Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 281


__ADS_3

"Ini sangat sakit sekali." ucap Adit. "Iyah aku tau." ucap Sophia meniup nya dengan pelan. Adit menatap wajah Sophia.


"Kamu gak apa-apa mengobati luka ku seperti ini? Nanti suami kamu melihat nya." ucap Adit.


"Kalau bukan karena kamu, mungkin Ano sudah di bawa oleh Kak Liam." ucap Sophia.


"Maafin aku yah." ucap Adit lagi. Sophia hanya diam. Namun tiba-tiba Gerwyn datang dan melihat Sophia yang sedang mengobati luka Adit.


Melihat suaminya datang dia langsung diam dan berdiri menjauh dari Adit.


Gerwyn hanya diam saja. "Kak Liam datang mau mengambil Ano, untung saja Adit ada dan membantu Ano." ucap Sophia menjelaskan nya agar Gerwyn tidak salah paham.


"Saya ingin berbicara dengan kamu." ucap Gerwyn pada Sophia.


Sophia menoleh ke arah Adit.


"Kalau begitu sebaiknya aku langsung pulang yah." ucap Adit.


"Kakak hati-hati di jalan yah." ucap Ano pada Adit, Adit tersenyum dia pun langsung pergi meninggalkan Sophia, Gerwyn dan Ano.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Gerwyn pada Ano.


"Enggak kok kak." ucap Ano.


"Ya udah kalau begitu kaku masuk tukar baju gih." ucap Gerwyn pada Ano.


Ano menganguk. Gerwyn tersenyum. Ano masuk ke dalam.


"Saya dari kantor polisi melihat Ayah dan juga Lisa di sana." ucap Gerwyn.


Sophia diam. "Sekarang terserah kamu memutuskan apa yang harus saya lakukan selanjutnya." ucap Gerwyn.


"Maksud kamu apa?" tanya Sophia.


"Liam pasti akan sangat marah karena ayah nya masuk penjara. Saya takut dia marah kepada kamu dan Ano sehingga sampai menyakiti kalian." ucap Gerwyn.


""Aku tau kamu pasti sangat marah pada ku, aku tau kalau aku salah." ucap Gerwyn.


"Aku kecewa mas, kamu menikahi anak pembunuh seperti ku hanya ingin balas dendam, aku jadi sangat ragu pada kamu." ucap Sophia.


Gerwyn Menghela nafas panjang. "Saya serahkan keputusan ada di tangan kamu, apapun yang ingin kamu lakukan saya Akan menepati nya." ucap Gerwyn.


"Lepaskan Ayah ku, Aku tidak tega melihat ayah ku Masuk penjara. Walaupun Ayah ku Sudah sangat jahat Tapi aku tidak tega." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn menatap Sophia.


"Apa kamu yakin Akan membiarkan Ayah mu Keluar dari penjara?" tanya Gerwyn.


Sophia terdiam sejenak.


"Kamu harus memikirkan nya lebih Matang lagi Sophia." ucap Gerwyn.


"Kamu bilang apa saja yang ingin aku lakukan, sekarang aku ingin kamu membebaskan Ayah ku." ucap Sophia.


"Apa kamu yakin?" tanya Gerwyn bertanya lagi. Sophia menganguk. Gerwyn seperti keberatan namun dia harus melakukan itu.


Dia menghubungi Bibi.


"Iyahh Halo Gerwyn, ada apa? Sekarang kasus sedang di proses. Kepolisian sudah menangani dengan lanjut, bukti-bukti sudah lengkap." ucap Bibi.


"Kepolisian mengatakan kalau Pak putra tidak berhenti berontak. "Bahkan pak putra sempat lepas dan hampir membunuh polisi." ucap Bibi.


Sophia yang mendengar itu terdiam..


"Aku ingin mencabut tuntutan kepada pak putra." ucap Gerwyn.


"Apa yang kau katakan Gerwyn? Tidak mungkin! Pak putra adalah orang yang berbahaya, bagaimana kalau dia membunuh kita?" ucap Bibi.


Bibi paham posisi Teman nya itu seperti apa. Bibi pun memberi tahu kepada polisi. Para kepolisian sangat kecewa sekali.


Mereka tidak bisa melepaskan Pak putra namun Bibi memaksa mereka untuk melakukan itu. Tidak ada pilihan lain akhirnya mereka melepaskan pak putra begitu saja.


"Saya tidak bersalah! Akhirnya aku saya bebas." ucap pak putra sangat senang. Dia bertemu dengan Bibi.


"Sangat beruntung bapak memiliki Anak seperti Sophia. Kalau bukan karena Sophia mungkin Bapak tidak akan Bisa lepas." ucap Bibi.


"Sssttt!!! Ini karena saya tidak salah bukan karena anak saya, anak saya hanya Liam." ucap Pak putra melihat Liam datang.. Mereka pun berpelukan.


"Ayah bebas?" ucap Liam.


"Iyah Nak, ayah bebas." ucap pak putra.


Tiba-tiba Sophia dan Gerwyn datang. "Ayah.." Sophia langsung memeluk Ayah nya. Pak putra juga memeluk o. Sementara Gerwyn memegang Ano.


Bibi dan Gerwyn Masih memasang wajah tegang.


"Kalau ini adalah keputusan yang tepat untuk istri ku aku rela melupakan semua dendam ku." batin Gerwyn.

__ADS_1


Walaupun hati nya begitu sedih, hati nya sakit melihat pak putra masih hidup. Dia hanya ingin dendam nya selama ini terbalas kan.


Pak putra melihat Gerwyn. "Kau harus mati juga." batin Pak putra mengarah kan senjata kepada Gerwyn melepaskan senjata yang ada di tangan nya tiba-tiba.


Tembakan terkena di bagian dada Gerwyn. Bibi kaget. Begitu juga dengan Sophia langsung menoleh ke belakang melihat Gerwyn sudah berdiri melotot dan juga darah yang keluar dari dada, Ano berteriak.


"Gerwyn......." Bu Linda melihat itu dia berteriak sekuat mungkin. Sophia melihat dunia seakan berputar. Gerwyn melihat wajah panik Sophia sambil tersenyum dan. langsung jatuh ke lantai.


Pak putra tertawa.


"Ayah apa yang ayah lakukan? Kenapa ayah sangat tega?" ucap Sophia. "Dia yang sudah mencari masalah dengan ayah." ucap Pak putra.


Dia mau kabur namun langsung di tahan oleh kepolisian. Termasuk Liam juga di tahan karena senjata itu dari Liam.


Bu Linda menangis histeris melihat anak nya di pangkuan nya sudah tidak sadar kan diri.


Sophia menangis, dia menyesali semua permintaan nya. Gerwyn segera di larikan ke rumah sakit.


Bu Linda membawa Gerwyn. Sementara Sophia Belum sempat masuk.


Bibi Menatap Sophia.


"Apa yang telah kau lakukan Sophia? Apa yang ada di pikiran kamu?" ucap Bibi. Sophia tidak bisa menjawab apa pun lagi. Tatapan Bibi terlihat sangat marah kepada nya.


Dia mengikuti mereka ke rumah sakit. Tidak beberapa lama sampai. "mamah bagaimana keadaan mas Gerwyn?" tanya Sophia.


Bu Linda menggeleng kan kepala nya.


"Mamah tidak habis pikir kalau semua nya akan seperti ini, kenapa kamu begitu tega membiarkan suami kamu di bunuh oleh Ayah kamu?" Bu Linda.


"Suami Mamah juga sudah di bunuh oleh Y


Ayah kamu, namun sekarang anak Mamah. Kenapa harus seperti ini?" ucap Bu Linda sambil menangis.


"Maafin aku mah, ini semua salah ku, seharusnya aku tidak meminta Ayah di lepaskan." ucap Sophia.


"Ini memang kesalahan kamu dengan Ayah kamu. Mamah sangat membenci Kalian." ucap Bu Linda.


Dia sudah sangat marah sekali. Sophia hanya bisa diam.


Liam dan juga Pak putra di tahan langsung. Paman dan Bibi nya mendengar berita itu mereka langsung datang, kaget mengetahui informasi itu karena sebelumnya mereka tidak tau apa-apa.


Ternyata liam selama ini menyembunyikan hal itu dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2