Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Penyelidikan kembali


__ADS_3

Sebenarnya Vano sangat terkejut mendengar Hena usus buntu sama seperti Om Davit.


"Bagaimana bisa Hena usus buntu Dokter? Saya mau dokter segera mengoperasi nya, Jangan tunggu Siapa pun. Saya akan segera mengabari orang tua nya." ucap Om Davit.


"Baik Pak. Kalau begitu isi beberapa data dulu yah pak." ucap dokter.


"Baik Dok." ucap Om Davit.


Dokter permisi duluan.


"Papah minta bantuan kamu nak, Tolong jemput Keluarga Hena dari rumah nya, nanti Papah kirim lokasi nya, papah harus ke ruangan dokter dulu." ucap Om Davit.


Vano tidak menjawab namun om Davit langsung pergi. Vano Menghela nafas panjang. "Seberapa dekat sih papah dengan Hena? bahkan papah tau kalau keluarga Hena ada di sini. apa tidak ada harapan lagi untuk papah meninggalkan Hena?" batin Vano.


Dia melihat Hena ke dalam ruangan, dia belum sadar. Setelah itu dia pun meninggalkan rumah sakit menjemput orang tua Hena.


Setelah sampai di sana Vano mengetuk pintu tidak beberapa lama terbuka.


"Heh anak yang tidak sopan pada orang tua ngapain kamu di sini? kamu mau mengata-ngatai anak saya lagi kan?" ucap Ibu Hena.


"Tenang dulu buk, saya ke sini mau memberikan kabar kalau Hena sedang di rumah sakit." ucap Vano.


"Kamu apakan putri kami? Kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" tanya ibu Hena.


"Hena usus buntu bu, saya tidak ngapa-ngapain Hena." ucap Vano, Seketika ibu nya terdiam sedih.


"Saya ke sini mau mengantar kan Ibu ke sana, saya mohon percaya pada saya, Hena membutuhkan ibu sama bapak di sama." ucap Vano.


Mereka sedikit meragukan Vano namun tidak ada pilihan lain karena mereka tidak tau bagaimana ke sana, tidak tau juga rumah sakit yang mana.


"Tunggu sebentar yah, ibu akan membangun kan adik-adik Hena." ucap Ibu nya masuk ke dalam.


"Loh ini kan salah satu rumah yang beli Papah, kenapa jadi Hena yang menempati nya? Apa jangan-jangan Papah memberikan nya pada Hena?" batin Vano.


Setelah selesai semua mereka meninggalkan rumah itu.


Gerwyn di kantor nya menunggu kedatangan Vano dari tadi. Namun tak kunjung datang. Gerwyn menelpon Vano.

__ADS_1


"Halo pak, Maaf kan saya telat datang. Hena operasi usus buntu saya sedang menjemput orang tua nya, saya akan mengusahakan cepat kembali ke kantor." ucap Vano.


"Jangan lama, karena saya butuh kamu untuk menjelaskan beberapa file yang tidak saya mengerti." ucap Gerwyn. "Baik pak, sekali lagi saya minta maaf yah." ucap Vano.


Panggilan telepon pun langsung dimatikan.


"Hena operasi? Apa hubungan nya dengan Vano?" ucap Gerwyn. "Siapa yang operasi Mas?" tanya Sophia yang baru saja masuk ke ruangan Gerwyn.


"Loh Sophia, kamu ada di sini?" tanya Gerwyn.


"Iyah Mas, aku nganterin makan siang." ucap Sophia meletakkan nya di atas meja.


"Vano tidak ke kantor karena Hena Operasi usus buntu." ucap Gerwyn. Sophia terdiam sejenak.


"Hena usus buntu? Kenapa aku gak tau yah, dan juga kenapa Vano bisa Sama Hena?" ucap Sophia.


Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


Dia mendekati Sophia dia berdiri di depan Sophia dia memerhatikan penampilan Sophia.


"Tumben banget kamu berpakaian seperti ini?" Tanya Gerwyn, pakaian Sophia cukup seksi dari biasanya nya. Rok pendek, kemeja hitam dan juga rambut yang di catok serta Wajah yang di makeup.


"Mas suka kan?" Gerwyn mengangguk.


"Karena mas suka aku memakai nya." ucap Sophia. Gerwyn mengelus pipi Sophia.


"Kamu sungguh istri yang saya inginkan." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum. "Nih makan siang nya, Makan dulu agar punya energi lagi." ucap Sophia.


"Seperti biasa tangan saya sangat lelah, di tambah lagi Vano tidak datang saya harus bekerja sendirian." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum dia mengerti apa yang di maksud oleh suami nya itu.


Saat menyuapi Gerwyn tiba-tiba Staf wanita masuk ke dalam ruangan Gerwyn.


"Maaf pak saya mengganggu waktu nya, tapi ini adalah beberapa laporan dari anggota suruhan bapak untuk menyelidiki kasus kemarin." ucap Staf itu.


Gerwyn menerima nya. "Kalau begitu kamu boleh pergi." ucap Gerwyn. Staf permisi dia meninggal Sophia dengan Gerwyn.


Gerwyn membaca nya. "Emang kasus apa sih mas? Kelihatan nya serius banget." ucap Sophia.

__ADS_1


"Enggak kok, kamu gak akan paham, ini adalah kasus beberapa anggota saya yang berkhianat." ucap Gerwyn.


"Ooohh." ucap Sophia dengan polos nya. Dia pun melanjutkan menyuapi suami nya.


"Setelah ini aku ijin pergi sama teman-teman untuk belajar di perpustakaan dan membeli beberapa buku ke toko buku yah Mas." ucap Sophia.


"Baiklah. Kamu hati-hati jangan pulang terlalu lama, karena Mamah sama Ano pasti menunggu." ucap Gerwyn. "Mas pulang malam lagi yah?" ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Ya udah deh gak apa-apa, Lagian mamah mau ngajak Ano Makan di luar sana Enjel dan juga paman." ucap Sophia


"Oohh ya udah kalau begitu kamu bisa puas bermain dengan teman-teman kamu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Makasih yah mas." ucap Sophia senang di kasih ijin oleh suami nya.


Setelah selesai Makan dia Ijin untuk pergi. Setelah istri nya Pergi dia langsung melihat laporan itu.


Beberapa potretan pembunuh almarhum papah Gerwyn. Dan juga ternyata ada orang lain juga yang menyaksikan kejadian itu.


Dan pria yang di situ sempat berbicara dengan Di pembunuh. Alamat Pria itu cukup Jauh butuh satu hari satu malam ke sana.


Gerwyn berfikir panjang mau ke sana, namun demi menyelidiki kasus itu akhirnya dia memutuskan untuk mengatur jadwal untuk ke Desa terpencil itu.


Namum ternyata di bawah laporan itu ada Surat tanah dan surat rumah yang atas nama Andi Soraya.


Dia mencari nama Ayah nya Sophia ternyata sama, dan juga nama yang di duga membunuh Papah nya sama.


Dia melihat alamat tanah itu. Dan ternyata benar lokasi. Sophia waktu itu. Ternyata seseorang menjual nya ke pada nya dengan harga yang murah saja.


Gerwyn menelpon Vano, namun ternyata Vano sudah datang.


"Maaf kan saya pak,. Telat datang, Bapak menelpon saya, ada yang bisa saya bantu dengan cepat?" tanya Vano.


"Siapa penjual tanah ini?" tanya Gerwyn. "Oohh ini nama penjual nya Liam Pak, di adalah anak tunggal dan juga tanah dan rumah itu sudah di wariskan pada nya. Paman dan Bibik nya jadi penanggung jawab." ucap Vano.


Gerwyn diam sejenak sambil membaca.


"Saya bingung yang mana harus saya kunjungi terlebih dahulu. Rumah saksi pembunuhan Papah atau alamat pembunuh papah." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Bagaimana kalau saya yang akan ke alamat saksi pembunuhan itu pak? Bapak yang ke rumah yang baru saja kita beli, saya sama sekali tidak tau kalau itu adalah rumah Mbak Sophia." ucap Vano.


__ADS_2