Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia penasaran dengan keluarga Suami nya sendiri


__ADS_3

"Oohhh." ucap Sophia.


"Aku belum pernah bertanya ini sebelum nya, apa hanya mas sendiri anak papah mertua dan Mamah?" tanya Sophia lagi.


Gerwyn cukup lama menjawab nya. "Iyah hanya saya sendiri." ucap Gerwyn.


Sophia mengangguk paham. Mereka duduk di ayunan.


"Saya ingin suatu saat nanti memiliki anak yang banyak agar rumah kita selalu ramai." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


Gerwyn membantu mengayunkan ayunan yang di naikin oleh istri nya.


Mereka lanjut untuk mengelilingi rumah itu. "Di sini dulu papah sangat sering duduk sambil minum kopi." ucap Gerwyn menunjuk kursi goyang yang ada di tepi kolam berenang.


Sophia tersenyum.


"Mas sudah lama Mamah di dalam, kita lihat ke dalam yok." ajak Sophia. Gerwyn mengangguk mereka masuk ke dalam.


"Wahh mewah banget di dalam nya." ucap Sophia.


"Walaupun rumah ini sangat mewah hanya memiliki Lima kamar saja." ucap Gerwyn.


"Aku yakin karena penghuninya juga tidak ramai." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


Berbeda dengan rumah Gerwyn yang sangat besar dan banyak kamar juga. Mereka berkeliling di lantai satu.


Di lantai satu ada ruangan olahraga, yoga dan juga ada Bioskop sendiri.


Ada ruang tamu yang begitu luas dan juga dapur. masih banyak yang lainnya. Mereka naik kelantai dua.


"Di sini tidak banyak ruangan hanya ruangan kerja Mamah, papah dan juga saya. Ada ruang TV dan kamar Mamah." ucap Gerwyn.


Mereka berjalan ke arah kamar mamah nya karena terbuka. Dan ternyata Bu Linda di dalam sedang memandangi foto-foto Almarhum suami nya.


Sophia dan Gerwyn masuk ke dalam.


"Sudah Sore mah, lebih baik nya kita pulang." ucap Gerwyn.


Bu Linda menoleh ke arah mereka.


"Apakah boleh tunggu sebentar lagi nak? Mamah Masih Rindu dengan rumah ini." ucap Bu Linda.


Gerwyn mengangguk. Dia pun keluar meninggalkan Sophia dengan mamah nya di ruangan itu.

__ADS_1


"Boleh aku melihat foto-foto itu mah?" tanya Sophia. Bu Linda mengangguk.. Cukup banyak foto di sana.


Sophia melihat foto papah mertua nya yang sangat mirip sekali pada Gerwyn.


Mereka juga berfoto bersama bodyguard nya. Namun Sophia tidak asing dengan wajah yang duduk bersama Papah mertua nya sambil berfoto.


"Kenapa pria ini sangat mirip kepada Ayah? Tapi di sini kelihatan nya ayah Masih sangat muda dan Tampan. Tidak mungkin ini ayah." ucap Sophia. Dia melihat juga Bu Linda yang mengendong Bayi di foto itu. sophi yakin itu bukan lah suami nya.


Karena di Foto itu juga ada Gerwyn di sana.


Sophia mencari yang lain lagi ternyata banyak juga foto bayi itu bersama Gerwyn.


"Sudah nak, ayo kita pulang. Kasihan Ano nanti menunggu kita di rumah." ucap Bu Linda. Sophia mengangguk.


Dia menyusun kembali foto itu di dalam Dus.


Pintu kamar itu di kunci.


"Aku belum naik ke lantai tiga Mah, aku sangat penasaran apa di atas, aku boleh melihat nya sebentar?" tanya Sophia.


"Di atas adalah ruangan rahasia papah. Dia menyimpan semua nya di atas tidak ada yang boleh naik ke atas Selain bodyguard nya." ucap Gerwyn.


"Sebelum nya pekerjaan Papah Apa sih Mah?" tanya Sophia.


Bu Linda menoleh ke arah Gerwyn.


Sophia langsung paham kalau pekerjaan Papah mertua nya ilegal. "Humm ya sudah lah, lebih baik kita pulang." ucap Bu Linda.


Mereka keluar dari rumah itu. "Kenapa rumah ini penuh misteri sih? Gerwyn dan Mamah juga seperti menyembunyikan sesuatu dari ku." batin Sophia.


"Kenapa aku sangat penasaran yah? Kenapa hati ku berkata kalau aku harus mencari tahu semua nya." batin Sophia.


Mereka meninggalkan rumah itu.


Di perjalanan cukup lama sehingga sudah gelap sekali. "Kita Makan dulu dong mas, aku sangat lapar sekali." ucap Sophia merengek.


"Iyah nak, Mamah juga sudah lapar." ucap Bu Linda.


"Baiklah." ucap Gerwyn. Mereka berhenti di sebuah rumah makan yang cukup ramai.


"Hanya ini yang terdekat. Ayo turun." ajak Gerwyn.


Di dalam semua mata tertuju pada mereka karena penampilan dan juga tidak terbiasa di sana.

__ADS_1


"Mas kenapa semua orang melihat kita seperti ini sih?" tanya Sophia bergumam pada suami nya.


"Sudah abaikan saja." ucap Gerwyn.


"Itu bukan kah pengusaha kaya yang tinggal di kota itu? Itu adalah istri pria yang tembak sampai mati Sama Bodyguard nya sendiri kan?" ucap pria yang duduk di samping mereka.


"Pria yang di tembak mati itu sudah wajar mendapatkan itu, karena dia adalah pria yang tidak mempunyai hati." ucap Pria itu lagi.


Gerwyn berdiri dia langsung menatap ke arah pria itu.


"Berbicara langsung di depan saya apa yang anda katakan!" ucap Gerwyn dengan tatapan tajam.


Semua orang langsung heboh.


"Apakah yang saya bilang tidak benar? semua warga dia sini menderita karena pria itu. Dia mengambil hak rakyat dengan paksa membunuh rakyat yang tidak bersalah." ucap Pria itu dengan lantang.


Gerwyn melayangkan satu tinjuan di wajah pria itu sampai dia pingsan dan jatuh.


Sophia mencoba menahan Suami agar tidak membuat kekacauan sementara Mamah nya sudah pingsan.


Untung saja Bodyguard mereka cepat datang dan membantu mereka dari sana, setelah sampai di rumah sakit Bu Linda di berikan perawatan.


"Apa yang di maksud oleh pria tadi itu? Bukan kah musuh yang menembak papah nya mas Gerwyn? Kenapa bodyguard nya sendiri?" ucap Sophia dalam hati.


Dia keluar mencari Gerwyn.


"Mas." ucap Sophia. Dia duduk di samping Gerwyn yang termenung di depan ruangan itu.


"Bagaimana keadaan ibu?" tanya Gerwyn.


"Tidak terlalu parah kok Mas, setelah dia sadar sudah bisa di bawa pulang. Kamu sendiri Bagaimana? Tangan kamu terluka." ucap Sophia.


Dia pergi mengambil obat merah dan pembersih. Tidak beberapa lama dia datang dan mengobati luka di tangan suami nya.


"Seharusnya saya tidak membawa mamah dan kamu Makan di sana." ucap Gerwyn. "Sudah lah mas, mana ada yang tau kalau akan seperti ini.. Lain kali kalau ada yang membuat mas marah jangan menghajar nya di depan mamah seperti nya mamah sangat trauma dengan keributan." ucap Sophia.


Gerwyn Mengangguk.


"Ternyata sampai ke sana Papah di kenal banyak orang yah." ucap Sophia.


"Sangat banyak yang mengenal Papah. Sampai sekarang. Itu sebabnya kami memutuskan untuk meninggalkan Kota yang berbeda itu." ucap Gerwyn.


Gerwyn bersandar di bahu Istri nya.

__ADS_1


Sophia mengelus kepala Gerwyn.


"kalau ada sesuatu yang mau kamu ceritakan, cerita kan saja pada ku, aku tidak ingin kamu memendamnya sendiri." ucap Sophia. Gerwyn Mengangguk.


__ADS_2