Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 249


__ADS_3

Dia ragu untuk menjawab nya namun dia juga tidak mungkin mengabaikan nya. Dia pun menjawab.


"Mbak Sophia, kak." ucap Ano langsung. "Ada apa dengan mbak Sophia?" tanya Gerwyn.


"Mbak Sophia tiba-tiba sakit, dia sangat lemas." ucap Ano.


"Kamu tenang yah, jangan meninggalkan mbak Sophia sendiri, kakak akan ke sana." ucap Gerwyn.


Tidak beberapa lama akhirnya Gerwyn sampai di hotel itu bersama dokter.


"Ano buka pintu nya." ucap Gerwyn. Ano pun membuka pintu.


"Di mana mbak Sophia?" tanya Gerwyn pada Ano. "Ada di dalam kak." ucap Ano.


"Sophia.." Ucap Gerwyn. Dia melihat wajah Sophia yang sudah sangat pucat sekali.


"Apa yang terjadi Sophia?" tanya Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya. Dia memegang tangan Gerwyn mau mengeluh namun dia tidak bisa berbicara.


"Mari saya periksa dulu Pak." ucap Dokter. Gerwyn memegang tangan Sophia. Dia sangat khawatir sekali.


Dokter memeriksa namun alat nya tidak lengkap untuk memeriksa perut Sophia. Namun dari hasil tes semua nya hanya masuk angin.


Dokter memberikan Obat setelah itu dia pun pulang. Gerwyn melihat Sophia sudah tidur. "Kenapa aku merasa ada yang janggal yah pada Sophia. Tidak biasa nya seperti ini." batin Gerwyn.


Dia melihat wajah Sophia juga sedikit berbeda.


"Ano!" panggil Gerwyn. "Iyah kak." jawab Ano.


"Selama di sini mbak Sophia kenapa saja?" tanya Gerwyn. "Muntah-muntah gitu Kak, selesai Makan dia Selalu mual dan juga badan dan kepala nya sakit." ucap Ano.


Gerwyn memerhatikan perut Sophia. Dia mengingat beberapa Minggu yang lalu Gerwyn melakukan nya dengan Sophia sama sekali tidak menggunakan pengaman.


"Apa yang aku rencanakan berhasil?" batin Gerwyn. Dia sengaja tidak menggunakan pengaman tidak memberi tahu Sophia.


"Tapi kalau benar Sophia hamil, kenapa dokter itu tidak memeriksa nya." batin Gerwyn. Namun dia ingat lagi kalau dokter itu sangat terburu-buru sehingga tidak membawa alat yang lengkap.


Keesokan harinya Sophia bangun dia melihat Gerwyn yang duduk di samping kasur sambil memegang tangan nya.


"Kenapa mas Gerwyn bisa tidur di sini?" batin Sophia. Dia mengingat lagi kejadian tadi malam.

__ADS_1


Dia melihat jam sudah jam lima lewat dia turun dari tempat tidur. Karena tidak tega melihat Gerwyn tidur di kursi.


"Mas.. mas.." panggil Sophia. Gerwyn perlahan membuka mata nya. "Kamu sudah bangun? Bagaimana keadaan kamu?" tanya Gerwyn.


"Aku sudah lebih baik, mas tidur saja di atas." ucap Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Hari ini saya akan mengantarkan kamu ke rumah sakit." ucap Gerwyn.


"Aku tidak bisa Mas, aku harus ujian. Ini adalah hari terakhir aku ujian." ucap Sophia. "Kalau begitu Setelah selesai ujian, saya Curiga kalau kamu hamil." ucap Gerwyn.


"Hamil?" ucap Sophia. Gerwyn menganguk. "Tidak mungkin Mas, kita selalu menggunakan pengaman." ucap Sophia.


"Hari terakhir kita melakukan nya saya tidak memakai nya." ucap Gerwyn.


Sophia langsung terdiam. Dia menatap Gerwyn dengan tatapan kaget.


"Tidak mungkin, ini tidak mungkin." ucap Sophia.


"Tidak ada yang harus di permasalahan lagi, kamu sudah mau selesai sekolah. Saya juga ingin memiliki ketua dari kamu." ucap Gerwyn.


"Tapi kamu melakukan ini tanpa sepengetahuan aku mas! Aku tidak terima ini." ucap Sophia. Sophia sangat marah sekali.


"Aku masih ingin melanjutkan pendidikan ku mas, aku Masih ingin menikmati masa muda ku. Aku akan membuktikan kepada keluarga ku kalau aku bisa." ucap Sophia.


"Kamu harus memikirkan saya dan orang tua saya Sophia." ucap Gerwyn. Sophia diam.


"Aku tidak akan Percaya aku hamil, aku tidak mau ke rumah sakit." ucap Sophia.


Gerwyn melihat istri nya tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi. Dia muntah-muntah lagi. Gerwyn datang membantu nya.


"Kamu gak apa-apa kan?" ucap Gerwyn. "Tinggal kan Aku mas, aku tidak apa-apa, aku hanya masuk angin." ucap Sophia.


Gerwyn akhirnya keluar. Ano terbangun.


"Aku juga sudah berfikir kalau mbak Sophia hamil kak, namun aku tidak ingin sok tau." ucap Ano. Gerwyn sudah yakin kalau Sophia hamil.


Tidak beberapa lama Sophia selesai mandi. "Jangan memakai pakaian yang ketat." ucap Gerwyn karena rok sekolah Sophia cukup ketat.


"Jangan mengganggu ku, aku nyaman dengan pakaian ini z aku tidak kenapa-napa." ucap Sophia. Gerwyn tiba-tiba memeluk istrinya.

__ADS_1


"Sophia dengar kan saya, saya minta maaf kalau saya salah sama kamu, lupakan Kejadian Sebelum mari fokus memperbaiki hubungan kita dan pada kesehatan kamu." ucap Gerwyn.


"Tidak ada yang perlu di perbaiki, semua nya baik-baik saja." ucap Sophia. Dia melihat Ano sudah siap.


"Aku pamit duluan mas." ucap Sophia mencium punggung tangan suami nya dan pergi.


"Saya akan mengantarkan kamu." ucap Gerwyn mengejar Sophia. "Aku bisa naik bus." ucap Sophia. "Di bus tidak baik untuk kesehatan kamu. Ayo cepat naik." ucap Gerwyn.


Ano juga memaksa Sophia untuk masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan Gerwyn berusaha membujuk Sophia namun sepertinya Sophia belum ingin menanggapi suami nya Itu.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di sekolah Ano, setelah itu Gerwyn mengantarkan istri nya.


"Jangan terlalu kelelahan yah Sophia." ucap Gerwyn Mengelus perut Sophia.


Sophia menepis tangan Gerwyn. "Apa sih! Aku sudah bilang aku Tidak mungkin hamil." ucap Sophia. Gerwyn hanya Bisa sabar dan membiarkan istrinya pergi masuk ke dalam sekolah.


Kebetulan dia datang bersamaan dengan Hena, namun kedua nya tidak saling sapa memasang wajah sedih masing-masing. Riki Yang sudah menunggu mereka dari tadi kebingungan melihat mereka melewati dia.


Sophia dan Hena masuk ke kelas masing-masing.


"Ada apa dengan mereka? Apa mereka sedang menstruasi?" ucap Riki. Dia pun ikut masuk ke kelas nya. Dia melihat Sophia yang hanya diam saja.


"Tegur gak yah, tapi kelihatannya dia sedang ada masalah." batin Riki. Ujian pun di mulai Sophia tidak bisa fokus sama sekali.


Namun dia berusaha untuk fokus sampai akhir nya dia bisa menyelesaikan ujian nya.


"Sophia kamu sudah Makan?" tanya Riki setelah sudah keluar dari kelas. Sophia Menggeleng kan kepala nya.


"Ayo Makan ke kantin." ajak Riki. Sophia menganguk. "Hena.." panggil Sophia melihat Hena. Hena melihat mereka dan berjalan bersama ke kantin.


"Sebenarnya Kalian berdua kenapa sih hari ini? Sama-sama badmood semua, mas iya menstruasi nya barengan." ucap Riki.


Hena menatap Sophia.


"Kamu kenapa Sophia?" tanya Hena.


"Kamu juga yang Kenapa Hena." ucap RIki.


"Aku hanya ada sedikit masalah, aku tidak ingin membahas nya, lupakan saja." ucap Hena.

__ADS_1


__ADS_2