjelasan Buk guru tentang Ano, namun mata nya tertuju pada Sophia yang selalu tertawa dengan Frans.
"Kalau boleh tau kamu suka anak laki-laki atau perempuan?" tanya Sophia. "Humm Kalau bisa memilih saya suka anak perempuan agar dia bisa membantu Ibu nya, dan setelah mempunyai anak perempuan saya ingin anak laki-laki yang bisa menjaga saudara, ibu dan semua keluarga nya." ucap Frans.
Sophia tersenyum.
"Saya sangat suka pada anak perempuan karena cocok aja gitu, Apa lagi seperti Enjel yang sangat Kalem, sopan tidak banyak berbicara namun sangat ramah." ucap Sophia.
Frans tersenyum. "Kelihatan nya Pak Gerwyn dengan Ano cukup dekat. Sangat beruntung Ano Siapa pun suka pada nya." ucap Frans. Sophia tersenyum.
"Dia sangat mudah dekat dengan siapa pun, aku sangat salut pada nya." ucap Sophia. Namun tiba-tiba Gerwyn datang.
__ADS_1
"Sophia ikut dengan saya sebentar." ucap Gerwyn menarik tangan Sophia. Namun tiba-tiba Frans menahan tangan Sophia.
"Acara nya sudah mau mulai." ucap Frans