
"Namun seiring berjalannya waktu aku mencintai dia, aku salah besar kalau berniat balas dendam kepada anak yang tidak mempunyai kesalahan dan tidak tau tentang ini." ucap Gerwyn.
Bu Linda sedih.
"Kenapa kamu menutupi semua nya dari mamah? Mamah hanya perlu tau." ucap Bu Linda.
"Aku tidak ingin Mamah Sedih lagi memikirkan hal ini. Aku tidak ingin itu terjadi." ucap Gerwyn.
Bu Linda menangis. Dia meninggalkan Gerwyn. Begitu juga dengan Sophia langsung meninggalkan Gerwyn.
Gerwyn Menghela nafas panjang, sekarang dia sangat bingung harus bagaimana lagi.
Di tempat lain.
Ano baru saja keluar dari Sekolah nya.
"Kak Adit..." ucap Ano melihat Adit yang berdiri di depan Gerbang menunggu nya dari tadi.
Adit tersenyum dia langsung mendekati Ano. Ano menyalim tangan Adit.
"Kakak kenapa kemarin gak datang jemput aku sih? Kau nungguin kakak loh." ucap Ano. "Kakak sangat sibuk maafin kakak yah." ucap Adit. "Sebagai permintaan maaf nya bagaimana kalau kakak bawa kamu jalan-jalan." ucap Adit.
"Tapi nanti Mbak Sophia marah." ucap Ano. "Tenang aja, kita cuma sebentar doang kok." ucap Adit.
"Humm ya udah deh kalau gitu kak. Aku mau." ucap Ano.
Mereka pun pergi meninggalkan sekolah. Ano mengajak Adit makan di tempat favorit Ano.
Adit Sama sekali tidak keberatan.
Namun setelah sampai di sana tidak sengaja Ano menabrak seseorang sehingga orang itu marah.
"Kamu bisa lihat jalan gak? Dasar anak kecil yang tidak mempunyai etika!" ucap pria itu marah.
"Maaf-maaf Pak, maafkan Adik saya." ucap Adit membawa Ano ke dekat nya. Pria itu mengangangkat pandangan nya.
"Adit." ucap Liam. Dia langsung melihat ke arah Ano.
Mereka sama-sama terkejut.
"Kak Liam Maafin Ano, kita tidak sengaja." ucap Adit.
Liam mau memeluk Ano namun Ano langsung menghindar dan bersembunyi di belakang Adit.
"Ano kakak sangat merindukan kamu." ucap Liam.
"Gak." ucap nya langsung.
"Ano ini kak Liam." ucap Adit.
__ADS_1
"Aku mau pulang aja kak, aku gak mau di sini." ucap Ano.
"Kamu tau tempat tinggal mereka di Mana?" tanya Liam. Adit terdiam sejenak.
"Jangan beri tahu Kak, ayo kita pulang saja, aku takut." ucap Ano.
"Ijinkan kakak berbicara dan memeluk kamu dek, kakak sangat merindukan kamu." ucap Liam "Enggak mau! kakak jahat." ucap Ano.
Liam mau memaksa nya namun Adit menahan nya.
"Seperti nya Ano belum mau kak, mungkin lain kali kakak bisa berbicara dengan dia." ucap Adit.
"Di mana tempat tinggal mereka, kamu pasti tau, beri tau saya. Saya perlu berbicara dengan Sophia." ucap Liam.
"Maafin aku kak, aku gak tau." ucap Adit. Tiba-tiba Liam menarik kerah baju Adit.
"Beri tau di mana mereka tinggal kalau kamu tidak mau saya Hajar!" ucap Liam.
"Lepaskan kak Adit kak." ucap Ano.
"Kalau aku memberi tau kakak akan berbuat kasar, aku tidak akan berbicara." ucap Adit.
"Sophia sudah sangat tega memasukkan ayah nya sendiri ke dalam penjara!" ucap Liam. "Bukan kah itu pantas? Selama ini Sophia sudah cukup sabar. Dan kalau pun Pak putra memiliki kesalahan yang sangat fatal sehingga masuk penjara itu sangat pantas." ucap Adit.
Liam mendorong Adit. Semua Orang itu heboh melihat Liam dan Adit.
"Kasih tau di mana tinggal mereka!" ucap Liam menahan Ano. Ano menangis.
"Dia adalah Adik saya, saya akan membawa nya." ucap Liam. Menarik Ano.
"Kak aku gak mau, aku gak mau ikut, lepas kan aku." ucap Ano.
"Ikuti kakak, kamu harus melihat perbuatan mbak Sophia, yang sangat tega memasukkan Ayah nya sendiri ke dalam jeruji besi." ucap Liam.
"Aku gak mau kak, aku mau sama kak Adit." ucap Ano..Adit tanpa segan-segan melawan Liam sehingga mereka ribut di sana.
Adit menendang Tangan Liam yang menarik Ano.
"Lepaskan Ano! kakak tidak Cocok menjadi seorang Kakak untuk Sophia dan Ano. Kakak tidak mempunyai hak!" ucap Adit.
Liam sangat emosi dia langsung meninju wajah Adit Sangat keras. Pihak Cafe langsung menahan Liam.
"Lepaskan kan saya!" ucap Liam. Dia berontak terus menerus.
Namun security memegang nya.
Adit dan Ano langsung pergi dari sana.
"Adit kemana kau? Awas saja kalau kamu bertemu dengan ku lagi!" ucap Liam. Dia sangat marah sekali.
__ADS_1
"Ayo kita langsung pulang saja kak." ucap Ano.
"Iyah no, kamu gak apa-apa kan?" tanya Adit.
"Tangan ku sedikit sakit kak." ucap Ano karena Liam menarik nya cukup keras.
Tangan nya sekarang Birem. "Ya ampun.." Ucap Adit.
"Ya udah kita langsung pulang saja yah." ucap Adit.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Sophia sudah menunggu di depan rumah. Melihat Ano turun dari mobil Adit dia sangat marah pada Adit.
"Kamu kenapa membawa Ano tidak bilang pada ku? Kamu membuat ku sangat khawatir." ucap Sophia.
"Maafin aku Sophia, aku sudah bilang ke kamu namun kamu sudah memblokir nomor ku." ucap Adit.
Sophia menghela nafas panjang. Di melihat wajah Adit yang sudah Luka, bibir nya Luka.
sebenarnya dia khawatir namun dia berusaha untuk tidak perlu tau.
"Ada apa dengan kamu dek?" tanya Sophia karena Ano tidak melepaskan pelukannya dari tadi.
"Tadi kami bertemu dengan Kak Liam di tempat makan. Dia mau membawa Ano karena dia sangat marah pak putra masuk penjara." ucap Adit.
"Ketemu sama kak Liam?" ucap Sophia kaget.
"Iyah Sophia. Maafin aku, kalau seandainya aku tidak membawa Ano, kami tidak akan bertemu dengan nya." ucap Adit.
Sophia memeriksa badan Ano dan melihat tangan Ano yang sedikit memar.
"Kak Liam menyakiti Kalian?" tanya Sophia. "Aku gak mau ikut sama kak Liam." ucap Ano.
"Enggak kok kamu aman sama mbak." ucap Sophia.
"Sekali lagi maafin aku yah." ucap Adit.
Sophia hanya diam. Dia mengambil Obat untuk Ano.
"Nih kamu bersihkan luka sendiri." ucap Sophia. Adit mengambil nya.
Dia membersihkan Luka nya. Namun dia tidak bisa sendiri, dia selalu merasa kesakitan sehingga tidak jadi di bersihkan.
"Sini aku bantu!" ucap Sophia dia langsung mengambil kapas baru dan mengoleskan nya ke bibir Adit yang luka.
"Pelan-pelan." ucap Adit. "Huff kamu selalu saja Mengeluh kalau sakit seperti ini. Aku melakukan nya dengan lembut." ucap Adit.
"Ini sangat sakit sekali." ucap Adit. "Iyah aku tau." ucap Sophia meniup nya dengan pelan. Adit menatap wajah Sophia.
"Kamu gak apa-apa mengobati luka ku seperti ini? Nanti suami kamu melihat nya." ucap Adit.
__ADS_1
"Kalau bukan karena kamu, mungkin Ano sudah di bawa oleh Kak Liam." ucap Sophia.