Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Akhirnya Sophia sah menikah dengan Gerwyn


__ADS_3

"Tenang mbak, sebagian dari kami sedang menjemput Adik mbak ke sini." ucap pengawal.


Sophia terdiam. "Apa yang harus saya jelaskan pada nya kalau dia bertanya?" batin Sophia.


Tidak beberapa lama Ano datang. Dia datang dengan pakaian yang sangat rapi jas hitam celana hitam Dasi dan juga bunga di saku nya.


Sophia tersenyum melihat Adek nya berlari ke arah nya.


"Mbak Sophia cantik banget." ucap Ano. Sophia tersenyum.


"Kamu juga ganteng pakai baju ini, seperti Bos-bos yang ada di perusahaan besar." ucap Sophia.


"Mbak kenapa menikah? kan mbak masih sekolah." ucap Ano.


"Kamu tau dari mana?"


"Dari Om itu!" Ano menunjuk ke arah Bibi.


"Mbak belum bisa jelasin sekarang, tapi mbak mohon jangan beritahu siapa pun yah."


"Mbak harus jelasin sekarang, mbak mau menikah dengan siapa?" Sophia menghela nafas panjang.


"Mbak Akan menikah dengan Pak Gerwyn. Suatu saat nanti kamu pasti tau kok, sekarang bukan waktu nya untuk membahas ini." ucap Sophia.


"Bagaimana kalau kak Liam tau? Ayah dan semua keluarga kita tau mbak?" tanya Ano lagi.


"Kita harus menyembunyikan rahasia ini dek, ini demi kebaikan kita." ucap Sophia.


Karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk bercerita.


"Kamu cantik banget." ucap Bibi mendekati Sophia.


Sophia tersenyum.


"Terimakasih kak."


"Jujur saja kamu berbeda dari yang sebelumnya, sekarang kamu terlihat sangat dewasa, aku yakin tidak ada yang tau kalau kamu Masih Kelas dua SMA." ucap Bibi.


"Kakak bisa saja, kakak juga tampan memakai setelan jas seperti ini." ucap Bibi.


"Sama seperti adik kamu bukan?" Sophia mengangguk.


Setelah itu mereka pun Otw ke Gedung tempat pernikahan.


Sampai di sana Tamu sudah datang. Sophia di kawal masuk ke dalam, Ano membawa bunga di depan Sophia.


Dari depan Gerwyn dengan wajah dingin serta tatapan tajam nya menatap ke arah Sophia.


"Ini adalah awal penderitaan buat kamu." batin Gerwyn.

__ADS_1


Saat penutup putih di wajah Sophia di buka, Gerwyn terdiam mata nya terfokus pada wajah Sophia yang tersenyum.


"Kenapa dia bisa secantik ini? Hus aku berfikir apa sih, dia hanya anak kecil yang ingusan dan wanita murahan di mata ku."


Acara pengucapan ijab qobul pun sudah selesai Lanjut ke acara tukar cincin dan selanjutnya permintaan maaf kepada orang tua.


Ketika semua para saksi mengucap kan "Sah" seketika dunia berhenti berputar. Sophia menahan rasa sesek yang begitu hebat, hati nya menjerit.


Dia berusaha untuk propesial tidak mempermalukan keluarga suami nya.


Saat mencium Kening Sophia, badan nya langsung dingin, Jantung nya berdetak dengan cepat karena sangat takut di sentuh oleh Gerwyn m


Dan ternyata Gerwyn mengatur semua nya dengan baik dia membayar orang tua angkat untuk Sophia dan juga sebagai paman dan juga kakak angkat.


Sophia duduk di pelaminan. Dia melihat wajah adik nya yang terlihat sangat bingung duduk di kursi khusus keluarga perempuan.


"Mbak sama sekali tidak bermaksud melibatkan kamu dek, maafkan mbak." ucap Sophia air mata nya keluar. Gerwyn sadar kalau Sophia sedang sedih.


Tidak ada tanda-tanda kebahagiaan di wajah nya walaupun dia tersenyum.


dia melihat ke arah Sophia memandang dari tadi.


"Ano!" panggil Gerwyn. Sophia kaget ketika pria yang di samping nya yang sudah berstatus suami nya sekarang memanggil nama adik nya.


Ano dengan polosnya mendekati Kakak ipar nya.


"Duduk di sini saja." ucap Gerwyn sambil menaikkan Ano ke pangkuan Gerwyn.


"Kamu dari tadi melihat nya sampai kamu menangis, saya tidak mau kamu membuat saya malu dan berhenti lah mengeluarkan air mata yang menjijikkan itu." ucap Gerwyn pada Sophia berusaha agar Ano tidak mendengar nya.


Sophia langsung terdiam. Dia memegang tangan Ano yang di pangkuan Gerwyn.


"Tersenyum lah!" ucap Gerwyn. Sophia pun langsung tersenyum.


"Aku mohon pada bapak untuk jangan membawa-bawa Adik saya dalam situasi seperti ini, saya mohon lepas kan dia." ucap Sophia.


"Kamu tidak ada hak untuk memerintah kan saya! Kalau bukan dengan cara seperti ini, kamu tidak akan patuh pada saya." ucap Gerwyn.


Sophia mau menjawab namun ternyata orang tua Gerwyn datang.


"Selamat yah nak atas pernikahan kamu, mamah harap kamu bisa bahagia dengan wanita pilihan kamu." ucap Bu Linda.


Gerwyn mengangguk sambil tersenyum.


"Terimakasih yah Mah,"


Setelah itu Mamah nya pun turun ke bawah.


Tidak terasa sudah jam dua sore, waktu nya pengantin untuk istirahat.

__ADS_1


Namun Sophia baru sadar kalau Ano ketiduran di pangkuan Gerwyn.


"Ano! Ano! Bangun."


Namun kelihatannya Ano kelihatan sangat nyenyak.


"Tolong bawa dia ke kamar!" ucap Gerwyn pada pengawal nya.


Namun langsung di tahan oleh Sophia.


"Biar saya saja!" ucap Sophia mau mengendong Adik nya.


"Jangan membuat saya malu! Biarkan dia tidur di kamar." ucap Gerwyn. Sophia mendengar suara Gerwyn Langsung nurut.


Ano di gendong ke kamar sementara pengantin istirahat dan ganti baju lagi.


Tidak terasa sudah malam Waktu nya pengantin pulang ke hotel yang sudah di pesan untuk pengantin.


Sophia masuk ke dalam, dia melambaikan tangan nya pada Ano. Air mata nya langsung keluar membasahi pipi nya.


Sepanjang perjalanan dia melihat ke arah luar sambil menangis.


Sesampainya nya di hotel, mereka di sambut hangat dan di antar kan ke kamar. Gerwyn tidak langsung masuk ke kamar entah kemana tidak ada yang tau, karena dia tidak ada mengatakan apapun pada Sophia.


Sophia di dalam kamar duduk di pinggir kasur. Dia melihat kamar yang begitu besar di dekor sangat cantik dan romantis.


Di Balkon penuh dengan lilin yang berbentuk love.


"Aaaa!! Aku tidak suka ini, aku tidak menginginkan semua nya." Sophia menarik Selimut sehingga semua yang di kasur berantakan.


Sophia menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa tidak ada pilihan pada ku? Kenapa tidak ada yang iba pada ku? semua orang terlalu tega dan dunia ini begitu jahat."


Sophia meringkuk di lantai sambil menangis.


"Hiks! Hiks! Hiks! Apa salah ku? Apa yang aku perbuat."


Cukup lama dia menangis dia pun pergi mandi.


Setelah selesai mandi dia melihat jam sudah jam sembilan malam.


"Kenapa dia belum datang?" batin Sophia.


Sophia berbaring di kasur.


"Apa aku benar-benar akan memberikan semua hidup ku pada nya? Apa aku harus menjadi istri nya selama nya?" Sophia Melihat s


kasur kosong di samping nya.

__ADS_1


"Aku tidak ada pilihan lain selain aku pasrah, aku sekarang hidup hanya sekedar boneka, aku tidak ada harapan lagi." ucap nya.


Sambil menunggu Gerwyn dia membuka handphone nya. Ternyata ada pesan dari Adit yang mengajak untuk makan malam bersama di Cafe tempat nya bekerja.


__ADS_2