Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Di tinggal


__ADS_3

"Humm Aku tidak bisa membayangkan kaget nya mereka melihat ada orang seperti mas Gerwyn datang ke kampung nya." ucap Sophia.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Gerwyn.


"Karena mas Gerwyn tidak pernah senyum, selalu memasang wajah datar, orang-orang tidak akan tau mas senang, sedih atau sedang merasakan apapun." ucap Sophia.


Gerwyn mencubit pipi istri nya. "Kamu meledek suami kamu sendiri." ucap Gerwyn. Sophia tertawa kecil. "Mau aku Buatin kopi atau minuman yang lain nya?" tanya Sophia.


"Kopi Hitam saja." ucap Gerwyn. Sophia pun berjalan ke dapur. Tidak beberapa lama dia kembali namun sudah melihat Bibi di sana.


"Kak Bibi di sini?" ucap Sophia. Bibi tersenyum.


"Saya tau Gerwyn sampai di sini saya mau menjelaskan soal kemarin." ucap Bibi.


"Kakak jangan khawatir, Untung nya saja mas Gerwyn tidak langsung Curiga dan langsung percaya dengan foto itu." ucap Sophia.


"Sekali lagi saya minta maaf yah." ucap Bibi. sophi mengangguk. Sophia meninggalkan mereka berdua berbicara di ruang tamu sementara dia ke kamar untuk mandi.


Setelah selesai mandi dia melihat ponsel nya hidup. Dia melihat panggilan dari Riki. Dia lupa kalau hari ini mereka ada janji untuk makan siang bersama di salah satu restoran yang lagi banyak di perbincangkan.


Bukan hanya berdua saja namun dengan semua orang yang akrab dengan mereka.


"Ya ampun mereka pasti sudah nungguin aku, bagaimana ini?" ucap Sophia. "Kalau aku pergi mana mungkin mas Gerwyn mengijinkan aku pergi." ucap Sophia.


Tapi dia juga tidak enak untuk mengabaikan mereka semua, karena dia ni adalah hari tersisa mereka berkumpul sebelum ujian.


Akhirnya dia memutuskan untuk siap-siap terlebih dahulu. Dia turun ke bawah.


"Sophia kamu mau kemana? kenapa sangat rapi sekali?" tanya Gerwyn.


"Aku ada janji dengan teman-teman ku hari ini mas. Aku boleh pergi kan?" ucap Sophia. "Saya baru saja pulang kamu sudah mau pergi saja?" tanya Gerwyn.


"Kan ada kak Bibi yang nemenin buat sementara. Aku boleh yah pergi, pliss." ucap Sophia memohon.


"Sudah lah biarkan saja, mungkin kumpul-kumpul dengan teman nya." ucap Bibi.


Gerwyn sebenarnya sangat berat mengijinkan istri nya pergi namun sepertinya Sophia juga ingin pergi.


"Baiklah kamu boleh pergi, jangan lupa pulang cepat." ucap Gerwyn. "Terimakasih Suami Ku." ucap Sophia langsung menyalim tangan Gerwyn.

__ADS_1


Dia pun pergi dengan tergesa-gesa. Gerwyn menghela nafas panjang.


"Hanya sebentar saja kamu sudah seperti di tinggal berbulan-bulan. Bagaimana dengan dia yang kamu tinggal sangat lama." ucap Bibi.


"Huff saya juga sangat merindukan dia." ucap Gerwyn..Bibi tersenyum.


"Lalu bagaimana? Apakah kamu mendapatkan informasi tentang saksi itu?" tanya Bibi. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Seperti nya dia tidak ingin memberi tahu siapa pun karena takut. Tapi dia memberitahu Beberapa tempat, beberapa orang juga yang pernah bekerja dengan papah saya." ucap Gerwyn.


"Baiklah kalau begitu aku akan menemani kamu ke sana." ucap Bibi. "Sekarang masalah nya bukan itu saja Bi. Vano sudah lama tak kunjung kembali. bahkan nomor telepon nya tidak bisa di hubungi. dia ke sana tidak dengan supir atau membawa mobil sendiri, dia memakai angkutan umum." ucap Gerwyn.


"Loh bukannya di tempat tinggal lama Sophia lancar jaringan?" ucap Bibi.


"Nah itu dia. Saya sudah mengirimkan beberapa orang untuk mencari nya namun tak kunjung ada yang memberikan informasi apapun." ucap Gerwyn.


Bibi diam. "Kamu berfikir seperti nya Vano kenapa?" tanya Gerwyn. "Aku mana tau, dia sekretaris kamu." ucap Bibi.


Tidak terasa sudah siang. Gerwyn melihat ada mobil berhenti di depan rumah nya. Mobil yang tidak asing ternyata itu adalah Mobil Frans.


"Eh Ipar kamu kok bisa sama pria itu?" tanya Bibi. Gerwyn dan Bibi keluar.


"Kak Gerwyn." ucap Ano menyalim tangan Gerwyn.


"Supir nganterin mbak Sophia ke acara kumpulan teman-teman nya kak, kemarin aku juga di anterin sama om Frans gak apa-apa kok." ucap Ano.


"Terimakasih sudah mengantar kan Ano pulang." ucap Gerwyn.


"Kalau begitu kami permisi Dulu." ucap Frans.


"Loh om gak jadi nungguin mbak Sophia?" tanya Ano. Karena Frans ada urusan dengan Sophia.


"Om bisa menghubungi nya lewat telpon." ucap Frans.


"Oohh begitu yah om. Ya udah kalau begitu hati-hati di jalan yah Om. terimakasih." ucap Ano.


Frans pun segera pergi.


"Ano masuk ke dalam gih." ucap Gerwyn. Ano mengangguk.

__ADS_1


"Bukan nya itu pria yang kamu tidak suka dekat-dekat dengan istri kamu?" tanya Bibi.


"Adik nya Budi." ucap Gerwyn. "Humm aku sudah menebak nya karena mereka sangat mirip sekali." ucap Bibi.


"Apa kamu melihat nya akhir-akhir ini menemui Sophia?" tanya Gerwyn. Bibi menggeleng kan kepala nya.


"Seperti yang di katakan Ano, mungkin baru hanya dua kali semenjak kamu tidak di sini." ucap Bibi.


Karena Gerwyn dengan sengaja meminta Sahabat nya memantau istri nya.


"Kalau begitu tidak ada yang kita bahas, aku sudah ada janji dengan wanita ku. permisi." ucap Bibi.


Dia pun meninggalkan Gerwyn di sana sendirian.


Gerwyn menyusul Ano ke kamar nya. "Ano lagi apa?" tanya Gerwyn. Ano melihat kakak nya masuk dia tersenyum.


"Om Frans meminta ku untuk membuat lukisan wajah mbak Sophia. Om Frans Akan membeli nya dengan harga yang sangat mahal." ucap Ano.


Gerwyn duduk di pinggir kasur sambil melihat Ano melukis. "Apa mbak Sophia sudah tau?" tanya Gerwyn. Ano Menggeleng kan kepala nya.


"Sebaiknya Ano meminta ijin dulu pada mbak Sophia yah. nanti kalau mbak Sophia tau dan dia marah bagaimana?" tanya Gerwyn.


"Tapi kan ini hanya lukisan Om. Biasanya orang-orang juga meminta mereka di lukis." ucap Ano.


"Tapi ini beda, sekarang yang punya wajah itu adalah mbak Sophia, bagaimana kalau di buat yang tidak-tidak?" tanya Gerwyn. Ano diam.


"Sebelum memberikan nya Ano Ijin dulu yah Sama mbak Sophia." ucap Gerwyn. Ano mengangguk.


"Baik kak." ucap Ano. Gerwyn mengelus kepala Ano.


"Ya udah kalau begitu kakak keluar dulu yah." ucap Gerwyn.


"Tunggu dulu kak." ucap Ano. Gerwyn menoleh ke arah Ano.


"Iyah kenapa?" tanya Gerwyn.


"Kak Gerwyn marah yah karena aku di anterin oleh Om Frans dan membuat lukisan wajah mbak Sophia pada om Frans?" tanya Ano.


Gerwyn diam, namun dia menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


Setelah itu dia keluar. Ano menghela nafas panjang.


"Huff baru saja aku mau dapat uang dari usaha ku sendiri, namun aku tidak ingin mbak Sophia dengan kak Gerwyn berantem." ucap Ano dia pun membuang lukisan yang hampir jadi itu.


__ADS_2