Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Gerwyn dengan buk Ena


__ADS_3

"Non Sophia belum tidur?" tanya Bibik.


"Sebentar lagi Bik, aku tidak bisa tidur. Bibik tidur lah duluan." ucap Sophia.


Keesokan harinya Sophia harus bangun lebih awal agar bisa masak. Setelah selesai masak dia langsung ke kamar Ano.


"Ano bangun." ucap Sophia dari Balik pintu sambil mengetuk nya, namun tidak di buka, Sophia masuk. Namun sudah melihat Ano rapi dengan pakaian sekolah nya sedang menyusun buku nya di dalam tasnya.


"Kamu sudah bangun ternyata, mbak fikir kamu belum bangun." ucap Sophia. Ano hanya diam saja.


"Kamu masih marah yah sama mbak? Kamu tidak biasa nya mendiamkan mbak sangat lama seperti ini. Mbak jadi sedih kalau kamu seperti ini." ucap Sophia.


Ano Menatap wajah mbak nya.


"Mbak minta maaf sudah marah-marah sama kamu, Mbak menyesal kamu jangan marah lagi sama mbak yah." ucap Sophia.


Ano langsung memeluk Sophia.


"Iyah mbak, aku juga minta maaf sudah marah juga sama mbak." ucap Ano.


"Mbak memang salah tidak punya waktu untuk Ano belakangan ini, tapi mbak akan usahakan untuk ada buat kamu, agar kamu gak sedih lagi." ucap Sophia. Ano tersenyum.


"Udah akur kan? Tidak baik berantem seperti itu, kakak saja yang tidak punya Saudara sangat iri pada orang yang mempunyai Saudara." ucap Gerwyn.


Ano tersenyum.


"Oh iya mbak sudah masak sarapan, kita turun ke bawah yok." ajak Sophia.


Mereka pun turun ke bawah.


"Mas gak siap-siap ke kantor?" tanya Sophia melihat sudah semakin siang namun Gerwyn belum mandi.


"Setelah selesai sarapan saja, oh iya kamu juga siap-siap lah agar bisa nganterin Ano ke sekolah sama-sama." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.


"Wahh mbak masak banyak." ucap Ano. Sophiyt tersenyum dia membuat nasi untuk Ano dan juga Gerwyn.


"Harus Makan yang banyak yah." ucap Sophia.


Ano pun mencoba nya.


"Humm enak banget, buk Ena juga masakan nya sangat enak sama seperti mbak Sophia." ucap Ano.


"Buk Ena? Siapa itu dek?" tanya Sophia.


"Itu adalah nama Wali kelas Ano. Tidak jarang juga buk Ena memberikan bekal pada Ano saat tidak membawa bekal, Ano jarang mau makan di kantin karena sangat ramai dia takut teman-teman nya mencaci nya." ucap Gerwyn. Sophia terdiam.

__ADS_1


Tidak terasa Gerwyn dan Sophia sudah rapi mereka pun berangkat bersama.


"Hore di anterin Mbak Sophia sama Kak Gerwyn." Ano terlihat sangat senang. Tidak beberapa lama Sampai di sekolah.


"Ayo lihat kelas aku Mbak, mbak belum pernah melihat nya kan?' ucap Ano menarik tangan Sophia.


Gerwyn juga malah ikutan.


"Di anterin ke sekolah seperti ini, aku merasa di anterin seperti di anterin Orang tua." ucap Ano.


Gerwyn langsung menoleh ke arah Sophia yang hanya diam, terlihat jelas kalau dia sedang memikirkan sesuatu.


"Mulai dari sekarang anggap saja kakak adalah Ayah Ano dan juga mbak Sophia adalah Ibu Ano." ucap Gerwyn.


Sophia heran dengan Gerwyn yang berbicara seperti itu.


"Oke Kak." ucap Ano.


"Hay Ano selamat pagi." sapa Buk Ena.


"Pagi juga ibu." ucap Ano.


"Eh pak Gerwyn dan juga mbak Sophia datang nganterin Ano, saya pikir Ano Akan di antar supir.' ucap Buk Ena.


Mereka pun masuk ke dalam kelas, Sophia mengikuti nya dari belakang.


Dia melihat betapa semangat nya Bu ena menjelaskan bagaimana Ano. Sophia berusaha memalingkan pandangannya. Dia melihat banyak lukisan di Dinding dia terpaku pada lukisan wanita yang sangat Bagus.


"Ano ini lukisan siapa?" tanya Sophia.


"Oohh itu adalah lukisan wanita yang paling duduk di belakang sana Mbak, tapi dia sangat jarang datang ke sekolah dia juga pendiam dia tidak mempunyai teman, dia juga sangat galak ketika aku berusaha mengajak nya berteman." ucap Ano.


"Apa dia cantik?" tanya Sophia.


"Cantik banget mbak, aku saj suka padanya." ucap Ano.


"Huff Sayang sekali Adek mbak yang Tampan ini di tolak oleh wanita pendiam." ucap Sophia.


Ano tersenyum.


"Baiklah kalau begitu mbak pergi kerja dulu yah, kamu yang semangat belajar nya." ucap Sophia. Ano mengangguk.


Sophia pun langsung keluar tidak mengajak Gerwyn karena lagi asyik berbincang-bincang dengan buk guru.


"Buk saya harus segera pergi. Permisi.' ucap Gerwyn mengejar Sophia.

__ADS_1


"Sophia tunggu Dulu! kenapa kamu begitu cepat jalan nya? Kamu juga tidak Ijin sebelum Keluar dari kelas itu." ucap Gerwyn.


"Aku tidak mau mengganggu waktu Mas sama buk Ena." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.


"Buk Ena adalah guru yang baik. Jadi tidak ada salahnya saya juga akrab pada nya." ucap Gerwyn.


"Tidak ada yang salah kok." ucap Sophia.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Oh iya Sophia. Ano pandai melukis atau menggambar sejak kapan?" tanya Gerwyn Membuka pembicaraan karena Sophia hanya diam saja.


"Humm mulai TK."


"Siapa yang ngajarin dia? Saya yakin itu pasti bukan kamu, karena saya tidak pernah melihat kamu menggambar." ucap Gerwyn.


"Dia belajar sendiri." jawab Sophia. Gerwyn pun diam.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di hotel tempat magang Sophia.


"Kamu pulang jam berapa?" tanya Gerwyn.


"Jangan repot-repot menjemput ku ke sini, aku bisa pulang sendiri." ucap Sophia.


"Siapa yang mau jemput kamu? Saya ingin kamu jemput Ano ke sekolah nya kalau bisa pulang siang, tapi kalau tidak bisa juga tidak apa-apa." ucap Gerwyn.


"Aku akan mengusahakan nya. Terimakasih sudah mengingatkan aku. Kalau begitu aku keluar." ucap Sophia.


"Tunggu Dulu." ucap Gerwyn. Sophia tidak jadi turun. Dia menatap wajah Gerwyn.


"Yang semangat yah." ucap Gerwyn. Sophia terdiam sejenak dia pun langsung sadar tersenyum tipis dan langsung keluar dari mobil.


"Kenapa akhir-akhir ini dia jadi baik yah, bahkan aku merasa dia lebih perhatian pada Ano dari aku sendiri saudara kandung nya." batin Sophia.


"Tapi aku tetap kesal melihat dia bersama buk Ena." ucap Sophia dia langsung masuk ke dalam.


"Sophia kamu dari mana saja? Kamu di panggil atasan." ucap Laras teman nya.


"Kenapa?" tanya Sophia.


"Kamu gak sadar yah kalau kamu sudah telat satu jam, hari ini kamu harus menemani atasan keluar, namun karena menunggu kamu dia jadi Telat." ucap laras.


"Ya ampun aku lupa."' ucap Sophia dia pun menemui atasan nya dia sangat Takut namun dia harus menerima cacian atasan nya itu.


Yang dia takut kan adalah nilai nya tidak Bagus karena masalah itu.

__ADS_1


__ADS_2