Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Manis


__ADS_3

"Tunggu dulu nak." ucap Mamah Vano menahan Hena.


Hena membalik kan badan nya menoleh ke arah Mamah nya Vano.


"Iyah Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Hena.


"Kenapa wajah kamu tidak asing yah? Seperti nya saya pernah melihat wajah kamu."


Hena terdiam.


"Ah sudahlah mungkin hanya sekilas mirip saja " ucap mamah Vano. Hena langsung keluar bersama keluarga nya dari sana.


Vano menatap ibu nya.


"Kamu kenapa mereka?" tanya mamah nya. Vano menggeleng kan kepala nya.


"Aku permisi mau." ucap Vano menyalim tangan Mamah nya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan mamah nya yang terlihat sangat sedih.


Saat berjalan ke parkiran Dia melihat Ternyata Hena bersama keluarga nya sedang bermain di taman yang di depan, begitu bahagia dan sangat lengkap.


Hena tidak sengaja melihat Vano melihat ke arah mereka, namun Vano langsung masuk ke dalam mobil.


Hena terdiam dia duduk di kursi membiarkan keluarga nya untuk bermain puas.


Hena membuka ponsel nya.


"Sophia aku ke rumah kamu nanti yah. Kamu di rumah kan?" tanya Hena lewat pesan WhatsApp.


Namun belum di balas oleh Sophia. Setelah puas bermain mereka pun pulang ke rumah.


"Ibu aku ke rumah Sophia sebentar yah, aku mungkin pulang besok karena aku langsung berangkat kerja dari sana." ucap Hena.


"Loh ini masih sore." ucap Ibu nya.


"Aku ada urusan sama Sophia, ibu jangan khawatir kan aku." ucap Hena. Akhirnya Ibu nya menginyakan dan mengijinkan Hena pergi.


Sementara di tempat lain Sophia baru saja bangun dia melihat ponsel nya membalas pesan Hena. Dia melihat ke arah suami nya yang masih tidur.


Dia tersenyum mencium Gerwyn dan keluar dari kamar. Dia mau masak untuk keluarga suami nya.


Namun setelah di bawah dia melihat Vano berbaring di sofa.


"Loh Vano?" batin Sophia.

__ADS_1


"Seperti nya Pak Vano kecapean Non itu sebab nya dia tertidur di sofa, dia mau memberi kan ini pada Pak Gerwyn, tapi saya segan membangun kan pak Gerwyn." ucap Bibik.


"Oohh Biar saya yang memberikan nya." ucap Sophia.


Tidak beberapa lama Hena sampai di rumah Sophia.


"Assalamualaikum Sophia." sapa Lena.


"Walaikumsalam, akhirnya kamu datang juga. maaf baru balas pesan kamu." ucap Sophia. Lena tersenyum.


Dia melihat ke arah sofa.


"Loh kok Vano ada di sini?" tanya Hena kaget.


"Sssttt!! Seperti nya dia kelelahan lebih baik kita ke dapur saja bantuin aku masak karena keluarga Mas Gerwyn datang." ucap Sophia.


Hena menginyakan.


"Sebenarnya Niat kamu datang ke sini kenapa? Seperti nya kamu ada masalah." ucap Sophia melihat raut wajah Hena yang sangat beda dari sebelumnya.


"Aku bertemu dengan Vano dan mamah nya di sebuah Restoran. Mereka sedang ada salah paham dan Ibu ku memarahi Vano karena tidak mau menuruti kata-kata mamah nya." ucap Hena.


"Terus masalah nya di mana?" tanya Sophia.


Dia menatap Hena.


"Kenapa kamu Menatap ku seperti itu Sophia? Tolong kasih Saran pada ku." ucap Hena.


"Percuma saja aku memberikan Saran, kamu tidak akan mau mendengarkan nya sama sekali. Sudah berapa kali kita membahas ini namun kamu sangat keras kepala, aku sudah tidak mau membahas ini lagi." ucap Sophia.


"Jangan seperti itu dong Sophia, aku mohon." ucap Hena.


"Hena! Bukan aku tak mau membantu kamu, namun kamu sama sekali tidak mempunyai hati dan pikiran. masih banyak pria lain di luar sana ." ucap Sophia.


Hena terdiam. Dia memasang wajah murung.


"Sebelum nya aku sudah melihat mamah nya Vano lewat Foto, aku benar-benar tidak tega, aku sangat merasa bersalah karena mempunyai teman yang menghancurkan keluarga orang lain." ucap Sophia.


"Jangan berbicara seperti itu Sophia, aku sama sekali tidak berfikir untuk menghancurkan rumah tangga orang lain." ucap Hena.


"Lalu yang kamu lakukan sekarang apa? Kamu bersama suami orang lain Hena, walaupun Kamu tidak sengaja atau apalah itu, tapi yang namanya suami orang jangan mencoba mendekati nya, karena kita juga seorang wanita, suatu saat nanti akan menjadi seorang istri." ucap Sophia.


Hena diam. Sophia melanjutkan masak, sementara Hena mengupas bawang.

__ADS_1


"Boleh minta Air putih?" tanya Vano yang tiba-tiba datang ke dapur karena Air di depan habis, kebetulan Air di depan Hena yang melamun.


"Hena! Hena! awas ." ucap Sophia. dia terkejut tiba-tiba pisau mengenai tangan nya.


"Auhhh." dia menjerit karena tangan nya sudah berdarah. Sophia yang takut melihat darah tidak berani memegang tangan Hena dia Malah menutup mata nya.


Sementara Vano langsung mencuci tangan Hena ke wastafel. "Sssttt, sakit banget." ucap Hena.


Hena melihat Vano yang membersihkan luka nya sambil meniup nya.


"Kamu ngapain sih pakai bengong Hena? Tuh kan jadi luka." ucap Sophia. "Aku minta maaf." ucap Hena.


Sophia Menghela nafas panjang. "Ya sudah kamu duduk di sana saja, nih obati dan bungkus luka kamu." ucap Sophia.


Hena langsung meninggalkan Vano. "Nih minum nya, Maaf yah sudah membuat kamu kerepotan." ucap Sophia. Vano tersenyum tipis.


Dia membawa minum. Dia melewati Hena yang kesusahan.


Vano langsung membantu Nya. "Aku bisa sendiri. Kamu tidak perlu membantu ku." ucap Hena.


"Saya bisa di sakiti oleh orang lain, namun saya tidak tega membiarkan orang lain sakit." ucap Vano, Sophia langsung terdiam dia paham apa yang di katakan oleh Vano.


"Terimakasih." ucap Hena pada Vano.


"Ada Apa? Kenapa saya mendengar jeritan?" tanya Gerwyn yang baru saja masuk ke dapur.


"Tangan Hena luka mas, tapi gak udah gak apa-apa kok, sudah di obati oleh Vano, makasih yah." ucap Sophia pada Vano.


Vano mengangguk. Gerwyn melihat mereka berdua seketika menatap istrinya, namun istri nya hanya memasang wajah pasrah.


"Kebetulan Kalian berdua di sini, Makan malam di sini saja. Mamah saya akan sangat senang." ucap Gerwyn.


"Aku harus pergi." ucap Hena, namun Sophia langsung menahan nya.


"Mau kemana Hena? Kamu sudah janji untuk makan malam di sini, jangan main pergi-pergi aja dong." ucap Sophia.


"Kamu Takut pada saya atau karena tidak enak pada Vano?" tanya Gerwyn.


"Saya ada kerjaan."


"Kerja di bar kamu jam Sepuluh malam, mana mungkin kamu kesana Sekarang, apa kamu tidak pergi dulu dengan pacar kamu?" ucap Gerwyn.


Hena terdiam. Sophia tau suami nya sengaja, namun Sophia berusaha meminta suaminya untuk tidak ikut campur.

__ADS_1


__ADS_2