
"Gerwyn kamu mau kemana sudah rapi Saja? Ano sama Sophia kenapa belum turun?" tanya Bu Linda melihat Gerwyn sudah rapi.
"Mereka sudah pergi terlebih dahulu mah, aku pamit dulu yah." ucap Bu Linda. Bu Linda terdiam, dia sangat heran sekali.
"Kenapa semua orang tidak ada di rumah?" ucap Bu Linda.
"Sangat sepi sekali." ucap Bu Linda. Bu Linda ke depan.
"Pak tadi melihat Sophia dengan Ano gak?" tanya Bu Linda pada Pak security yang ada di depan.
"Oohh non Sophia dan Ano sudah pergi dari subuh-subuh tadi Bu." jawab security. "Subuh?" ucap Bu Linda kaget.
"Iyah Bu, saya juga tidak tau karena saat saya tanya dia tidak menjawab." ucap Security.
"Ya udah pak terimakasih yah, bapak lanjut kerja saja." ucap Bu Linda dia pun masuk ke dalam rumah.
"Tidak biasa nya seperti ini, ada apa yah?" ucap Bu Linda, dia jadi khawatir sekali.
Gerwyn tidak ke perusahaan nya melainkan ke sekolah Sophia. Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di sana.
"Permisi Pak. Ada yang bisa kami bantu?" tanya Security depan.
"Saya ada kepentingan dengan murid yang di dalam." ucap Gerwyn. "Tidak bisa Pak. anak-anak sedang Ujian." ucap Security.
"Pak Gerwyn." tiba-tiba kepala sekolah melihat nya. Gerwyn t tersenyum. "Apa ada sesuatu yang penting? kenapa kelihatan nya bapak mencari sesuatu?" tanya kepala sekolah.
"Saya ingin bertemu dengan Sophia Pak." ucap Gerwyn.
"Seperti nya dia belum selesai ujian. Ada apa pak? Bapak bisa menyampaikan pada saya. Nanti saya akan menyampaikan pada Sophia." ucap kepala sekolah.
"Saya ingin melihat dia Pak, saya menunggu dia di depan kelas nya." ucap Gerwyn. Pak kepala sekolah tidak bisa mengatakan apapun akhirnya mereka pun mengijinkan Gerwyn masuk ke dalam.
__ADS_1
Gerwyn berdiri di depan pintu kelas Sophia ujian. Semua mata tertuju pada nya. Gerwyn melihat Sophia yang melihat nya namun Sophia langsung memalingkan pandangannya.
"Pak Gerwyn ada yang bisa saya bantu?" tanya Pengawas.
"Saya ada kepentingan dengan salah satu murid ibu." ucap Gerwyn.
"Siapa? Semua nya lagi ujian, tidak bisa di ganggu. Bapak bisa menunggu kan?" ucap pengawas. Gerwyn melihat ke Sophia yang seakan tidak perduli dan fokus pada Ujian nya.
"Baik Bu, saya akan menunggu di sini." ucap Gerwyn. Sudah setengah jam dia duduk di depan kelas namun Sophia tak kunjung keluar.
Gerwyn mondar-mandir di depan kelas sehingga membuat yang lain tidak fokus.
"Bu kami tidak fokus Kalau bapak itu selalu mondar-mandir di depan kelas," ucap Riki. Ibu pengawas langsung menutup pintu. Gerwyn Menghela nafas panjang.
Tidak beberapa lama akhirnya semua orang keluar. Gerwyn berdiri menahan tangan Sophia yang seperti nya sengaja menghindari dia.
"Sophia." panggil Gerwyn. Sophia langsung melepaskan tangan Gerwyn. Namun Gerwyn langsung menarik tangan Sophia ke luar.
"Apa yang mas lakukan di sini?" ucap Sophia melepaskan tangan nya dengan kasar. "Saya ke sini karena kamu pergi dari rumah tidak ijin. Kamu membawa semua baju kamu dan juga membawa Ano." ucap Gerwyn.
"Saya minta maaf Sophia. Itu tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap Gerwyn. "Tidak seperti yang aku pikirkan bagaimana? aku sudah melihat nya dengan jelas Mas." ucap Sophia.
"Sophia kamu salah paham, Lisa sengaja melakukan itu agar kita salah paham." ucap Gerwyn.
"Plak!!!!" Tangan Sophia menampar wajah Gerwyn. Gerwyn langsung terdiam. Sophi sudah menatap nya dengan tatapan tajam.
"Mas masih bisa menyalah kan orang lain? Sudah jelas mas yang mencium mememeluk Lisa dan membuka baju nya. Apa itu Masih salah Lisa?" ucap Sophia.
"Aku memang masih anak sekolah Mas tapi aku mempunyai Hati, aku tau mana yang salah satu tidak. Dan aku tidak bisa kamu bohongi." ucap Sophia.
"Aku terlalu percaya sama mas sehingga aku merasakan sakit yang benar-benar tidak bisa aku lupakan. Melihat mas di sini membuat aku semakin marah." ucap Sophia.
__ADS_1
Gerwyn memegang tangan Sophia. "Sophia, saya minta maaf. Saya khilaf." ucap Gerwyn. "Sebaiknya mas kembali dengan pada Lisa. aku tidak apa-apa. Aku juga akan mencari hidup ku sendiri." ucap Sophia.
Gerwyn Terkejut dengan kata-kata Sophia. dia berlutut di depan Sophia. "Cabut omongan kamu Sophia. Jangan berbicara seperti itu." ucap Gerwyn.
"Berdiri mas, jangan membuat aku malu." ucap Sophia dengan suara yang sudah tidak bernada, tegas dan tatapan tajam wajah yang marah.
"Saya tidak akan berdiri sebelum kamu memaafkan saya." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang. Gerwyn memegang tangan Sophia.
Lena dan Juga Riki melihat itu dari kejauhan. Mereka berdua kebingungan apa yang terjadi.
"Saya minta maaf Sophia. saya tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Gerwyn. Namun Sophia menarik tangan nya dengan kasar.
"Aku sudah terlanjur tidak percaya Mas, aku merasakan sakit patah hati yang sesungguhnya sekarang." ucap Sophia langsung pergi, dia di tahan oleh Gerwyn namun Sophia tidak perduli dia masuk ke dalam.
"Aaargggh!!" Dia menendang pot bunga yang di samping nya. Mengacak-acak rambut nya mengusap wajah dengan kasar. Air mata nya keluar.
Tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari Vano. "Iyah Halo Vano." ucap Gerwyn. "Klien sudah menunggu bapak di sini, bapak ada di Mana?" tanya Vano.
"Saya akan ke Sana sekarang." ucap Gerwyn, dia mematikan handphone nya. Dia melihat ke dalam sekolah itu. Dia jongkok sambil memegang kepala nya. "Kenapa aku sangat bodoh!!" Ucap Gerwyn.
Dia masuk ke dalam mobil nya. Mengatur emosi nya terlebih dahulu.
"Ada apa Sophia?" tanya Hena mengejar Sophia. "Aku ingin sendirian hebat, aku mohon jangan ganggu aku." ucap Sophia.
"Kamu bisa cerita ke aku Sophia, jangan seperti ini." ucap Hena. Sophia tiba-tiba menangis Hena memeluk nya.
"Aku ada di sini untuk kamu." ucap Hena. Sophia menangis di pelukan Hena sampai lega. Setelah itu dia melepaskan nya.
"Aku pergi dulu." ucap Sophia dia meninggal kan Hena. Hena terdiam dia kebingungan. "Jangan biarkan dia sendirian." ucap Riki.
Hena terkejut dia menoleh ke arah Riki.
__ADS_1
"Kejar dia." ucap Riki. Hena menganguk. Dia mengikuti Sophia masuk ke kelas. Sophia menangis di kelas nya. Hena hanya bisa duduk di samping Hena mengelus punggung Sophia.
"Ternyata sangat sakit yah di hianati dari pada di tinggal kan. Aku sudah Salah percaya pada pria yang sudah jelas aku tau dia seperti apa." ucap Sophia.